Malang, Trenz Otomotif I Semenjak pelepasan Bro Andra dan Bro Donay dari dealer Kawasaki Kawansakti Bekasi, Sabtu (23/1) pagi lalu, duo peturing yang mengangkat titel “Ride For Friendship” boleh jadi telah mengaspal sejauh sekitar 1.075Km hingga kota Malang, Jawa Timur.
Seperti halnya Bandung dan Solo, duo VOIDER (sebutan members Versys Owner Indonesia) di kota Malang pun melakukan Meet n Greet dengan VOID Jawa Timur. Selanjutnya Bro Andra dan Bro Donay kembali harus meneruskan perjalanan bermotornya. Mereka memilih untuk melintas lautan pasir yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Trenzindonesia.com sebagai media partner “Ride For Friendship” Selasa (26/1) siang menerima kabar gembira, pasangan peturing yang menggunakan ‘kuda besi’ Kawasaki Versys X250 berhasil menembus Segoro Wedi (lautan pasir). Diakui Bro Andra, mengawali dari Jemplang, Teletubbies, Cemoro Lawang. “Gokilz… benar-benar gokilz bawa motor ditambah hard pannier dan side top box ngak kebayang beratnya, terus kita berdua harus melintas puluhan kilometer jalan yang 100 persen pasir. Mau nggak mau kita bersama motor harus goyang dombret. Tapi asik dan benar-benar asiklah,” papar Bro Andra senang.

Melintas di Segoro Wedi, tercatat ±17Km dalam Google Maps, Bro Donay menceritakan, beruntung tak menghadapi hujan, sehingga walau ‘menari’ bersama motor. “Alhamdulillah ngak dikasih hujan meski harus menghadapi cuaca yang cukup dingin dan kabut. Andaikan saat berada di lautan pasir sampai hujan, nggak kebayang kesulitan yang akan dihadapinya,” celetuk Bro Donay, mengakui selepas Bromo harus menikmati guyuran hujan saat mengaspal hingga kota Jember, Jawa Timur.
Masih soal keberuntungan bisa melintas di lautan pasir, sebab kawasan TNBTS berkaitan dengan perayaan Wulan Kapitu secara resmi mengumumkan hari bebas kendaraan selama 3 hari, yakni pada saat Megeng 13 Januari 2021, Mbabar Alit 29 Januari 2021, dan Mbabar Ageng 12 Februari 2021 mendatang.

Wulan Kapitu yakni salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi, sebagai penghormatan terhadap adat dan budaya, kearifan lokal masyarakat Tengger sekaligus momentum untuk memulihkan ekosistem Kawasan Bromo dan sekitarnya. Kecuali yang diperbolehkan melintas Sedoroo Wedi para pejalan kaki, persepeda, penunggang kuda.

Masih perihal Segoro Wedi yang menjadi pilihan lintasan riders “Ride For Friendship” diungkapkan Bro Andra, kawasan TNBTS merupakan salah satu destinasi keindahana pesona Indonesia. “Juga dari lautan pasir bisa dijadikan ajang untuk mengukur performa motor dan beberapa produk yang mendukung turing seperti hard pannier-nya Badak Hitam kuat ngak menahan kalau motor jatuh atau tankbag-nya 7Gear bagus ngak menahan debu pasir atau siraman air hujan dan produk-produk lainnya,” papar pemilik akun IG @andrabells ini.

Kota Jember menjadikan hari ke-5 “Ride For Friendship”. Bro Donay menuturkan, sejak kemarin hujan menjadi teman perjalanan, begitupun Bromo – Jember. “Iya karena memang musim hujan, terus mau gimana lagi. Pilihannya hajar aja bleh..!” singkat Bro Donay berkabar lewat WhatsApp kepada Trenzindonesia.com, Selasa (26//1) sore lalu.
Sementara itu, meski tersisa ±120Km, jarak tempuh Jember – Ketapang, dan pasangan peturing anggota VOID Chapter Bekasi meninggalkan Pulau Jawa untuk selanjutnya menumpang feri dan singgah di Pulau Bali. Namun Bro Andra dan Bro Donay lebih memilih untuk bermalam di kota Suwar-Suwir julukan kota Jember ini. Alasannya? “Kalau mau dipaksakan iya bisa saja. Hanya dikembalikan safety riding nomor satu. Apalagi kita inikan turing, bukannya race. Iya ngak?” kelakar bro Andra mesam-mesem. [Foto-foto: Dok RFF).
