Jakarta, Trenz Music | Tembang ‘Badai Pasti Berlalu’ yang sukses di 1977 dan menjadi lagu legenda, ternyata tak berhasil secara ekonomi, buat penciptanya, Eros Djarot. “Dari hasil lagu Badai Pasti Berlalu, buat beli bajaj aja nggak cukup. Jadi nggak tahu siapa yang menikmati,” ujar Eros usai peluncuran lagu terbarunya yang bertajuk ‘1 & 2 Bukan Segalanya’.
Meski kecewa dengan hasil karya ciptanya yang secara ekonomi, namun tidak mematahkan semangatnya untuk terus berkarya. Karenanya ditengah hiruk pikuknya Pilpres, Eros Djarot menggelontorkan 2 single dengan nuansa politik yakni Politisi ‘Jaman Edan’ dan ‘1 & 2 Bukan Segalanya’.

“Dua lagu ini saya ciptakan sebagai rasa prihatin saya atas perpecahan anak bangsa gara-gara perbedaan pilihan politik,” ungkap sutradara film Tjut Nyak Dien ini.
Eros berharap, anak bangsa berfikir jernih ketika menghadapi Pilpres. “Saya prihatin gara-gara Pilpres, anak bangsa jadi pecah.” Kata Adik kandung Slamet Rahardjo ini.
Eros pun berharap kepada Masyarakat agar tidak menyakralkan 1 dan 2.
“Jangan terlalu menyakralkan angka 01-02, yang sempurna hanya 17-08-1945,” tandas Eros Djarot (Boeyil/TrenzIndonesia) | Foto: Boeyil
