HomeNewsHaloPuan Dan PDI Perjuangan Kota Bogor Ajak Kaum Ibu Melawan Stunting di...

HaloPuan Dan PDI Perjuangan Kota Bogor Ajak Kaum Ibu Melawan Stunting di Pakuan Pajajaran

Published on

Bogor, Trenz News | Gerakan Melawan Stunting yang diinisiasi Ketua DPR RI Puan Maharani terus bergerak. Setelah di 17 lokasi di Jawa Barat, HaloPuan yang merupakan lembaga sosial Puan Maharani menggelar Gerakan Melawan Stunting di “Pakuan Pajajaran” (ibukota kerajaan), sebutan lain untuk Kota Bogor yang pada Abad ke-15 merupakan ibukota Kerajaan Sunda.

Kegiatan itu dilaksanakan pada Minggu, 13 Februari 2022, di Kelurahan Tanah Sereal. Sekitar 200 warga mengikuti kegiatan yang dihelat oleh HaloPuan dengan bergotong royong bersama kader-kader DPC PDI Perjuangan Kota Bogor.

Dalam kegiatan bertajuk Kaum Ibu Melawan Stunting di Kota Bogor ini juga dihadiri tokoh tokoh PDI Perjuangan Kota Bogor diantaranya H. Dadang I Danubrata SE selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Atty Soemadikarya selaku Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga anggota DPRD Kota Bogor, H. Syarif Hidayat Sastra SE selaku Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga anggota DPRD Kota Bogor serta Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga menjadi Ketua Panitia kegiatan Kaum Ibu Melawan Stunting Di Kota Bogor yakni Andri Saleh Amarald. MBA. Selain itu hadir pula Ence Setiawan selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Bogor dan Ujang Sugandi selaku Sekretaris Fraksi PDI Perjuanga Kota Bogor. Hadir pula Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Bogor seperti Siti Maesaroh, R Laniasari dan Iwan Iswanto ST serta Lurah Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor

Peserta kegiatan ini datang dari enam kecamatan di Kota Bogor dan telah didata terlebih dulu supaya Gerakan Melawan Stunting tepat sasaran. Mereka antara lain ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, calon pengantin, dan para kader posyandu.

Angka kejadian stunting di Kota Bogor sebenarnya menurun, dari 10,6 persen pada 2020 menjadi 7,44 persen pada 2021 atau sekitar 6.311 balita. Meskipun demikian, dari 68 kelurahan di Kota Bogor, masih ada 12 kelurahan yang angka stuntingnya mencapai 10 hingga 22 persen.

Dalam sambutannya, Andri Amarald selaku ketua Panitia menyampaikan bahwa dari data resmi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diketahui, Jawa Barat rata-rata nasional 27 persen kasus stunting, dan berdasarkan jumlah penduduk yag hampir mencapai 50 juta jiwa, menjadikan jumlah kasus stunting Jawa Barat tertinggi di Indonesia

Andri Saleh Amarald. MBA

“Kita patut berterimakasih kepada ibu Puan Maharani karena hari ini kita akan di edukasi untuk melawan stunting di kota Bogor. Semoga angka stunting di kota Bogor yang masih sekitar 10,6% dapat berkurang dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh HaloPuan di Kota Bogor.”, ujar Andri Saleh Amarald. MBA

Sementara menurut Koordinator HaloPuan, Poppy Astari, terlepas dari persoalan angka, HaloPuan bertujuan tidak hanya memulihkan mereka yang mengalami stunting tapi lebih daripada itu mencegah kejadian stunting baru sejak awal. “Kalau kita tidak terus waspada, kejadian baru stunting bisa menimpa anak-anak kita,” ujar Poppy dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Koordinator HaloPuan, Poppy Astari

