Trenz Indonesia
News & Entertainment

Telat Bayar Cicilan Mobil Orangtua. Addie MS: Sempat Kesel, Ternyata Untuk Sukses Harus Disiplin

494

Jakarta, Trenz Music I Addie MS sejak lulus SMA sudah mandiri, tidak mau dibiayai kuliah oleh orang tuanya. Ia pun memilih ngamen untuk bisa memperdalam ilmu bermusik. Untuk beli buku-buku seputar musik, Addie lebih memilih pinjam uang sama tantenya, ketimbang minta sama orang tua kandungnya, Bandi Sumaatmadja – Sri Wahyuni.

“Gak tahu, saya sejak lulus SMA merasa kalau passion di dunia musik.  Makanya saya pilih tidak melanjutkan kuliah seperti adik-adikku,” ujar Addie MS kepada Trenzindonesia.com saat menjadi narasumber Oh My Gigs Budy Ace, berlokasi di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (22/5).

Sejak melahap buku-buku seputar musik klasik, ayah kandung dari Kevin Aprilio ini, makin meyakini kalau dunia musik sebagai profesinya. Dan musik orkestra menjadi pilihannya, meski eklusif dan tidak familiar di masyarakat. Tapi Addie akui, kalau dirinya bisa eksis dan bisa menjadi sandaran hidup keluarganya.

Karenanya, ketika Vina Panduwinata membuat album “Citra Pesona” dan Addie diminta produser Jackson Record untuk menggarap musiknya.  Namun saja, Addie mengajukan persyaratan tersendri, musik pengiringnya orchestra. Musik yang pada tahun 80-an belum populis di Indonesia. Belum lagi biayanya yang tidak murah, membuat produser keberatan.  Tapi suami penyanyi Memes tidak menyerah begitu saja, sekalipun tidak menerima honor, lantaran honornya untuk nambahi biayai produksi orchestra di Philippina.

“Saya tanya sama produser, soal honor, setelah tahu dan saya itung ternyata honor bisa memproduksi musik orchestra, saya bilang ke produser, kalau honor saya untuk membiaya produksi musik di Philippina,” ungkap Addie, salah satu pendiri Twilite Orchestra.

Pilihan tersebut, Addie menyimpan feeling kalau suara dan lagu-lagu Vina diiringi dengan orchestra, pasti akan semakin istimewa.  Hasilnya terbukti, album “Citra Pesona” meledak di pasaran, hingga berujung Addie MS pun diganjar bonus US$1,000.

“Dengan bonus itu, langsung saya gunakan untuk memperdalam musik di Amerika,” kenang Addie.

Yang membuat Addie MS bangga dengan kariernya sebagai musisi, karena ia bisa membeli impiannya meski langkah karier belum secemerlang sekarang.  Apalagi kala itu, Addie akui, dibanding saudaranya yang mengenyam bangku kuliahan.

“Yang membuat saya bangga, meski nggak kuliah, tapi saya bisa membeli mobil sendiri dari hasil bermusik. Dan saya anak pertama yang bisa membeli mobil hasil jerih payah sendiri,” katanya bangga.

Terlebih yang membuatnya bangga, Addie menceritakan, mampu membeli mobil Ford klasik keluaran Amerika yang menjadi impiannya, dari orang tua kandungnya.

“Saya pikir dengan saya ngomong kepingin membelj mobilnya, Papa langsung kasih gratis. Karena saya kan nggak kayak adik-adik yang minta biaya kuliah. Ternyata Papa tetap pada komitmennya, kalau saya harus mencicil untuk mobil itu,” kenang Addie kelahiran jakarta, 7 Oktober 1959 ini.

Selanjutnya Addie menambahkan, hikmah dibalik sikap keras agar mencicil mobil kesayangannya. Lebih kepada agar dirinya bertanggungjawab dengan apa yang sudah menjadi komitmennya dan belajar disiplin

“Papa tuh orangnya disiplin, terlambat satu hari cicilannya, langsung nagih. Awalnya sempat kesel, kok sama anak sendiri, tetap nagih tepat waktu. Dan sekarang saya baru menyadari, kalau mau jadi orang suskes harus bekerja keras dan disiplin,” tutup Addie MS sambil menebar senyuman.

Leave A Reply

Your email address will not be published.