Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kesadaran Kolektif MCI, Bisnis yang Memanusiakan Manusia

29

JAKARTA, Trenz Lifestyle | Dapatkah niaga dibangun berlandaskan nilai. Dijalankan sebagai proses hidup bersama penuh makna. Dilandasi untuk kesejahteraan hidup manusia.

“Saya yakin bahwa kesejahteraan sosial bisa berjumpa. Dilandasi rasa keadilan berpihak pada yang lemah,” ujar CEO Millionaire Club Indonesia (MCI) Wilson Mandalaputra, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/11/2022).

Itulah spirit yang terus diuji formula terbaiknya dalam berbagai proyek ekonomi yang digagas anak muda Indonesia berprestasi ini.

Relasi adalah bentuk perjumpaan yang selalu mengandung dampak pada semua pihak. Dalam rangka memenuhi kebutuhan diri sebagai bagian dari melengkapi kebutuhan sesama.

Relasi; inilah konsep bisnis Millionaire Club Indonesia (MCI). Sebuah bisnis MLM (Multi Level Marketing) asli Indonesia. Bergerak di industri kecantikan dan kesehatan.

KETERANGAN FOTO : Wilson Mandalaputra, (CEO – MCI), dan Hendra Thiemailattu (Founder & Komisaris MCI) bersama Member MCI, di atas kapal pesiar Cruise Royal Caribbean.

 

MCI kini berkembang di Indonesia dan di beberapa Negara di Asia, seperti Singapore, Taiwan, Malaysia, Brunei Darusalam, dan negara lainnya.

Sebuah pencapaian luar biasa dan bukan hal yang mudah. MCI baru saja membukukan kinerjanya dengan membawa 6000 member (anggotanya) berangkat berpesiar dengan kapal Cruise Royal Caribbean, plesir di Singapore. Muatan kapal yang MCI charter terisi dengan member dan anggota keluarganya.

“Karena pada dasarnya sebuah bisnis adalah perjumpaan antar kebutuhan manusia. Nilai-nilai ini kami formasi sedemikian rupa sebagai pemenuhan masing-masing kebutuhan secara adil dan memuaskan,” ujar Wilson, yang bercita-cita ingin menciptakan kehidupan lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

Berpesiar membawa 6000 member dengan kapal Cruise Royal Caribbean. Sebuah prestasi. Wajar jika kemudian Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di tahun ini mencatatnya sebagai pencapaian luar biasa. MCI dinobatkan MURI sebagai perusahaan penjualan langsung yang memberi bonus naik kapal pesiar dengan peserta terbanyak.

“Integrasi antara empati dengan semangat membangun bisnis sangat dibutuhkan. Sikap jujur dan peduli akan mengundang banyak simpati, relasi, dan membuat orang lain dengan kerelaannya menaruh kepercayaan,” kata Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini.

Tahun 2020 lalu MCI juga mendapat penghargaan MURI sebagai penyelenggara seminar motivasi secara daring yang diikuti anggota MLM terbanyak 6077 peserta. Di tahun yang sama mencatat rekor peserta terbanyak perjalanan wisata ke Korea bersama anggota MLM 4400 peserta.

Tahun 2019 perjalanan wisata ke Vietnam bersama 3300 peserta, dengan sewaan pesawat terbanyak, 16 pesawat. Tahun 2018 dan 2019 perjalanan wisata ke Korea oleh anggota MLM terbanyak 2200 peserta, dan di tahun 2016 Wisata Kapal Pesiar oleh anggota MLM Terbanyak, 1700 Peserta.

“Ini bukan soal kuantitas, melainkan membangun entitas. Bagaimana membangkitkan semangat berbisnis berkeadaban. Menciptakan pribadi ulet, tanggung jawab dan berkualitas. Hingga akhirnya bermuara pada terwujudnya kompetensi kerja,” ujar pengusaha muda kelahiran Surabaya, 23 Mei 1986 ini.

Soal spirit ini Wilson pun menceritakan satu kisah menginspirasi di atas kapal pesiar Cruise Royal Caribbean saat plesir ke Singapore pekan kemarin.

Adalah kisah anggotanya, Jeany Belinda, seorang ibu dari pedalaman yang kehilangan hak asuh anak ketika berpisah dari pasangannya. Ia tidak boleh bertemu anaknya karena alasan miskin. Kedua anaknya sempat dititipkan di panti asuhan.

Jeany Belinda tak patah aral. Ia berjuang keras dan sukses pada bidang usaha MLM di MCI. Saat ini Jeany Belinda sudah memiliki rumah, kendaraan pribadi, investasi emas, tanah lima hektar, dan pencapaian lainnya. Ia juga menerima bonus satu miliar rupiah dari MCI.

