HomeHiburanMusicReggae Dan Virus Menebar Musik Cinta Damai Di Jatim Reggae Star Festival...

Reggae Dan Virus Menebar Musik Cinta Damai Di Jatim Reggae Star Festival 2017

Published on

Reggae, genre musik yang merupakan kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Pendapat lain mengatakan bahwa musik Reggae merupakan hasil evolusi dari musik Ska dan Rocksteady.

 

Trenz Music | Meski ada yang menganggap bahwa musik Reggae yang awalnya dikembangkan di Jamaika di akhir 60an atau tepatnya di tahun 1968 ini pada dasarnya diciptakan oleh Robert Nesta Marley (Bob Marley) yang kemudian juga ditasbihkan sebagai King of Reggae Music , namun Reggae baru mulai mendunia sekitar tahun 1972/1973.

Adalah Bob Marley juga, penyanyi grup Bob Marley & The Wailers  yang beraliran Ska, Rocksteady serta Reggae dan bisa dibilang menjadi perintis berkembangnya musik bergenre unik tersebut di dunia. Mendunianya musik Reggae tersebut  berkat suksesnya album Bob Marley & The Wailers yang bertajuk “Catch A Fire” (1973) serta album-album hits lainnya seperti diantaranya; “Rastaman Vibration” (1976);  “Exodus” (1977); “Kaya” (1978);  “Survival” (1979); “Uprising” (1981); “Confrontation” (1983) dan “Legend” (1984). Karya-karya Bob Marley seperti ‘Stir It Up’, ‘No Woman no Cry’, ‘One Love’, ‘Redemption Song’, ‘Buffalo Soldier’, dan ‘I Shot The Sheriff’, ‘bahkan menjadi karya abadi dan tetap menggema hingga saat ini sehingga membuat musik Reggae makin di apresiasi. Kemudian, musisi lainnya yang muncul dari musik Reggae diantaranya Peter Tosh, Dennis Brown, Paul Simon, Eric Clapton, Lee ‘Scratch’ Perry, Jimmy Cliff, UB40 dan Sizzla Kalonji.

The Harder They Come” besutan Perry Henzell merupakan film Jamaika tahun 1972 yang juga turut menunjang kepopoleran Reggae di Amerika Serikat saat dirilis pertama kali di New York City di tahun 1973 . Di film yang sarat nuansa Reggae ini menampilkan penyanyi Reggae Jimmy Cliff sebagai peran utama sekaligus penyanyi soundtrack dari lagu yang juga berjudul ‘The Harder They Come’.

Sedang di Indonesia, musik Reggae mulai bergaung pada sekitar awal tahun 80an dengan hadirnya lagu Reggae pertama di Indonesia bertajuk ‘Dansa Reggae’ yang dipopulerkan oleh penyanyi Nola Tilaar  lewat album bertajuk sama yakni “Dansa Reggae” yang dirilis ditahun 1983.

Kemudian juga muncul band Reggae Abresso dengan 7 personil asal Papua, Air Mood  dan Delta Lima Lima di acara “Reggae Night” di Taman Impian Jaya Ancol. Bahkan diprakasai oleh Yorries Raweyai, Abreso band menjadi wakil Papua dalam misi perjalanan fort flores bay dalam performance Christmas Island tahun 1986.

Selanjutnya  musik Reggae sendiri mulai sering dikumandangkan  pada sekitar tahun 1986. Band tersebut adalah  Barbet Community, Black Brothers Papua, Black Company sebuah band Reggae yang merupakan gabungan antara Abresso dan Air Mood.

Dalam perkembangannya, musik Reggae di Indonesia mulai banyak diminati dengan bermunculan band dan musisi bergenre tersebut seperti Emergency Reggae Band, Asian Roots (yag terbentuk setelah Black Company bubar), Asian Force, Asian Rasta, Abresso, Jamming, Tony Q Rastafara dengan bandnya Root Rock Reggae. Meski sempat mengalami masa-masa redup sekitar tahun 1990-2000an, perjalanan musik Reggae kembali melesat setelah penyanyi kelahiran Semarang, Tony Q Rastafara merilis album solo bertajuk “Damai Dengan Cinta” di tahun 2000; “Kronologi” di tahun 2003 dan “Salam Damai” di tahun 2005.

Kebangkitan musik Reggae di Indonesia tampak dengan banyaknya band musisi Reggae dari berbagai wilayah di Indonesia yang kembali hadir dan juga band Reggae baru yang tetap bersinar guna mewarnai kancah musik Indonesia. Sebut saja penyanyi asal Mojokerto yakni almarhum Mbah Surip dengan hits ‘Tak Gendong’ dan ‘Bangun Tidur’,  dan almarhum  Imanez  (Jakarta) dengan hits ‘Anak Pantai’, lalu ada Gangstarasta (Jakarta), Ras Muhammad (Jakarta), Steven and Coconuttrezz (Jakarta) yang melahirkan hits ‘Welcome To My Paradise’, Asian Roots (yang kembali dibentuk di tahun 2006 di Jakarta),  Joni Agung & Double T (Bali), Shaggy Dog (Yogyakarta), Marapu (Yogyakarta), Coconut Head (Medan), Souljah (Jakarta), Cozy Republik (Jakarta), Rastafara (Semarang), Pasukan Lima Jari (Jakarta), Cassavara (Wonosobo), Boys N Roots (Bogor), Coffee Reggae Stone (Cicalengka Jawa Barat), Samalona (Surakarta), Amtenar (Lombok, NTB), Momonon (Rangkasbitung,Banten),Teh Manis (Lampung), Makassar Uyee (Makassar), Mekuji Rasta (Makassar), Galarasta (Makassar),Jarang Break (Gorontalo), Jalanan Reggae (Palu), South District Borneo Reggae (Banjarmasin) dan masih banyak lagi. Ada juga  Dhyo Haw (Dio Prasetyo),penyanyi muda berbakat beraliran Reggae (lahir di Tangerang 20 April 1993) yang kini juga mulai naik daun sejak mengawali debutnya dengan merilis album “Always Positive“ (2013) dengan hits ‘Ada Aku Disini’.

