Trenz Indonesia
News & Entertainment

Sutradara Rudi Soedjarwo Rilis Film Anyar ‘Saat Menghadap Tuhan’

242

Jakarta, Trenzindonesia | Merayakan 25 tahun berkarya di dunia perfilman Indonesia, sutradara Rudi Soedjarwo merilis film anyar berjudul Saat Menghadap Tuhan.

Sutradara Rudi Soedjarwo Rilis Film Anyar ‘Saat Menghadap Tuhan’Film teranyar ini tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Juni 2024.

Saat Menghadap Tuhan merupakan film pertama Rudi melalui production house yang dirintisnya, RexCorp.

Sedangkan cast para pemainnya antara lain Rafi Sudirman, Abielo Parengkuan, Denisha Wahyuni, Dede Satria, Cindy Sebastiani, Gilbert Pattiruhu, Aryani Willems, dan Poppy Sovia.

Rudi Soedjarwo mengatakan, melalui film terbaru ini dirinya mengeksplorasi isu-isu yang ia rasa perlu untuk lebih sering dibicarakan secara terbuka di masyarakat, antara lain soal bullying atau perundungan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, trauma masa kecil, hingga self-love.

Untuk ide cerita film Saat Menghadap Tuhan tercermin kegelisahan yang muncul dari pengalaman pribadi Rudi, yang kemudian dikembangkan dan ditulis naskahnya bersama rekannya, Djemima. 

Sutradara Rudi Soedjarwo Rilis Film Anyar ‘Saat Menghadap Tuhan’Saat Menghadap Tuhan berangkat dari premis yang cukup sederhana, dari sekian banyak tindak kekerasan traumatis yang acap kali menimpa remaja, siapa yang paling bertanggung jawab melindungi dan membimbing mereka?,” ujar Rudi Soedjarwo saat press conference dan press screening film Saat Menghadap Tuhan di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (29/5/2024).

“Saya menuangkan keresahan tersebut dalam film. Melalui film ini semoga penonton selalu berusaha mengenali diri sendiri dan menggali kehidupan secara lebih dalam. Film ini juga diiintensikan sebagai pemantik dialog, untuk selalu mempertanyakan dogma-dogma yang dijejalkan oleh masyarakat secara serta-merta. Dan penonton untuk berani vokal, bertindak, hingga memutus rantai trauma dan luka batin yang disebabkan oleh generasi pendahulunya,” katanya.

Film Saat Menghadap Tuhan bersentral pada kisah empat remaja dengan masalahnya masing-masing, yakni Damar (Rafi Sudirman), Gito (Abielo Parengkuan), Marlo (Dede Satria), dan Nala (Denisha Wahyuni), Damar, seorang pemuda yang semasa kecil berhasil membunuh preman yang telah menewaskan ayahnya. Ia ingin membahagiakan hidup ibunya, tumbuh dengan trauma dan kemarahan yang mengendap dalam dirinya bak gunung berapi aktif yang bisa meletus kapan saja. Gito adalah sahabat Damar yang lahir dari keluarga serba berkecukupan, namun broken home dan kerap jadi sasaran perundungan.

Nala hidup di tengah keluarga yang mana ayahnya kerap menyiksa dan memperkosanya. Nala bisa menemukan ketenangannya dalam aktivitas dalam bermusik, yang ia gunakan sebagai pelarian dari pahitnya realita. Sedangkan Marlo (Dede Satria), adalah sosok jagoan di sekolah, berayahkan pria bertahta, dan tumbuh dengan kekuasaan. Marlo pun kerap merundung para siswa di sekolahnya.

Sutradara Rudi Soedjarwo Rilis Film Anyar ‘Saat Menghadap Tuhan’
Rudi Soedjarwo

25 Tahun Rudi Soedjarwo Berkarya

Film perdana Rudi Soedjarwo yaknj Bintang Jatuh menyabet dua aktris pemenang Piala Citra: Dian Sastrowardoyo dan Marcella Zalianty. Bintang Jatuh pula yang meyakinkan duo produser Mira Lesmana dan Riri Riza, untuk akhirnya menggaet Rudi untuk menyutradarai Ada Apa dengan Cinta? (2002).

Saat itu menjadi salah satu film Indonesia paling ikonis sepanjang masa, Ada Apa dengan Cinta? juga menjadi penampilan debut aktor dan aktris muda yang dikemudian hari berhasil memposisikan diri mereka sebagai aktor kawakan dengan tiga di antaranya juga berhasil memenangkan Piala Citra lewat Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Ladya Cheryl, dan Sissy Priscillia. Dalam rentang 10 tahun setelahnya, film-film besutan Rudi konsisten melahirkan bakat-bakat cemerlang masa depan perfilman Tanah Air.

“Kenikmatan dan kepuasan saya bikin film adalah bila mampu melahirkan manusia-manusia baru yang berbakat, baik di depan layar maupun di belakang layar dalam film saya. Jadi, karya saya bukan hanya filmnya, tapi juga manusia yang terlibat dalam pembuatannya. Hal itu yang membuat semua jadi layak diperjuangkan,” tandas Rudi Soedjarwo. (PR/Dandung Bondowoso) | Foto: Istimewa

Leave A Reply

Your email address will not be published.