Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kemenkes Setuju Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Kota Bogor

552
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Bogor, Trenz News | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyetujui permintaan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Wilayah Jawa Barat yaitu Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi.

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Achmad Yurianto, yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Nasional Mengenai Masalah Covid-19, permintaan PSBB di 5 wilayah di Jawa Barat tersebut, sebelumnya telah diajukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada Kemenkes yang direspon oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

“Iya sudah Kami setujui penerapan PSBB untuk 5 Wilayah di Jawa Barat, dan Kami menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19”, ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Achmad Yulianto, Sabtu (11/04/2020).

Menkes Terawan kemudian menerbitkan Ketentuan tentang PSBB melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 Tentang ‘Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar’ dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Dalam aturan pedoman PSBB, Pemerintah akan membatasi aktivitas Sekolah dan tempat kerja, Kegiatan Agama, kegiatan ditempat atau Fasilitas Umum, kemudian Kegiatan Sosial dan Budaya serta Moda Transportasi

Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim pada hari Jum’at 10/04/2020 uga telah menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan sejumlah Kajian pendukung untuk Pengajuan rekomendasi PSBB.

Baca Juga :

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim : Kota Bogor akan Menerapkan PSBB Pekan Depan

Dedie A Rachim

“Dalam penerapan PSBB tersebut ada beberapa pengecualian aktivitas yang masih diperbolehkan seperti kegiatan Logistik, Kesehatan, Bahan Pokok, Energy, Kontruksi, Komunikasi dan Keuangan dan akan kami evaluasi setiap 14 Hari kedepan”, ungkap Dedie

“Mudah-mudahan satu atau dua hari Keputusan PSBB sudah keluar. Pengajuan PSBB yang diajukan oleh BODEBEK harus satu Klaster dengan DKI Jakarta sebab data menunjukan secara Nasional 70% Penyebaran Virus Corona ada di Wilayah Jabodetabek”, jelas Dedie.

“Ini mengindikasikan, kita ingin satu Frekuennsi kebijakan dengan DKI Jakarta, yakni mampu menurunkan penyebaran Virus Corona(Covid-19)”, pungkas Dedie A Rachim. (dadi) | Foto: Google.co.id

 

Editor: Fajar Irawan

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.