Para pendukung Film “Bertaut Rindu”
Jakarta, Trenzindonesia.com | SinemArt kembali menghadirkan karya sinema yang menyentuh hati lewat Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan. Film adaptasi novel pemenang Gramedia Writing Project ini tak hanya menawarkan kisah cinta remaja, tetapi juga pergulatan batin antara keinginan diri dan tekanan keluarga. Melalui rilis poster dan trailer perdana hari ini, Magnus (Ari Irham) dan Jovanka (Adhisty Zara) membawa penonton menyelami dunia di mana impian kerap berbenturan dengan ekspektasi orang tua.
Dua Sisi Kehidupan yang Bertaut

Poster resmi film memperlihatkan Magnus dan Jovanka duduk berhadapan, dikelilingi oleh sketsa-sketsa karya mereka. Meski fisiknya dekat, tatapan keduanya menyimpan sejuta pertanyaan yang belum terjawab. Trailer yang dirilis dalam konferensi pers di Plaza Senayan mengungkap lebih dalam: Magnus, siswa SMA pendiam yang diterima di ITB, justru dipaksa orang tuanya untuk kuliah di luar negeri dengan jurusan yang tak ia minati. Di sisi lain, Jovanka—sosok ceria yang ternyata menyimpan luka—menjadi cahaya dalam hidup Magnus.
“Aku berharap bisa ngasih kamu sedikit terang biar kamu bisa lihat apa yang aku lihat,” ucap Jovanka dalam cuplikan trailer, menggambarkan dinamika hubungan mereka yang penuh empati.
Lebih dari Sekadar Film Remaja

Bertaut Rindu bukan sekadar coming-of-age story biasa. Sutradara Rako Prijanto dan penulis skenario Lintang Pramudya Wardhani mengangkat tema universal: konflik generasi, tekanan sosial, dan pentingnya support system. Adhisty Zara, yang memerankan Jovanka, mengungkapkan: “Banyak anak muda yang mimpinya tidak dihancurkan oleh kegagalan, tapi oleh orang tuanya sendiri. Jovanka melihat itu dari Magnus.”
Film ini juga diperkaya oleh lagu tema “Seiring” dari Jasmine Nadya, yang liriknya menyentuh hubungan rumit antara orang tua dan anak. “Lagu ini seperti cermin: kadang kita tidak sejalan, tapi tetap berjalan berdampingan,” ujar Denny Indrajaya, salah satu pencipta lagu.
Pesan untuk Orang Tua dan Generasi Muda

Produser Bertaut Rindu, MGS. Fahry Fachrudin, berharap film ini bisa menjadi jembatan dialog: “Kami ingin orang tua lebih mendengar, dan remaja tahu mereka tidak sendirian. Mimpi bukan soal restu semata, tapi juga keberanian mempercayai diri sendiri.”
Dijadwalkan tayang 31 Juli 2025, Bertaut Rindu berpotensi menjadi box office sekaligus heart-touching movie tahun ini. Bagi yang penasaran dengan perkembangan filmnya, pantau akun Instagram @bertautrindu_movie dan @sinemart_movie.
