Trenz Film |Sebuah film yang sukses di pasaran, acapkali menggugah minat para pembuatnya untuk membuat kisah lanjutannya. Bisa sekuel, yaitu kisah setelah film pertamanya, dan atau menghadirkan prekuel, yaitu kisah sebelum film pertamanya. Pastinya, semua ini untuk memicu kembali memori para penonton untuk bernostalgia. Seperti film Effeil I’m in Love yang telah sukses meraih 3.3 juta penonton saat dirilis tahun 2003, setelah 14 tahun lebih kisah Tita dan Adit yang kala itu diceritakan baru saja resmi bertunangan, rumah produksi Soraya Intercine Films kembali melanjutkan sekuelnya berjudul “Effeil…. I’m in Love 2”.
Film ini diangkat dari novel karya Rachmania Arunita dengan judul sama. Para generasi 90-an yang kini beranjak dewasa, pastinya sangat hapal dan gandrung betul pada film yang dibintangi Shandy Aulia dan Samuel Rizal. Kali ini, “Effeil…. I’m in Love 2” bertambah lengkap dengan kehadiran sutradara muda Rizal Mantovani, serta pembuatan musiknya oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Film yang mulai tayang 14 Februari 2018 nanti, berbiaya cukup mahal karena pengambilan gambarnya di dua lokasi, yakni 75% di Paris, dan 25% di Jakarta. Sunil Soraya selaku produser, tidak pernah menargetkan jumlah penonton. Sunil percaya, jika membuat film dengan hati, penontonpun menerima dengan hati pula.
Effeil…. I’m in Love 2, selain dibintangi Shandy Aulia dan Samuel Rizal, beberapa artis lain yang ikut berperan antara lain Saphira Indah, Hilda Arifin, Tommy Kurniawan, Helmy Yahya serta Shakira Alatas. 14 tahun lalu Tita pertama kali ketemu Adit, laki-laki yang nyebelin sekali sampai akhirnya jatuh cinta sama dia. Di Eiffel, Adit melamar Tita dan berjanji mau menikahinya. “14 tahun kemudian saat Tita berumur 27 tahun, dia satu-satunya wanita di antara temen-temennya yang belum menikah karena menjalani LDR bertahun-tahun dengan Adit. Nah, bagaimana progres hubungan mereka ke depan itu yang akan menarik,” urai Sunil, saat launching trailer dan OST Effeil…. I’m in Love 2, Kamis (14/12) siang, di Gedung Soraya Intercine Films, Jakarta.(Edo/TrenzIndonesia)