“Jadi melalui bisnis ini seorang ibu yang miskin, gaptek, dari kepulauan Mentawai, bisa mengubah hidupnya menjadi pebisnis luar biasa dan meraih sukses,” papar Wilson.

Bukan hanya Jeany Belinda, tetapi ada banyak anggota MLM dalam tim bisnisnya ikut merasakan sukses serupa. Mereka menghasilkan miliaran rupiah pertahun melalui bisnis ini. MCI membuat orang biasa menjadi luar biasa serta dapat memiliki kehidupan lebih baik.

“Dalam perjalanan keluar negeri MCI, kami bersama mitra berlatar belakang berbeda, mulai dari driver ojek Online, tukang pijit, ibu rumah tangga, buruh migran, dokter, pengusaha, dan member lain dengan latar belakang usia, sosial dan pendidikan berbeda. Mereka semua bisa meraih kesuksesan melalui bisnis MCI,” papar Wilson.

Kisah lainnya, cerita Wilson, ada seorang penjual es kacang, di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang setiap hari narik gerobak. Berjualan di tepi sungai di bawah jembatan.

“MCI memberi nilai bonus fantastis bagi member yang serius menjalankan bisnis dengan nilai miliaran diluar bonus harian. Ibu ini bisa naik kapal pesiar jalan-jalan keluar negeri bersama MCI. Bahkan mengajak suami dan tiga anaknya. Luar biasa pencapaian yang diraih,” ujar Wilson.

Tiap perusahaan tentu memiliki skema pencapaian yang bisa diraih distributornya. Namun, kata Wilson, kebanyakan sulit dicapai. Tapi setidaknya MCI sudah terbukti memberikan jutaan tiket trip jalan-jalan gratis keluar negeri untuk member yang berprestasi, selama 12 tahun MCI berdiri.

MCI telah memberikan ribuan reward cash kepada member yang selalu berupaya meraih pencapaian mereka. Sebagai salah satu MLM terbesar di Indonesia, MCI memiliki Graha MCI di Jemursari Surabaya, Kantor di Neo Soho Capital Central Park Jakarta, dan kini sedang membangun MCI Tower di Jakarta.

Masih menyoal plesiran ke Singapore bersama 6000 member dengan kapal Cruise Royal Caribbean, Wilson menikmati rasa keakraban dan kekeluargaan yang begitu kental antar member.

Mereka bisa berangkat bersama dengan keluarga yang memang menjalankan bisnis MCI. Sehingga beraktivitas bersama dalam satu kapal besar menciptakan bonding (ikatan emosional) luar biasa antara satu dengan lainnya.

“Hal ini tentu berdampak bagi mereka yang sudah bekerja keras. Terutama di tengah pandemic covid-19, dan ditutupnya perbatasan Perjalanan keluar negeri sulit dilakukan,” ujar Wilson.

Perjalanan wisata ini memberi warna baru kepada setiap member yang telah berpartisipasi. Pengalaman berbeda, dan sebuah perjalanan sejarah yang mungkin dikenang seumur hidup mereka.

12 tahun MCI mengelola bisnis MLM secara profesional Wilson bersama bisnisnya Hendra Thiemailattu (Founder & Komisaris MCI), bisa membuktikan kepada masyarakat — bahwa mereka mampu mempertahankan MCI tumbuh walaupun dimasa pandemi.

Sejak sekolah di SMP, Wilson Mandalaputra sudah mengenal dunia dagang. Termasuk bisnis MLM dan mengikuti berbagai acara pertemuan MLM.

Wilson Mandalaputra, juga menerima penghargaan sebagai CEO of The Year Tahun 2022, serta penghargaan Young Entrepreneur Under 45.

Bersama pengusaha muda dan lima profesional lainnya, Wilson juga menerima penghargaan dari Yayasan Duta Indonesia Maju dan CEO Business Forum Indonesia atas kontribusi mereka untuk bangsa Indonesia.

Kerja, perkawanan, transaksi, dan segala bentuk perjumpaan bisnis dikembangkan MCI dalam paradigma ketulusan, kebaikan budi, dan cinta kasih. Sekaligus bisnis murni berdasarkan relasi manusiawi yang memberi ruang pada kedewasaan, kemandirian, dan kehidupan bersama dengan adil.

Etika dasar semacam ini tak hanya bergema sebagai dogma agung bagi Wilson Mandalaputra, Hendra Thiemailattu, dan semua relasinya. Melainkan menjadi sikap batin dan kesadaran kolektif yang menjelma dalam tindakan nyata, yaitu; bisnis yang memanusiakan manusia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.