Tetap mewabahnya musik Reggae di se antero nusantara, membuktikan bahwa Reggae telah menjadi komunitas musik yang banyak diterima dan dicinta serta telah menjadi tren di Indonesia, terutama dikalangan remaja.

Meski masih ada saja yang berpandangan sinis atau negatif terhadap Reggae, terlebih karena banyak terlihat dari gaya hidup dan penampilannya, namunsejatinya itu bukanlah jiwa Reggae yang sebenarnya. Sejatinya Reggae adalah musik yang membawa perdamaian. Bahkan Tony Q Rastafara pernah menegaskan bahwa Reggae-nya lebih mengutamakan pada cinta damai.

Seperti dikatakan etnomusikolog Jacob Edgar, Reggae merupakan jenis musik yang mudah beradaptasi dengan beragam lingkungan kultural. Terlebih, menurut situs Jamaika terbesar yakni JamaicaSound, Indonesia memiliki pecinta musik Reggae terbanyak, karenanya juga pesan-pesan perdamaian mestinya akan menjadi lebih mudah menyebar di Indonesia melalui musik Reggae.

Dan gelaran bertajuk ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’ yang akan di helat di Stadion Berantas, kota Batu, Malang pada 16 Desember nanti juga akan menjadi upaya dalam rangka menyebar virus virus Reggae yang yang sarat akan salam perdamaian agar semakin mewabah ke seantero Nusantara.

Dan ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’ memang menjadi sarana dalam upaya membuat gebrakan untuk menebar virus virus Reggae Star Festival yang bervisi kultural dan sosial. Gebrakan ini terbersit dari suksesnya perhelatan reggae terbesar dan tereksis di Indonesia bertajuk “Bali Reggae Star Festival” yang telah dilangsungkan untuk kali ke tiga sejak dihelat pertama kali di tahun 2015 lalu.

Istimewanya, melalui gelombang Reggae Star Festival, yang sedari awal digagas Agung Ngurah yang termotivasi dari tantangan Tony Q Rastafara untuk membuat event musik Reggae yang berbeda dan mengandung satu visi besar, maka perhelatan ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’ nanti tak hanya sekedar acara hura hura para komunitas Reggae semata. Sama dengan misi yang diemban sebelumnya di perhelatan “Bali Reggae Star Festival”, yakni selain menyampaikan pesan perdamaian, ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’ juga tetap mengusung visi kultural dan sosial yang bermuatan kearifan lokal.

Jatim Reggae Star Festival 2017’ tak hanya menjadi pesta musik komunitas Reggae, namun juga akan penuh warna-warni Reggae dengan segala aktifitas dan misi positifnya. Tak hanya pertunjukan musik, perhelatan ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’  juga akan disemaraki oleh bazaar food and beverage, merchandise, komunitas dan pesta budaya serta menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata khususnya yang ada di Malang.Terlebih, Malang memang memiliki potensi sebagai kota pariwisata berbasis musik.

Jawa Timur ternyata juga menjadi wilayah kreatifitas musisi Reggae, bahkan hampir semua kota di Jawa Timur ternyata kaya akan musisi Reggae dengan komunitasnya masing-masing. Tak heran bila selain sebagai pesta musik pecinta Reggae, ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’juga  akan menjadi sarana untuk mempersatukan komunitas Reggae yang ada di Jawa Timur.

“Seperti di Malang, beberapa kota lain di Jawa Timur banyak memiliki komunitas band-band Reggae, makanya event Reggae Star Festival nanti akan mempersatukan Jawa Timur di Malang melalui Reggae” harap Bastian musisi asal Malang yang juga pentolan band Reggae Cozy Republik beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bersama musisi musisi Reggae yang mewakili berbagai kota di Jawa Timur diantaranya Geranium Reggae Lumajang, Cah Reggae Jember, Tropical Forest Malang, Malang Dub Foundation, Decky Newrastaman, K2 Reggae, Den Basito, Glorious Friends, RGBSKA, D’Kross, Mamasay Reggae, Kubam dan lainnya, perhelatan ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’juga akan diwarnai dengan aksi musisi –musisi Reggae ternama seperti Tony Q Rastafara, Cozy Republik, Steven Jam dan mantan vokalis band Monkey Boots yakni Denny Frust, serta Topan Rainbow Skanking Belitung.

Dan melalui ‘Jatim Reggae Star Festival 2017’, virus-virus musik Reggae yang sarat pesan perdamaian dengan visi cultural dan sosial memang siap kembali di tebar dari kota Malang hingga bisa mewabah ke seantero Nusantara. (Fjr/dari beragam sumber) | Foto: Google.co.id

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

Pikachu Goyang Dangdut Bareng Happy Asmara, “Kopi Dangdut” Siap Gegerkan Jakarta

JAKARTA — Penyanyi dangdut-pop Jawa Happy Asmara dipastikan menjadi sorotan utama dalam peluncuran album...