Trenz Indonesia
News & Entertainment

Berbagi Kasih, Senandung Balada dari Kanoman

Cheppy Brego

271

Yogyakarta, Trenz Corner | Lirik dan nada lagu ‘Berbagi Kasih’ mengetuk dinding Kasultanan Kanoman Cirebon, menyelinap diantara keriuhan pasar Kanoman dan menghampiri Cheppy Iriawan atau yang lebih dikenal dengan nama Cheppy OI (baca Oyi). Seorang penyanyi balada dengan karakter vocal yang berat dan empuk.

Kiprah nya di dunia musik dipertegas dengan aktif nya Cheppy dalam komunitas OI (Orang Indonesia) di kota Cirebon. Penampilan nya yang sederhana dan bersahaja memiliki kharisma yang ter-akulturasi dari dua aspek kehidupannya yang unik dan istimewa.

Sebagai kerabat keraton dan masuk dalam struktur keluarga kasultanan Kanoman karena menikahi putri Arimbi, adik dari Sultan Kanoman XXII, Cheppy sangat memahami seluk beluk tradisi Kasultanan serta sejarah kota Cirebon termasuk kehidupan masyarakat didalamnya. Karena memang sepak terjang musik nya dimulai dari musisi yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

Semangat Indonesia kembali ditangkap sebagai suatu panggilan keakraban untuk ikut partisipasi dari aspek jati dirinya sebagai pelaku dan pecinta musik. Terlacak dari lagu karya nya berjudul ‘Tradisi’, dirilis tahun 2015 lalu, menjadikan momentum seorang Cheppy Brego (nama yang belakangan kemudian dilekatkan padanya) sebagai musisi balada yang peka dalam memotret realita kehidupan disekitarnya dari perspektif sosial dan budaya.

Berbeda dari tiga partisipan musisi sebelumnya yang ikut mengapresiasi lagu ‘Berbagi Kasih’ dalam genre musik yang berformat multi instrument. Cheppy Brego menyanyikan lagu hanya dengan gitar akustik dan harmonika khas musisi balada. Dalam khasanah musik balada, warna vocal atau timbre dari penyanyi nya menjadi identitas atau karakter yang sangat berpengaruh terhadap bagaimana gaya menyanyikan sekaligus menyampaikan maksud lirik didalamnya. Sebut saja nama, Leo Kristi, Gombloh, Ebiet G Ade, Franky Sahilatua serta Iwan Fals tentunya.

Kekuatan vocal dari Cheppy dalam melantunkan lirik-lirik lagu ‘Berbagi Kasih’ dengan diiringi petikan gitar yang dimainkannya sendiri seakan menembus dinding bisu kasultanan Kanoman, sebagai saksi guratan sejarah panjang kota Cirebon yang haru biru atas nama singgasana kekuasaan, begitu pula yang terjadi dalam konstelasi politik di negara kita hari ini.

Dalam kegundahan seorang putra daerah yang terikat erat dengan akar budaya nya Cheppy bernyanyi seperti melepaskan seluruh kerinduannya akan suatu cakrawala yang sejahtera dan mengagemi tatanan nilai-nilai budaya, berharap kebahagiaan segera menghampiri dan mengajak kembali kepada diri kita yang sejati. Dipenghujung lagu Cheppy memainkan harmonika nya seperti menjauh menghampiri fajar yang menyingsing di garis pantai Indonesia yang akan kembali terbit.

Mungkin memang melalui musiklah kita masih bisa membangkitkan getaran-getaran cinta dan kasih untuk saling peduli, saling menyapa diantara sesama walaupun terpisah oleh jarak dan terbelenggu oleh situasi pandemi hari ini yang  entah sampai kapan akan berakhir, hanya Tuhan dan semesta yang bisa menjawab. Bagaimanapun itu sudah pernah terucap oleh seorang seniman perupa ekspresionis Jackson Pollock melalui salah satu quotes nya “love is a friendship set to music

Tabik, salam budaya. (Hery Machan)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.