Trenz Indonesia
News & Entertainment

Iwan Fals dan Radhar Panca Dahana : Karena Dia Di LALUKAU

Pentas Multi Media Teater Kosong

526

Jakarta, Trenz Music | Apa yang terjadi ketika Iwan Fals dan Radhar Panca Dahana berkolaborasi? Pertama, kita akan tergugah untuk instrospeksi diri. Kedua, kita akan termotivasi untuk kritis menyikapi situasi sekitar. Ketiga, kita akan disadarkan bahwa butuh kreativitas untuk mengartikulasikan kritik sosial, agar publik lebih leluasa mencerna. Dengan demikian, kritik sosial akan lebih luas gemanya serta lebih kuat daya gedornya. Hal itu semakin memungkinkan kritik sosial menjadi instrument perubahan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kita tahu, Iwan Fals adalah musisi yang teguh menyuarakan kritik melalui musiknya. Kita juga tahu, Radhar Panca Dahana adalah budayawan yang tak pernah gentar melontarkan kritik sosial melalui puisi, cerita pendek, esai, serta pertunjukan teaternya. Pada Rabu (19/02/2020) malam, kita leluasa mencerna paduan kritik sosial dari Iwan Fals dan Radhar Panca Dahana di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Selain Radhar Panca Dahana dan Iwan Fals, penampil lain yang ikut menggemakan pentas Teatrikal ‘Puisi” Spiritual “LALUKAU” adalah Deddy Mizwar dan Niniek L Karim.  Selain itu adapula Aning Katamsi, soprano kondang, yang ikut memperkuat panggung sastra ini bersama Bianglala Voices. Plus musik orkestrawi dari pemusik Teater Kosong, Yaser Arafat ensemble.

Dalam pentas Teatrikal ‘Puisi” Spiritual “LALUKAU”, yang dihelat selama dua hari yakni 18-19 Februari di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, tersaji 20 puisi karya Radhar Panca Dahana yang dipertunjukan dengan beragam eksplorasi kreatif.

Puisi karya Radhar Panca Dahana berjudul “Karena Dia” dinyanyikan dengan penuh daya pukau oleh Iwan Fals. Kolaborasi kritik mereka menjadi padu. Menjadi lebih berdaya. Lebih menggema. Dua kekuatan menyatu, mendobrak kemapanan. Ratusan publik yang hadir di Gedung Kesenian Jakarta malam itu, merasakan gedoran yang penuh daya pukau. Di era digital kini, publik yang tak sempat hadir di Gedung Kesenian Jakarta, tentu juga akan merasakan gedoran yang sama melalui share to share di berbagai platform media sosial.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gedoran Iwan Fals dan Radhar Panca Dahana malam itu menjadi bukti eksplorasi kreatif dari event Teater Kosong yang bertajuk LALUKAU. LALUKAU adalah judul buku kumpulan puisi Radhar Panca Dahana yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2020 ini. Secara keseluruhan, event Teater Kosong ini sarat dengan kritik terhadap negeri kita, yang juga sarat dengan masalah dalam menghayati spiritualitas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagaimana diungkapkan Radhar Panca Dahana pada Rabu (19/02/2020) malam itu, pentas ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap kehidupan bermasyarakat berbangsa di negeri ini, terutama dalam kehidupan spiritual. Radhar Panca Dahana menjadi Sutradara pertunjukan secara keseluruhan. Puisi, musik, serta ranah multi-media dikolaborasikan Radhar Panca Dahana menjadi kesatuan kreativitas yang padu. Sungguh menggedor serta memukau. (Isson Khairul & Fajar)| Video: Isson, Foto: Fajar

Leave A Reply

Your email address will not be published.