Jakarta, Trenzindonesia.com | Di balik tradisi medali emas yang konsisten, cabang olahraga menembak DKI Jakarta ternyata masih berlatih dengan keterbatasan fasilitas. Kini, angin segar berembus setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen membangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat, termasuk rencana penyediaan lapangan tembak permanen dan gudang senjata berstandar nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Pengurus Provinsi PERBAKIN DKI Jakarta dan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, di Balai Kota DKI Jakarta.
Lumbung medali, tapi minim fasilitas

Pengprov PERBAKIN DKI Jakarta menegaskan bahwa menembak merupakan salah satu lumbung medali andalan ibu kota. Prestasi itu bukan isapan jempol.
Pada PON Papua 2021, atlet menembak DKI menyabet 6 medali emas. Torehan serupa kembali diraih pada PON Aceh–Sumatera Utara 2024 dengan 6 emas. Bahkan di level internasional, atlet Jakarta, Vincent Djajadiningrat, turut menyumbangkan emas untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025.
Ironisnya, capaian tersebut diraih di tengah keterbatasan sarana. Hingga kini, DKI Jakarta belum memiliki lapangan tembak permanen di bawah pengelolaan PERBAKIN. Pembinaan masih bergantung pada fasilitas eksternal—kondisi yang dinilai belum ideal untuk pengembangan atlet usia dini maupun simulasi kompetisi berstandar internasional.
Fokus pada infrastruktur dan keamanan
Dalam audiensi tersebut, Uus Kuswanto menegaskan dukungan Pemprov DKI untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet menembak. Fasilitasi lapangan tembak permanen, sekretariat, serta gudang senjata yang aman menjadi prioritas.
Aspek keamanan mendapat sorotan khusus. Gudang senjata sebagai aset kritikal harus memenuhi standar keamanan tinggi. Pascakerusuhan 2025, kebutuhan relokasi dan penataan gudang senjata di kawasan berisiko rendah dinilai mendesak demi menjamin stabilitas dan kelancaran agenda pembinaan serta kompetisi.
Pemprov DKI menyatakan siap mencarikan lahan milik pemerintah daerah yang feasible dan sesuai kebutuhan. Sejumlah opsi lokasi akan ditinjau bersama sebagai langkah konkret menuju realisasi fasilitas menembak modern. Nantinya, pengelolaan akan dikoordinasikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.
Menembak dan visi Jakarta Global City

Penguatan cabang olahraga menembak selaras dengan visi Jakarta sebagai Global City. Menembak dikenal sebagai olahraga berbasis presisi, disiplin, dan standar internasional yang ketat.
Keberadaan lapangan tembak permanen di Jakarta diproyeksikan bukan hanya sebagai pusat latihan, tetapi juga sentra pembinaan usia dini serta venue kejuaraan nasional dan internasional. Dengan fasilitas memadai, potensi atlet DKI Jakarta diyakini bisa dimaksimalkan.
Langkah lanjutan: peninjauan aset daerah
Sebagai tindak lanjut, Pengprov PERBAKIN DKI Jakarta bersama Pemprov DKI akan melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah aset daerah yang dinilai potensial. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penyediaan fasilitas menembak yang aman, modern, dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Pemprov DKI, termasuk Asisten Kesra Ali Maulana Hakim, Kadispora Andri Yansah, serta perwakilan Badan Pengelola Aset Daerah. Dari unsur PERBAKIN hadir Ketua Harian, Sekretaris Umum, Komisi Sport Science, hingga Komisi Manajemen Lomba.
Dengan komitmen infrastruktur yang lebih serius, DKI Jakarta tidak hanya menjaga tradisi emas di ajang nasional dan internasional, tetapi juga menyiapkan fondasi kuat untuk generasi atlet menembak masa depan.
