JAKARTA,Trenz Lifestyle | Sejak remaja, Thina Suteki sudah hobbt mendisain sepatu. Sebuah aktivitas kreatif yang kemudian berkembang jadi lahan bisnis menggiurkan. Bahkan sepatu karya Thina sudah menjadi kolek selebritas papan atas.

“Saya memang demen mendisain sepatu sejak remaja, karena saya pikir bisnis sepatu bisa saya jadikan lahan bisnis menggiurkan, maka saya tekuni dan alhamdulilah bisa seperti sekarang,” ujar Thina ketika ditemui trenzindonesia.com usai acara Rhapsody Ramadan di hotel 101 Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Jumat (8/4/2022)
Suteki, begitu ia memasang merek sepatunya, sebagian karyanya sepatu wanita berhak tinggi dengan disain elegan.
“Saat mendisain pesanan sepatu, selalu saya sesuaikan dengan karakter orangnya dan profesi yang bersangkutan,” kata Thina ramah.
Wajar saja kalau sepatu karya Thina diminati selebritas seperti Inul Daratista, Agnes Monica, Jesika Iskandar, Via Vallen, Tanti Kotak, Cua Kotak, Zazkia Gotik dan juga Ita Purnamasari.

“Seperti mbak Ita Purnamasari, meski beliau seorang rocker namun beliau kan beauty dan lembut pembawaannya. Beda dengan sepatu mbak Inul yang penampilan atraktif dan banyak gerakannya,” jelas Thina panjang lebar.
Meski ber hak tinggi, sepatu hasil disain Thina tetap nyaman dipakai saat beraktivitas, selain disainnya yang disesuaikan dengan karakter orangnya, bahannya kulit premium yang didatangkan dari Luar Negeri, seperti dari Itali, China dan tentunya dari Jawa.
“Karena kualitas kami jaga, bahannya mesti premium dengan begitu sepatu nyaman dipakai setiap saat,” tegasnya.
Untuk menunjukan kualitas sepatu Suteki dan bisa bersaing deng brand mancanegara, Thina menggelar fashion di ajang New York Fashion Week.
“Sambutan pengunjung New York Fashion Week antusias terhadap produk Suteki. Sayang Pandemi, jadi kami tidak bisa partisipasi lagi,” ujar Thina
Sebelum Pandemi Covid 19 mewabah Thina Suteki Shoes buka outlet di beberapa mall papan atas, namun sejak Pandemi omsetnya turun drastis bahkan nyaris kolap.
“Karyawan saya tinggal dua orang dari sebelumnya puluhan, beberapa toko kami tutup, karena tidak bisa menutupi biaya operasional.” Katanya dengan nada sendu.
Meski usahanya kembang kempis, Thina mencoba bertahan, apalagi kondisi PPKM sudah longgar dan bisnis mulai berjalan.

“Saya berharap kondisi PPKM terus longgar sehingga kami pelaku usaha bisa kembali menjalankan usahanya,” ujarnya
Salah satu upaya untuk kembali membangkitkan bisnis sepatunya, Thina bersama pelaku UMKM menggelar event Rhapsody Ramadan UMKM Masuk Hotel 101.
“Kami bersama teman pelaku UMKM bersepakat membuat event yang sekiranya bisa menggairahkan kembali roda usaha kami,” pungkas Thina Suteki (Buyil) | Foto: Buyil & Google.com
