Trenz Indonesia
News & Entertainment

Ichsan Gerkatin Syukuri Karang Taruna Ajang Sinergi Pemkot & Disabilitas

127

JAKARTA, Trenz Indonesia, — Hari Bhakti Karang Taruna Indonesia ke-61 semakin memotivasi kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Depok yang bermanfaat bagi anak & kalangan disabilitas dalam program Kota Layak Anak & Kota Ramah Disabilitas.

“Alhamdulillah, Kami mulai merasakan kepedulian Pemkot Depok terhadap kalangan disabilitas dengan beberapa fasilitas bagi difabel seperti jalan naik rata bagi pengguna kursi roda,” ujar M. Ichsan Kamil, Ketua Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Depok, Rabu (29/9).

Hanya saja, diakui Ichsan Kamil, masih banyak masyarakat yang menganggap rendah prestasi kalangan disabilitas sehingga dirasakan seringkali dijadikan olok-olokan.

“Banyak perusahaan swasta yang menolak kaum tuli kendati hasil tes sesuai kualifikasi perusahaan bersangkutan,” ujar penyandang titel Strata-1 Akuntansi Universitas Husni Thamrin, Jakarta, itu.

Karena itulah, Ichsan berharap Hari Bhakti Karang Taruna ke-61 ini menjadi momentum pemerintah khususnya Pemkot Depok agar mampu mensinergikan potensi kalangan disabilitas dengan masyarakat untuk kepentingan pembangunan daerah bahkan nasional.

Di tempat terpisah, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, mengajak semua anggota Karang Taruna untuk terus membantu warga yang kesulitan, terutama lingkungan setempat mereka tinggal.

“Selamat ulang tahun kepada Katar Kota Depok, semoga semakin solid dan kompak. Ayo berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang kesulitan, termasuk kaum disabilitas. Jayalah Katar Kota Depok, teruslah berkarya dan berbagi untuk kota Depok,” ajak Imam didampingi Camat Pancoranmas, Ferry Birowo, dan Kabid Rehabilitasi Dinsos, Nita Ita Hernita, Senin (27/9).

Sejarah Katar

Karang Taruna dibentuk diawali proyek eksperimen kerjasama masyarakat Kampung Melayu, Jakarta, di bawah Yayasan Perawatan Anak Yatim (YPAY) dengan Jawatan Pekerjaan Sosial/Departemen Sosial, 26 September 1960.

Kerjasama itu didasari banyaknya anak-anak yang menyandang masalah sosial antara lain seperti anak yatim, putus sekolah, mencari nafkah membantu orang tua dsb.

Masalah tersebut tidak terlepas dari kemiskinan yang dialami sebagian masyarakat kala itu.

Tahun 1960–1969 masa-masa tumbuh mekarnya katar-katar tingkat kelurahan melalui kegiatan penyuluhan sosial, dan terhitung lamban karena baru terbentuk 12 kelurahan bersebab peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia. Bertumbuh semasa Gubernur Letjen Mar (Purn) Ali Sadikin (1966-1977) dengan kebijakan subsidi APBD pembangunan Sasana Krida Karang Taruna (SKKT), dan instruksi fungsikan Katar kepada Walikota, Camat, Lurah dan Dinas Sosial.

Mukernas Katar 1981 di Garut diwujudkan lambang bertulisan Aditya Karya Mahatva Yodha dengan arti : Pejuang yang Berkepribadian, Berpengetahuan dan Terampil.

Leave A Reply

Your email address will not be published.