Poppy sebelumnya juga menjelaskan bahwa Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian Puan Maharani kepada kaum perempuan dan generasi masa depan bangsa Indonesia. Sebab, kondisi stunting atau gagal tumbuh karena kurang gizi kronis bisa membuat generasi masa depan kurang mampu belajar dan berkarya secara maksimal, sehingga bangsa Indonesia bisa mengalami “kehilangan generasi”.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, berharap kegiatan ini bisa membuat kaum perempuan dan balita-balita di Kota Bogor tumbuh makin sehat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puan Maharani, kader perempuan terbaik PDI Perjuangan. Luar biasa perhatian beliau, bukan hanya kepada Kota Bogor, tapi memerhatikan warga se-Jawa Barat dan Indonesia dalam Gerakan Melawan Stunting,” kata Dadang yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

Kasubkor Pembinaan dan Pelayanan Gizi Dinas Kesehatan Kota Bogor, Deasy Triwahyuni

Kasubkor Pembinaan dan Pelayanan Gizi Dinas Kesehatan Kota Bogor, Deasy Triwahyuni, menyambut baik upaya sosialisasi stunting yang dilakukan HaloPuan dan PDI Perjuangan Kota Bogor. Sebab, menurutnya, banyak warga masyarakat belum memahami apa itu stunting. “Dengan adanya gerakan ini, masyarakat jadi tahu dan akhirnya peduli dalam mencegah kejadian stunting,” kata Deasy.

H. Syarif Hidayat Sastra SE

Selain itu, dalam kegiatan ini, HaloPuan juga berbagi gagasan memanfaatkan bubuk daun kelor sebagai makanan tambahan super dalam melawan stunting. Daun kelor telah diakui dan teruji manfaatnya di banyak negara dalam mengatasi malnutrisi dan gizi buruk. Di Flores Timur, pemanfaatan daun kelor dalam bentuk bubuk atau serbuk juga telah mampu menurunkan angka stunting.

“Hasil monitoring kami di dua lokasi, yakni Malangbong, Garut, dan Jatinangor, Sumedang, menunjukkan bubuk kelor yang dikonsumsi secara rutin dan sesuai takaran mampu menaikkan berat dan tinggi badan anak,” ujar Poppy.

Poppy Astari

Menanggapi gagasan bubuk kelor itu, Deasy juga mengakui sudah mendengar banyaknya manfaat kelor. Untuk kaum ibu, menurutnya, daun kelor bisa memperlancar ASI dan meningkatkan daya tahan tubuh balita. “Daun kelor ini punya banyak nutrisi dan vitamin, sehingga saya rasa cukup membantu dalam mencegah stunting,” katanya.

Atty Soemadikarya selaku Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah satu gerakan dari seorang pemimpin perempuan yang paham akan kebutuhan generasi muda atau tumbuh kembang anak diperhatikan oleh Ketua DPR RI mbak Puan Maharani.

Atty Soemadikarya

“Kita bersyukur sebagai masyarakat yang mendapatkan perhatian yang khusus dari mbak Puan. Ini merupakan gerakan nyata, nyata berbuat untuk rakyat Marhaen yang memang tumbuh kembang generasi penerus harus tetap diperhatikan oleh Negara. Tapi hari ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan lah yang terdepan.” Tegas Atty Soemadikarya.

Usai acara, HaloPuan dan PDI Perjuangan Kota Bogor kemudian membagikan paket makanan tambahan kepada 200 warga. Dalam paket itu, antara lain terdapat 400 gram bubuk daun kelor. Warga bisa mengolah bubuk kelor tersebut menjadi berbagai menu makanan tambahan yang enak dikonsumsi anak-anak.[PR/Fjr] | Foto: Fajar & Dudut SP

Latest articles

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Migi Rihasalay Tampil Elegan Bersama Putri Cantiknya di Anniversary Color Models Inc, Kehadiran Putri Indonesia Jadi Sorotan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Gemerlap dunia mode dan selebriti menyatu dalam perayaan 36th Anniversary Color...

More like this

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...

Hujan Deras Guyur Bojonggede, Warga Bojong Indah Permai Was-was Banjir Masuk Rumah

BOGOR,Trenzindonesi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin...