Trenz Indonesia
News & Entertainment

Harianto Kurniawan Sosok Dibalik Kemenangan Tim HDCI Lomba Cerdas Cermat ‘Empat Pilar MPR-RI’

Kemenangan klub Moge “Harley Davidson Club Indonesia (HDCI)” bukan tanpa sebab, justru karena kepiawaian seorang komandan yang dapat membawa tim-nya untuk melangkah ke jenjang kemenangan pada Lomba Cerdas Cermat “Empat Pilar MPR-RI”.

481

Jakarta, Trenz Otomotif I Minggu (23/2) lalu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggelar Lomba Cerdas Cermat yang diperuntukan komunitas penggiat motor, sebagai bentuk cara baru mensosialisasi “Empat Pilar MPR-RI”. Perhelatan terselenggara oleh klub Motor Besar Indonesia (MBI) dengan menggandeng Gerakan Bangun Solidaritas (Gerak BS). Setelah melewati uji kepandaian, Tim HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) beranggotakan 10 riders ini, keluar sebagai juara pertama dan memboyong hadiah satu unit moge H-D, persembahan Anak Elang Harley Davidson Jakarta.

Adalah Bro Harianto Kurniawan, Ketua Organisasi bidang Kegiatan-Pengurus Pusat HDCI, dan Ketua Pengda DKI-Jakarta HDCI, yang diamanatkan oleh Ketum HDCI Nanan Soekarna, berperan besar dalam mengkoordinir kesepuluh rekannya pada Lomba Cerdas Cermat “Empat Pilar MPR-RI”.

Dengan tenggat waktu yang hanya berjarak sepuluh hari menjelang hari-H, Harianto bilang, “Bro Nanan menyampaikan kalau HDCI harus ambil bagian dan ikut mendukung acara Sosialisasi ‘Empat Pilar MPR-RI’ ini, ngak peduli menang atau kalah,”

Banyak kendala yang dihadapi pada masa-masa awal persiapan, mengingat kesibukan dari masing-masing member HDCI yang ada dan lokasi domisili yang berjauhan. Salah satu anggota tim HDCI bahkan ada yang berasal dari Batam.

“Tapi kami dengan pengalaman, kedewasaan dan kebijaksanaan dalam berpikir akhirnya dapat melampaui rintangan awal yang sempat mengganjal upaya penentuan nama-nama calon member yang akan masuk dalam tim HDCI,” pungkas Bro Harianto.

Peran Harianto tidaklah sedikit dan tidak juga dapat dibilang mudah, apalagi sampai harus mengurus juga anggota yang hadir dari Batam, karena seperti diketahui, didalam HDCI, member yang tergabung terkadang bukan sekedar member biasa dengan latar belakang profesi yang biasa pula.

Tercatat, banyak member yang punya latar belakang sebagai pemilik perusahaan terbiasa memimpin dan mengatur bawahan, bahkan mereka yang menjabat jabatan penting seperti Hakim, anggota dewan (DPR/MPR/DPD), anggota TNI-Kepolisian dengan pangkat berbintang turut mewarnai kemajemukan member HDCI.

Sudah dapat dibayangkan bagaimana kesulitan yang dihadapinya, Bro Harianto akui, dalam mengkoordinir member yang memang memiliki kapabilitas yang hampir saling setara satu sama lain ini. Jika bukan karena kepiawaian dan kedewasaan dalam bertindak dan memutuskan mungkin kekompakan dan soliditas tim HDCI ini tidak akan terwujud.

Namun demikian, Harianto yang sudah bergabung di HDCI sejak tahun 2000, rupanya memiliki cara pendekatan yang cukup lugas tanpa menyinggung satu dengan yang lainnya, jika Ketum HDCI Bro Nanan Soekarna mempercayakan tampuk kepemimpinan tim HDCI ini Bro Harianto.

Pengusaha sukses ini, atas mandat yang diberikan tidak serta merta menjadi jumawa dengan penunjukannya. Justru Bro Harianto akui, adalah beban dan tanggung jawab yang tidak ringan, karena menyangkut nama baik klub dan seluruh member. Begitu juga akan mengatas namakan beberapa klub motor besar lainnya.

Dalam obrolan bersama Trenzindonesia.com, Bro Harianto sempat merasa keberatan jika tim-nya menang dikatakan karena settingan dari panitia, karena memang kemenangan itu diperoleh dari hasil jerih payah dan kerja keras. Perjalanan prosesnya pun tidaklah gampang, banyak yang harus diatasi dan diselesaikan sebelum mencapai kekompakan dan soliditas tim.

