BOGOR, Trenzindonesia | Meski namanya sempat meredup dari dunia politik, Tito Sumarsono, musisi kenamaan era ’80s, terus menorehkan keberhasilan di panggung musik.
Setelah menjalani karir politik yang tidak sesuai harapan, Tito kini menemukan panggilan baru sebagai guru musik di sebuah sekolah penyandang disabilitas.
“Saya sempat nyaleg dari Partai Amanat Nasional, tapi gagal menjadi anggota DPR. Ditengah kegundahannya lantaran kegagalan menjadi anggota Parlemen, ada teman yang menawarkan untuk menjadi guru musik. Ya udah, saya terima aja,” ujar Tito Sumarsono yang ditemui dalam acara BOGOR Music’80s di Cafe Hofland Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/07/2022).
Kehadiran Tito di acara BOGOR Music’80s yang dipersembahkan oleh SILVERIAN’86 bekerjasama dengan ILUNI’83 Bogor, tidak hanya untuk menunjukkan kepiawaiannya di dunia musik, tetapi juga sebagai bentuk hiburan bagi penggemar setianya dari komunitas Silverian’86 (Alumni SMA lulusan tahun 1986 se-Indonesia) dan Iluni’83 Bogor (Lulusan SMP tahun 1983 se-Bogor).
Baca Juga:
“Senang bisa menghibur teman-teman Silverian’86 dan Iluni’83 Bogor. Hebat mereka bisa menjaga silaturahmi sesama alumni dan membuat acara musik seperti ini,” ujar Tito Sumarsono dengan raut wajah bangga.
Meskipun awalnya hanya berencana membawakan dua lagu hits-nya, Pergilah Kasih dan Kisah Cintaku, antusiasme dari para penonton membuatnya tampil lebih dari yang dijadwalkan.
“Karena audiensnya meriah dan terus semangat, akhirnya saya memenuhi permintaan mereka. Ini yang membuat saya happy,” kata penyanyi yang sukses dengan tembang-tembang fenomenal lainnya, seperti Untukmu dan Kaulah Segalanya.
Sebagai musisi yang sudah malang melintang sejak era ’80s, Tito Sumarsono mengaku tetap update dengan perkembangan musik. Hal ini memungkinkannya menciptakan lagu-lagu baru yang tetap relevan dan banyak dinyanyikan oleh penyanyi milenial.
“Lagu-lagu baru saya banyak dinyanyikan penyanyi milenial, karena saya memang mengikuti perkembangan musik hingga saat ini,” pungkas Tito Sumarsono. (Fajar)
