Trenz Indonesia
News & Entertainment

Gelaran Drayang The Movie – Kijang Kencana. Suryandoro: Pandemi Covid-19 Tak Membuat Harus Berhenti Berkarya

223

Jakarta, Trenz Edutainment I Masa pandemi Covid-19 yang datang tiba-tiba membuat aktivitas di luar rumah dibatasi. Sejumlah sarana seni pertunjukan terpaksa ditutup dan melambat perkembangannya.

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Termasuk bagaimana menikmati dan mengapresiasi karya seni pertunjukan. Penyelenggaraan berbagai pergelaran melalui platform daring (online) kini menjadi opsi.

Inilah salah satu inisiatif yang dijalankan Sangar Swargaloka dalam rangka mengantarkan karya mutahirnya, bertajuk Drayang The Movie – Kijang Kencana”.

Suryandoro, Pendiri Yayasan Swargaloka dan Produser ‘Drayang The Movie Kijang Kencana

Drayang (Drama Wayang) Swargaloka hadir dengan format baru dalam bentuk film teater; film seni pertunjukan,” ujar Produser Drayang The Movie, Suryandoro, kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (27/3).

Drayang The Movie Kijang Kencana’ resmi tayang berbayar, Sabtu (27/3) lewat situs Loket.com.

Baca Juga: Drayang The Movie – Kijang Kencana Suguhan Film Berkonsep Drama, Tari dan Lagu

Sebelumnya digelar nonton bareng (Gala Premiere), di Teater Imax Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Sabtu, 20 Maret 2021 lalu.

Pergelaran ‘Drayang The Movie Kijang Kencana’ memiliki perspektif multi dimensi. Selain berdimensi seni budaya, juga menyangkut aspek ekonomi kreatif. Mengelaborasi gagasan agar tetap survival. Menjadi Indonesia culture agent mendukung kemajuan seni budaya bangsa.

Nonton bareng (Gala Premiere), dibuka oleh Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra. Ikut menyaksikan ‘Drayang The Movie’ ini para seniman, budayawan, sineas, pecinta seni tradisi, dan wartawan.

“Berharap Drayang The Movie bisa menjadi salah satu platform lebih besar. Menjadi wadah bagi seniman muda Indonesia bertalenta unjuk kemampuan. Melahirkan bintang-bintang baru, khususnya di dunia seni pertunjukan Indonesia,” ujar Suryandoro.

Pertunjukan virtual di masa pandemi Covid-19 ini, kata Suryandoro, menjadi momentum bagi Swargaloka untuk mewujudkan karya film teater berlatar belakang kesenian tradisi.

Melalui karya perdana Drayang The Movie, Suryandoro berharap, bisa mendapat investor dan didukung masyarakat Indonesia untuk menjadi salah satu tontonan penting.

“Dalam situasi apapun, semangat Swargaloka takkan pernah padam. Bara api itu akan terus membara dalam dada para seniman dan kreator muda di Swargaloka,” ujarnya.

Hal ini dibuktikan dengan kegigihan tim penari Swargaloka School of Dance, tim pemusik Dedek Gamelan Orchestra dan Artaxiad Gamelan Orchestra serta tim manajemen dan artistik.

“Apapun situasinya termasuk di masa pandemi Covid-19, tak ada kata berhenti berkarya,” ujar Suryandoro antusias.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.