Trenz Indonesia
News & Entertainment

Konser LCLR PLUS 2: Menolak Lupa Kejayaan Pop Kreatif Indonesia

Siap Digelar 15 Februari 2019 Di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki

381

Jakarta, Trenz Music | Dalam sebuah majalah, seorang pengamat musik sohor saat itu, mengatakan, musik pop Indonesia era paruh 70-an warnanya cenderung sama yakni kesederhanaan dalam melodi, akord, hingga pola penulisan lirik lagunya. Kemudian komentarnya lagi, bahwa telah terjadi sebuah pendangkalan tema dalam musik pop kita. Cenderung tunggal nada, yang berujung tidak adanya terobosan baru.

Beruntung sebuah radio anak muda yang mangkal di Jalan Borobudur Menteng, Prambors, mendobrak stagnasi dalam industri musik pop seperti yang dikatakan sang pengamat. Mereka merubah tatanan yang cenderung memihak pada sisi komersial belaka. Kemudian, tepatnya mulai 1977 hingga era 80an, mereka mengukir sejarah baru dalam industri musik pop Indonesia dengan menggalang potensi kreatifitas anak muda dalam penciptaan lagu, lewat Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors.

Dari ajang LCLR inilah, lahir sederet pencipta lagu yang memiliki karakter berbeda dengan musik pop saat itu. Dan, mereka akhirnya memberikan kontribusi terhadap konstelasi musik pop Indonesia. Sebut saja, James F Sundah, Baskoro, Chris Manuel Manusama, Harry Sabar, Ingrid Widjanarko, Jockie Surjoprajogo, Keenan Nasution, dan banyak lagi. Begitu juga, karya lagu dari ajang LCLR pun hingga kini masih bergaung dimana-mana seperti ‘Lilin-lilin Kecil’, ‘Kidung’, ‘Khayal’, ‘Apatis’, ‘Menepis Bayang Kasih’, dan lainnya.

Ajang LCLR boleh saja berlalu. Tapi jangan palingkan sejarah, apalagi menolak lupa bahwa karya musik dan lagu dari peserta LCLR saat itu harus dicatat dalam memori kolektif pencinta musik saat ini sebagai babak baru dimulainya era musik pop kreatif Indonesia. Kini, setelah sekian puluh tahun kita harus bersyukur, XI CREATIVE – The Promotor yang sukses dengan Konser LCLR PLUS 1 di tahun 2015, kembali memutar ulang kebangkitan pop kreatif Indonesia lewat konser lanjutan LCLR PLUS 2 pada hari Jumat, 15 Februari 2019 mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM).

XI CREATIVE – The Promotor yang juga berhasil dan sukses dengan menyuguhkan perjalanan musikal Yockie Suryo Prayogo; “KONSER SUPERGROUP” yang menampilkan God Bless, GIGI, Krakatau, Kahitna dan So7; serta KONSER Candra Darusman – THE PIANO MAN. ”Gelaran Konser LCLR PLUS 2 ini menjadi ajang pembuktian sejarah kebangkitan musik pop kreatif sekaligus penghormatan kepada para kreatornya karena begitu banyak karya abadi mereka hingga saat ini,” jelas Irman Alvian Zahiruddin sebagai Chairman XI CREATIVE – The Promotor.

Konser LCLR PLUS 2 nantinya akan menampilkan beberapa pelantun asli lagu-lagu LCLR yang berbaur dengan penyanyi-penyanyi muda. Line up terdiri dari Trie Utami, Ruth Sahanaya, Keenan Nasution, Dira Sugandi, Ikang Fawzi, Imaniar & Iromy Big Kids, Dhenok Wahyudi, Andi /rif, Rian D’Masiv, The KadriJimmo, Djajusman, Chaseiro All Stars, HIVI!, 3 Composers, Aya Anjani, Vira Talisa, dan diperkuat pula oleh PSM UI Paragita. Sedangkan music director diserahkan kepada musisi senior Indro Hardjodikoro yang juga menggarap musik KONSER LCLR PLUS di tahun 2015.

“Meski tujuannya lebih banyak untuk sosial, namun kami selalu ingin mempersembahkan tontonan musik yang bermutu. Detil pertunjukan kami perhatikan supaya tetap enak ditonton, dan yang paling terpenting mampu mengusung roh pop kreatif yang fenomenal di masa itu. Penonton bakal diajak memutar kembali kenangan indah bersama lagu-lagu memorable, dan bersama-sama melantunkannya,” timpal Kadri Mohamad selaku tim kreatif dari pihak promotor.

Sejumlah lagu-lagu LCLR Prambors yang belum sempat disuguhkan pada KONSER LCLR PLUS pada 2015 lalu akan dipersembahkan dalam KONSER LCLR PLUS 2, termasuk beberapa lagu pop kreatif lain di luar produk LCLR Prambors yang sezaman. Penonton akan disuguhi beberapa lagu seperti; ‘Asmaraku Asmaramu’, ‘Kala Sang Surya Gemilang’, ‘Cahaya Kencana’, ‘Jelaga’, ‘Mahajana’, ‘Hotel Des Indes’, ‘Sepercik Air’, ‘Sapta Semesta’, ‘Negeri Surgawi’, ‘Serasa’, dan masih banyak lagi.

Untuk tata suara diserahkan kepada DSS dan tata cahaya kepada Lemmon.id yang mana ke duanya memiliki reputasi unggul di bidangnya masing-masing. Sedangkan penjualan tiket diserahkan kepada Loket.com yang telah berpengalaman menangani penjualan tiket perhelatan besar di Indonesia. Tiket yang dibandrol seharga Rp 1,5 juta (VVIP) dan Rp 500 ribu (Silver) juga dapat diperoleh melalui kontak WA +62 811 841 411 (Nanen).

“Suguhan kami kali ini sekaligus ingin mengajak masyarakat sejenak merenung kembali betapa dasyatnya potensi kreatifitas musik anak muda Indonesia sejak dulu dan berlanjut hingga sekarang. Mari lupakan perbedaan yang akhir-akhir ini mewarnai kehidupan sosial bangsa, jangan korbankan potensi mereka dan kita dorong bersama kreatifitas anak negeri agar musik-musik bermutu bisa tampil ke muka dan berkiprah di dunia internasional,” pungkas Irman penuh harap.(Edo / TrenzIndonesia)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.