Trenz Indonesia
News & Entertainment

ISPPI beberkan Strategi Ungkap Kasus Jiwasraya dan Asabri

244

Jakarta, Trenz News | Terkait kasus  dugaan korupsi yang terjadi di dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Jiwasraya dan juga di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), Pengurus Ikatan Sarjana Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI) Benny Mamoto berpandangan, untuk mengungkap kasus Jiwasraya dan Asabri, sesungguhnya tidak terlalu sulit sepanjang pihak yang menangani memiliki integritas.

Benny Mamoto

“Pengalaman saya saat menyidik kasus BLBI yang sempat berhenti atas perintah kekuasaan Orde baru (orba). Perlu komitmen yang kuat, kejujuran dan keterbukaan. Intervensi saat kolusi investasi diharapkan tidak terjadi intervensi kepentingan saat penyidikan.” disampaikan oleh Benny Mamoto kepada media pada hari Rabu (15/1) di Jakarta.

Benny memaparkan sejumlah strategi, pertama ungkap profile perusahaan yang sahamnya dibeli, apakah ada pihak terafiliasi dengan kekuasaan saat itu di perusahaan. Bersamaan dengan itu, PPATK dapat membantu melacak aliran uang atau transaksi yang mencurigakan.

Langkah kedua, Audit versi perusahaan dibandingkan dengan audit independen dari permintaan penyidik. Bagaimana proses penentuan harga saham, apakah sesuai dengan nilai aset perusahaan atau akal-akalan.

“Artinya harga saham sengaja dinaikkan tinggi karena mau dibeli oleh Jiwasraya atau Asabri, dengan imbalan komisi buat Direksi atau pemegang saham terafiliasi.” ulas Benny.

Benny menambahkan, Rekam jejak harga saham di bursa efek perlu jadi bahan penilaian kelayakan investasi di perusahaan tersebut. Oleh sebab itu perlu saksi ahli dari Pakar Pasar Modal. Perlu juga pemeriksaan pajak, karena sering bisa diungkap melalui proses ini kalau ada rekayasanya.

Diharapkan penyidik sudah menyadap semua pihak terkait sehingga dapat diketahui pihak mana saja yg bermain dan usaha penyelamatan dirinya. Sedangkan audit investigasi Jiwasraya dan Asabri dilakukan oleh BPK. Ini juga akan mengungkap hal-hal yang disampaikan diatas.” jelasnya.

Argumentasi resiko naik turunnya harga saham karena kondisi perekonomian nasional dan global, bisa dipatahkan dengan mengungkap niatnya sejak awal, seperti penentuan harga saham dan alasan mengapa memilih perusahaan itu.

“Bila ada konflik kepentingan maka dengan mudah untuk membuktikannya.” pungkas Benny. (PR/ISPPI) | Foto: Dok. Google.co.id

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.