Dewi Soekarno
Jakarta, Trenzindonesia.com | Di usianya yang ke-85, Dewi Soekarno (Naoko Nemoto) kembali mengejutkan publik dengan sebuah aksi yang kontemplatif dan penuh makna. Mantan istri Presiden Soekarno ini mengunggah foto dirinya sedang berbaring di dalam peti mati mewah yang dihiasi bunga dan ornamen emas, sebagai bagian dari partisipasinya dalam “Pameran Industri Akhir ke-11” di Tokyo, Jepang, pada 10 September 2025 lalu.
Unggahan di akun Instagramnya tersebut cepat menjadi viral. Dalam foto tersebut, Dewi terlihat tenang dengan riasan yang sempurna, mata terpejam, dan bibir sedikit terbuka, menciptakan kesan dramatis seolah-olah ia sedang beristirahat dengan damai. Empat pria berbusa formal terlihat mengangkat peti mati yang dibalut kain hijau dan emas, dengan bagian dalamnya dihiasi desain yang terinspirasi dari anjing kesayangannya.
“Acara ini berlangsung dalam rangkaian Pameran Industri Akhir ke-11 yang digelar di Ariake GYM-EX, Tokyo, Jepang,” tulis Dewi dalam captionnya.

Ia menambahkan renungan filosofisnya, “Saya percaya, ada satu hal yang tidak dapat dipilih manusia: nama yang mereka terima dari orang tua mereka. Ada juga sesuatu yang tidak dapat mereka lihat sendiri. Itu adalah pemakaman mereka sendiri”
Partisipasinya dalam pameran bertema pemakaman ini tidak hanya sekadar aksi seni, tetapi juga menjadi momen perenungan mendalam baginya. Usai acara, ia mengaku merenungi tentang kematian dan kehidupan. “Setelah kekalahan, aku melihat ke atas bintang-bintang penuh di langit malam, dan suatu hari aku ingin terbang ke dunia dan bersinar terang sebagai eksistensi yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah,” jelasnya .
Aksi ini terjadi di tengah langkah politiknya yang juga menuai perhatian. Awal tahun ini, Dewi Soekarno secara resmi melepas status Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah disandangnya selama 63 tahun, sejak menikah dengan Soekarno pada 1962. Keputusan ini diambil untuk memenuhi syarat mendirikan partai politik dan mencalonkan diri dalam pemilihan umum Jepang 2025 .

Bersama pengusaha dan aktivis hak hewan Hiroshi Horiike, Dewi mendirikan Partai Heiwa 12 (12 Peace Party) pada Februari 2025. Partai ini berfokus pada perlindungan hewan, khususnya anjing dan kucing, dan berambisi melarang konsumsi daging hewan tersebut di Jepang. Nama partai pun punya makna khusus: “Heiwa” berarti damai, sementara angka “12” dilafalkan “wan-nyan” yang meniru suara anjing (“wan”) dan kucing (“nyan”) dalam bahasa Jepang .
Dewi, yang dikenal sebagai Madame Dewi di Jepang, adalah figur kontroversial yang aktif di dunia hiburan dan sosialita. Langkah politiknya ini disebut-sebut sebagai “pertarungan terakhir”-nya untuk memperjuangkan kesejahteraan hewan . Meski telah berusia senja, semangatnya untuk berkontribusi pada masyarakat dan isu yang ia percaya masih membara.
Dari istri presiden yang hidup dalam gemerlap dunia, hingga calon politisi yang berbaring di peti mati untuk merenungkan kematian, perjalanan hidup Dewi Soekarno terus menjadi sorotan. Langkahnya melepas kewarganegaraan Indonesia dan terjun ke politik Jepang adalah babak baru dalam hidupnya yang penuh warna. /Foto: Ig@dewisukarno/
