Trenz Indonesia
News & Entertainment

The Best Bonanza, Bukan Sekedar Dongeng Belaka

417

Jakarta, Trenz Music | Mini album “The Best Bonanza” menjadi karya unik dari proyek kolaborasi antara Imagination Music dan Matadewi Management yang beralifiasi dengan Kanal Kabarhiburan, Kabartainment serta channel  Senandung Syair Religi  Tv (SSR Tv).

Dibilang unik,karena lagu lagu yang diciptakan di era tahun 1981 hingga tahu 2019 dalam format digital ini, lahir dari  “Perkampungan Bonanza“. Tepatnya, di bilangan Pisangan Lama III Jatinegara, Jakarta Timur.

Akan tetapi, jangan coba coba cari nama Bonanza  di wilayah tersebut. Garansinya, tak akan pernah ketemu, sebab tak terdaftar dalam tertib administrasi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Lain halnya dengan Bonanza yang ada di Kabupaten Sanguache County, Colorado, Amarika Serikat. Jumlah penduduk, luas wilayah hingga suhu terendah dan tinggi, rapi catatannya.

Bonanza di Pisangan Lama sekedar nama yang notabene dijuluki oleh sebagian penduduk remaja kolot setempat, untuk sekedar kongkow kongkow alias nongkrong, ‘ngupi  ngupi’ bareng di bibir gang, pinggiran jalan, hingga ke beranda rumah yang saling berhimpitan.

Tak akan habis ribuan novel mencetak napas kehidupan di Bonanza. Manis, pahit dan getir hanya manusia di sana yang merasakan dan  memaknainya sendiri. Bersyukur,  yang tetap bertahan dan hengkang dari Bonanza, sudah pada makmur. Seperti, kata Bonanza itu sendiri,  diambil dari bahasa Spanyol, artinya kemakmuran.

Lahirnya lagu ‘Gagal dan Gagal lagi’, tercipta sekitar tahun 1987- 1989 bukan lagi bicara soal makmur atau kemakmuran, melainkan  ‘secuil’  dari  BAB atau Pasal yang terpisah dari kisah kasih di Pisangan “Bonanza” Lama III. Kisah ini, bukan sekedar dongeng belaka. Ya, begitu adanya, sulit dicerna oleh nalar.

Dan, lagu ini pernah di bawa keliling, ngamen ke “perkampungan” sebelah, Kayumanis, Jatinegara dan sekitarnya di tahun 1989 – 1990 an, bersama ustadz Rohadi dan Uway Ramlan untuk mencari jati diri dan “kemakmuran”, jika tak dibilang cari  barokah Nya dalam kehidupan.

Sementara, lagu ‘Malam Ini’  diciptakan oleh Black Baladika (tahun 1988 – 1989), di senandungkan oleh Imam M. Nizar dan Irfan Firdaus. Ceritanya lebih unik lagi. Hal ini diperuntukan buat si gadis berdarah ningrat yang keberadaanya tak jauh dari masjid Nurul Amal, masih di Bonanza.

Black Baladika

Lewat lagu ini, Black Baladika mengungkapkan rasa kerinduannya bertubi tubi pada cinta yang tak pernah sampai. Maka, ia pun bersama teman lainnya, sambil gitaran, kerap menyuarakan lagu tersebut  selepas senja hingga menjelang fajar di samping masjid. Berharap, didengar oleh sang gadis. Hem…..

‘Anggraini’ bukan sekedar nama. Menurut penciptanya, Rohadi, kerap di sapa Roro, lagu Anggraini terinspirasi dari dua sosok wanita yang kebetulan, nama belakangnya ada kata Anggraini. Tentunya, dua sosok yang ditemui Roro dalam kurun waktu nyaris berbeda,  seperti cerita cerita fiksi cerpen atau novel. Good Performance:  putih, mulus, tinggi semampai. Nyaris sempurna kecantikannya. Syarat ini, mutlak dijadikan oleh Roro untuk di tulis dalam kumpulan puisi, hingga ke lirik lagu. Ya ya ya….

Buat Heri Widharto, yang belum lama ini membawakan dan menciptakan lagu religi ‘Melangit Bersama’, dari kumpulan puisi Kang Maman Suherman , untuk lagu ‘Kau Yang Terindah’ (2019) kali ini terinspirasi dari penantian yang lama mencari cinta hingga tahun 2003. Dan, akhirnya menemukan sosok yang merubah segala kehidupannya jadi lebih indah dan sempurna. Kini, mereka merakit  biduk kecil mengarungi kehidupan itu bersama.

Heri Widharto

Sementara, untuk lagu ‘Janji Palsu’ yang diciptakan dan dibawakan oleh  Risfan Bally Pratama Hanavi sebagai generasi kedua dari Bonanza ini, paling tidak syair lagunya punya cerita yang mirip mirip dengan lagu sebelumnya. Ada cerita nyata dan fiksi yang dirangkai jadi lagu, ‘Janji Palsu’. Asal jangan banyak janji ya he he he….

Semua lagu dalam mini album ini di arransemen tahun 2014 dan  2019 oleh Alang Mjk Borneo, Sound Engeneering, Jupri Vints Studio.Design Grafis Ahmad “Nova” Syarifudin. Asisten IT dan Hubungan Media Sosial, Heri Widharto Eksekutive Producer, Imam M.Nizar.

Harapan dari penggagas karya,  semoga mini album The Best Bonanza ini dapat diterima oleh masyarakat penikmat industri musik dan  platform music digital pada umumnya. (Fjr)

 

Mini Album The Best Bonanza

  1. Gagal dan Gagal Lagi, Vocal dan Cpt: Imam M Nizar
  2. Kau Yang Terindah, Vocal dan Cpt : Heri Widharto
  3. Malam Ini, Vocal : Imam M Nizar & Irfan Firdaus, Cpt : Black Baladika
  4. Janji Palsu, Vocal dan Cpt: Risfan Bally Pratama Hanavi
  5. 5 Anggraini, Vocal: Imam M Nizar Cpt : Rohadi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.