“Bisa dibayangin, materi yang dikasih itu sama persis dengan materi pelajaran jaman dulu saya sekolah dari SD sampai kuliah. Jaman SD sampai SMA dulu ada mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila, Red) dan jaman kuliah ada mata kuliah Pancasila yang kalau tak lulus mata kuliah tersebut, maka mahasiswa tak bisa lulus juga ujian negaranya” paparnya bersemangat.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Panitia Acara Sosialisasi dan Cerdas Cermat “Empat Pilar MPR-RIBro Nico Marcellino yang juga anggota klub Motor Besar Indonesia (MBI) menegaskan, bahwa tidak ada keterlibatan panitia sama sekali menyangkut pembuatan atau dalam penyusunan materi soal.

“Semua materi soal dibuat dan disusun oleh pihak MPR-RI melalui Sekjen MPR-RI. Bahkan, Dewan juri pun semua berasal dari komponen MPR-RI dan anggota Dewan Terhormat, kami dari MBI hanya melakukan tugas penyelenggaran saja hingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Lelaki yang sudah menginjak usia 60 tahun, Bro Harianto utarakan, sempat merasa gugup saat berada diatas panggung menghadapi peserta lain yang juga memiliki kemampuan yang merata diantara anggota timnya.

Juga melihat dari perbedaan usia yang cukup jauh, ia lanjutkan, sempat membuatnya gentar, karena banyak yang masih berusia muda dan terampil dalam menjawab berbagai pertanyaan dari panitia. Pria berambut putih ini juga sempat kaget ketika panitia lomba menjelaskan bahwa kesepuluh anggota tim harus mampu menjawab pertanyaan secara tepat dan benar.

Namun semua kegentaran dan kegugupannya, diungkapkannya, beranjak cair setelah dirinya dan tim mampu mengendalikan suasana dengan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan cepat dan benar. Ini ternyata mampu membangkitkan lagi semangat tim untuk terus maju hingga ke babak akhir.

Tatkala Trenzindonesia.com melontarkan pandangannya terhadap penyelenggaraan giat sosialisasi “Empat Pilar MPR-RI”, dikatakan oleh Bro Harianto, dari kegiatan ini bias mematahkan stigma yang beredar dimasyarakat bahwa bikers itu urakan. Terbukti, banyak dari para biker ini yang memiliki jiwa Kebangsaan dan Nasionalisme yang tinggi.

“Saya pribadi cukup senang bisa ikut andil dalam acara ini, karena setidaknya kami dapat membuktikan kepada kaum muda milenial, bahwa kami yang sudah berumur tidak muda lagi ini masih bisa membuktikan jiwa dan rasa Nasionalisme kami kepada Bangsa dan Negara ini,” tegasnya sambil membocorkan event “Wing Day” yang melibatkan ‘kuda besi’ H-D klasik, bulan Agustus 2020 mendatang.

Wing Day 2020 Penuh Kejutan

Event lima tahunan dan Wing Day 2020 merupakan gelaran yang ke-10, sudah berumur 50 tahun dengan peserta yang tak saja dari Indonesia, juga dihadiri riders mancanegara.

Uniknya, peserta yang bisa terlibat di dalam kegiatan Wing Day hanyalah peserta yang menggunakan H-D klasik maksimal buatan tahun 1984. Selebihnya peserta wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan mengupulkan stempel di beberapa check point, hingga finish di Pangandara, Jawa Barat.

Melihat data terakhir Panpel Wing Day 2020, para penggiat moge klasik yang telah mendaftarkan diri sudah mencapai 375 peserta, dan masih menanti penambahan peserta hingga 1 Maret 2020 mendatang.

Kalau saja Wing Day 2020 sedeikit berbeda dengan terdahulunya, Trenzindonesia.com mendapat bocoran, pihak panitia menyiapkan Wings khusus yang terbuat dari emas dan akan terukir nama pengendaranya. Selanjutnya Wings tersebut baru akan disematkan di dada riders yang berhasil mencapai titik akhir perjalanan.

Demi mensuksesan event Wing Day 2020, seluruh Pengda HDCI diwajibkan untuk mengikuti dan mensukseskan event lima tahunan. Sedangkan giat HDCI yang tak kalah serunya dan berskala nasional, adalah “Indonesia Bike Week” juga kegiatan 5 tahunan yang akan di gelar bulan Oktober 2020 mendatang.

“Semangat HDCI yang selalu dijunjung tinggi, adalah ‘Bersatu-Bersaudara” telah membawa klub moge ini terus berkembang dan menjadi semakin solid dan besar,” tutup Harianto Kurniawan. Bravo n Jah Blez HDCI, Bray..! [Foto-foto: Dok. Humas & Media Pengpus HDCI]

Leave A Reply

Your email address will not be published.