Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) PEPTI
Jakarta, Trenzindonesia.com | Industri musik Tanah Air kembali mendapat suntikan semangat baru dengan hadirnya Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) PEPTI (Perkumpulan Penulis Tembang Indonesia), yang resmi memperkenalkan diri sebagai mitra baru bagi para pencipta lagu di Indonesia. Lembaga ini berkomitmen memperjuangkan hak cipta musik Indonesia dengan mengedepankan transparansi, inklusivitas, dan semangat kekeluargaan.
Peluncuran resmi ditandai dengan penyerahan berkas administrasi ke Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) di Gedung Palma One, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/7).
“Bismillah, hari ini kami menyerahkan berkas ke LMKN sebagai bentuk keikutsertaan PEPTI sebagai anggota baru,” ujar Ketua Umum PEPTI, Brigjen TNI (Pur) Amrizar, dalam konferensi persnya
Amrizar menegaskan bahwa kehadiran LMK PEPTI bukan untuk bersaing, tetapi untuk menjadi mitra strategis dalam perlindungan hak ekonomi dan moral pencipta lagu.
“Kami hadir bukan untuk menjadi tandingan siapa pun, tetapi untuk saling melengkapi. PEPTI ingin menjadi rumah yang damai, terbuka, dan adil bagi para pencipta lagu dari semua genre,” tegasnya.
Lahir dari musisi, oleh musisi, untuk musisi

LMK PEPTI digagas oleh sejumlah musisi dan penulis lagu Indonesia yang menginginkan wadah manajemen kolektif yang lebih humanis dan inklusif. Beberapa nama yang berada di balik pembentukan PEPTI antara lain Erens F. Mangalo, Ryan dan Richard Kyoto, Yance Siahay, Imaniar, Boy Sandi, Youngky Alamsyah, Antiek Sahilatua, dan Rini Asmara.
Semangat kolektif ini menjadikan PEPTI bukan hanya lembaga administratif, melainkan juga ruang kolaboratif dan suportif bagi pencipta lagu dari berbagai latar belakang.
Amrizar sendiri dikenal luas bukan hanya sebagai purnawirawan jenderal TNI, tetapi juga sebagai musisi produktif yang telah menciptakan puluhan lagu serta piawai memainkan berbagai alat musik.
“Untuk menjadi anggota LMKN, kita butuh minimal 200 pencipta lagu. Puji Tuhan, PEPTI telah melampaui angka itu,” ungkap Erens F. Mangalo, musisi senior yang dikenal lewat lagu hit Selamat Malam Cinta yang dipopulerkan oleh Mayangsari.
Sambutan positif dari LMKN

Kehadiran LMK PEPTI mendapat sambutan baik dari Ketua LMKN, Darma Oratmangun, yang menyebut langkah ini sebagai bagian penting dalam memperkuat ekosistem perlindungan karya cipta musik Indonesia.
“Saya senang dengan hadirnya PEPTI. Hari ini mereka menyerahkan berkas untuk diverifikasi. Semoga ke depan kita bisa bekerja sama demi kepentingan para pencipta lagu,” ujar Darma.
Diwarnai dukungan para musisi senior

Acara penyerahan berkas ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan musisi senior yang tergabung dalam jajaran pengurus PEPTI, termasuk Antiek Sahilatua, Richard Kyoto, Yance Siahay, dan Franky Tutuhatunewa. Dari pihak LMKN hadir pula Johny Maukar, Yessy, Ike Nurjanah, dan Tito Soemarsono.
Langkah PEPTI memasuki panggung lembaga manajemen kolektif di Indonesia dinilai sebagai angin segar dalam mendorong perlindungan hak cipta yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kreator.
Dengan hadirnya LMK PEPTI, harapan baru pun mengemuka—bahwa karya para pencipta lagu Indonesia akan mendapat tempat yang lebih aman, dihargai, dan diakui secara legal maupun moral di tengah tantangan industri musik yang terus berkembang.
