HomeHiburanFilmFilm KKN Desa Penari, Luwih Dowo Luwih Medeni, Tiketnya Sold Out di...

Film KKN Desa Penari, Luwih Dowo Luwih Medeni, Tiketnya Sold Out di Beberapa kota

Published on

JAKARTA, Trenz Film | Capaian penonton film KKN Di Desa Penari hingga 9,2 Juta, membuat Manoj Punjabi penasaran dan meyakini kalau film besutan Awi Suryadi sekuelnya akan diburu penonton loyalnya. Untuk itu MD Pictures di akhir tahun 2022 menyodorkan film KKN Desa Penari Luwih Dowo, Luwih Medeni. Dan benar saja, tiketnya sudah sold out di bioskop di beberapa kota besar di Indonesia.

Dan Manoj Punjabi punya alasan sendiri menayangkan film di momen liburan tahun baru kali ini.

“Menurut saya, film ini biarpun horor tapi lebih ke drama daripada horornya. Tidak selalu menakutan. Jadi  keluarga juga bisa nonton dan menjadi hiburan, timing-nya tepat,” kata Manoj Punjabi saat ditemui di bioskop XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2022).

Menurut Manoj, KKN di Desa Penari sengaja dirilis tepat pada beberapa momen liburan. Manoj tak khawatir film KKN versi extended kali ini berhadapan dengan Avatar: The Way of Water.

“Saya yakin film KKN Di Desa Penari memiliki penonton yang fanatik, sehingga tidak perlu dikawatirkan,” tegas Manoj.

KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni merupakan film extended version dari KKN di Desa Penari.

Dengan tambahan 40 menit durasi film, KKN extended version ini bakal menjawab beberapa pertanyaan penonton yang lahir dari film pertama.

“Kami harapkan tambahan durasi 40 menit menjawab kepenasaran penonton dan pembaca  setia cerita KKN Di Desa Penari,” ujar Awi Suryadi, sang sutradara.

Film KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni diawali dengan adegan baru, ketika ibu Widya (diperankan Lidya Kandou) berpesan kepada putrinya itu sebuah pepatah jawa.

“Air selalu mengalir ke Timur, di Timur semua hal berkumpul, dari yang baik sampai yang buruk hingga yang paling buruk.” Demikian katanya.

Meski berat, Widya (Adinda Thomas) pun berusaha meminta izin kepada ibunya untuk berangkat menuju tempat KKNnya tersebut.

Selanjutnya Widya, Nur, Ayu, Bima, Anton dan Wahyu pun berangkat ke lokasi KKN yang disebut dengan desa Penari tersebut. Lokasi yang tidak pernah mereka sangka akan berujung malapetaka.

Sesampainya di sana, berbagai kejadian aneh dan mistis pun kerap terjadi. Mengikuti perjalanan KKN mereka, penampakan sosok penari dan suara gamelan pun kerap muncul.

Hal buruk pun terus terjadi ketika salah satu diantara mereka terlibat perjanjian dengan jin. Hingga akhirnya mereka terjebak di dalam desa angker tersebut. (Buyil)

Latest articles

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Perjuangan Anak Pemulung Tak Lagi Sunyi: Yayasan Humaniora Sekolahkan Puluhan Anak, Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Bekasi, Trenzindonesia.com | Di tengah kerasnya kehidupan urban, secercah harapan muncul bagi anak-anak...

More like this

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)