Trenz Indonesia
News & Entertainment

IRW LIRA dan LMKN Bersatu Melawan Kartel Industri Musik dan Televisi

201

JAKARTA, Trenzindonesia | IRW LIRA mengajak LMKN  untuk bersama-sama memerangi kartel industri musik dan televisi yang telah merampas hak para pencipta lagu serta melanggar Undang-Undang Hak Cipta.

HM. Jusuf Rizal, Ketua Umum IRW LIRA

“Hak moral dan ekonomi para pencipta lagu telah banyak dipermainkan, dirampas, dan bahkan diperkosa oleh kartel industri musik dan televisi selama ini. Kita harus melindungi dan memperjuangkan hak-hak mereka yang telah dilanggar. LMKN tidak boleh melindungi kartel,” tegas HM. Jusuf Rizal, Ketua Umum IRW LIRA, kepada media trenzindonesia.com, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ajakan untuk melawan kartel industri musik dan televisi yang nakal dan melanggar Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 tersebut disampaikan oleh Jusuf Rizal, seorang pria berdarah Madura-Batak, saat menerima Ketua LMKN, Darma Oratmangun, dan pengurus LMKN lainnya, seperti Jon Maukar, Yessy, dan lainnya, di Sekretariat IRW LIRA di Cibubur, Jakarta.

IRW LIRA dan LMKN Bersatu Melawan Kartel Industri Musik dan Televisi
Ketua LMKN, Darma Oratmangun

Menurut Jusuf Rizal, yang juga menjabat sebagai Presiden LSM LIRA Indonesia, saat ini banyak pelanggaran hak moral dan ekonomi para pencipta lagu yang terjadi, dan mereka dimanfaatkan oleh kartel industri musik dan televisi. Para pencipta lagu sering kali menjadi korban yang miskin sementara kartel menjadi kaya.

Untuk itu, Jusuf Rizal mendukung semangat Ketua LMKN, Darma Oratmangun, dalam melawan kartel industri musik dan televisi di Indonesia, yang diduga mendapatkan dukungan dari politikus korup. Mereka telah menjadikan pencipta lagu sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan bagi mereka.

“Kita tidak boleh membiarkan para pencipta lagu berjuang sendirian melawan kartel musik dan televisi Indonesia. Indonesian Royalty Watch (IRW) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) harus bersatu untuk melawan ketidakadilan ini,” tegas Jusuf Rizal, yang juga merupakan Ketua Relawan Jokowi-Amin The President Center dalam Pemilihan Presiden 2019.

Jusuf Rizal menyatakan bahwa pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta harus diproses secara hukum, baik dalam ranah perdata maupun pidana. Mereka yang melakukan pelanggaran harus dihukum untuk memberikan efek jera, termasuk mereka yang memanipulasi, mengutip, atau tidak menyalurkan royalti para pencipta lagu sebagaimana mestinya.

IRW LIRA dan LMKN Bersatu Melawan Kartel Industri Musik dan TelevisiDisebutkan bahwa saat ini puluhan pencipta lagu telah melaporkan dugaan pelanggaran hak moral dan ekonomi oleh industri televisi kepada LBH LSM LIRA. Dalam waktu dekat, semua industri televisi yang melanggar Undang-Undang Hak Cipta akan menerima somasi.

Sebelumnya, terkait pelanggaran hak moral dan ekonomi, pencipta lagu Kasih, Richard Kyoto, telah meminta LBH LSM LIRA agar Televisi Indosiar membayar kompensasi sebesar Rp. 1 miliar. Namun, setelah musyawarah, disepakati kompensasi sebesar Rp. 300 juta.

LBH LSM LIRA juga telah melayangkan somasi kepada Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, atas dugaan pelanggaran hak cipta dan pembajakan. Selanjutnya, Bos Trans TV, Chairul Tanjung, juga akan segera menerima somasi terkait dugaan pelanggaran hak moral dan ekonomi para pencipta lagu,” ujar Jusuf Rizal, seorang kader Nahdlatul Ulama (NU). (PR/Fjr) | Foto: Dok. Dandung Bondowoso

Leave A Reply

Your email address will not be published.