HomeNewsKisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol:...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Published on

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih Besar

Di balik geliat pertumbuhan UMKM di Indonesia, ada satu persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian: masyarakat kecil sebenarnya tidak kekurangan semangat bekerja, tetapi kekurangan kepercayaan untuk diberi kesempatan berkembang.

Realitas itu masih dirasakan banyak perempuan pengusaha ultra mikro yang setiap hari berjuang menjaga ekonomi keluarga tetap berjalan. Dengan penghasilan terbatas, usaha sederhana, dan minim aset, mereka hidup dari keuntungan harian yang kadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur. Namun ironisnya, kelompok yang bekerja paling keras justru sering kali menjadi pihak yang paling sulit mendapatkan akses pembiayaan.

Dalam sistem keuangan formal, kepercayaan kerap diukur lewat angka, jaminan, hingga histori keuangan. Sementara bagi pelaku usaha ultra mikro, memiliki agunan saja sering kali menjadi sesuatu yang sulit dijangkau.

Akibatnya, banyak masyarakat kecil kalah bahkan sebelum benar-benar diberi kesempatan untuk berkembang.

Padahal bagi pengusaha ultra mikro, akses pembiayaan tanpa jaminan bukan sekadar bantuan modal. Lebih dari itu, akses tersebut menjadi bentuk pengakuan bahwa mereka dianggap mampu, layak dipercaya, dan memiliki peluang untuk tumbuh meski hidup dalam keterbatasan.

Bermula dari Keraguan, Kini Berani Membuka Lapak Sendiri

Kisah itu dialami langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah atau Yanti, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat. Sebagai ibu rumah tangga, Yanti awalnya hanya ingin membantu ekonomi keluarga karena merasa penghasilan suaminya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbekal kemampuan membuat gantungan kunci dan produk kriya sederhana, ia mulai memiliki keinginan membuka usaha rumahan. Namun keterbatasan modal membuat langkah tersebut sempat dipenuhi keraguan.

“Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang,” ujar Yanti.

Harapan itu mulai terbuka ketika pada 2022 ia mendapatkan akses pembiayaan usaha dari PNM. Modal yang diterima langsung digunakan untuk membeli bahan baku dan mengembangkan produksi usahanya dari rumah.

Perlahan, usaha kecil yang awalnya dijalankan secara sederhana mulai berkembang. Bahkan sesuatu yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan kini berhasil diraih.

“Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya,” katanya.

Tak Hanya Modal, Pendampingan Jadi Titik Balik

Bagi Yanti, perubahan terbesar bukan hanya datang dari tambahan modal usaha. Ia menilai pendampingan dan pelatihan yang diterima justru menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnisnya.

Melalui program Mekaarpreneur, Yanti mendapatkan pelatihan gratis mulai dari promosi, branding, packaging, hingga pemasaran digital. Dari yang sebelumnya hanya berjualan secara sederhana, kini usahanya mulai merambah platform digital seperti TikTok dan Shopee.

Transformasi tersebut membawa hasil nyata. Yanti bahkan berhasil meraih Juara 2 Mekaarpreneur kategori nasabah naik kelas wilayah Bekasi–Jakarta, pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

Kisah Yanti menjadi gambaran bahwa masyarakat kecil sejatinya tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka hanya membutuhkan ruang, akses, dan kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka sendiri.

Kepercayaan Jadi Modal Paling Mahal bagi UMKM

Fenomena yang dialami Yanti juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya lewat pembiayaan. Pendampingan, pelatihan, dan akses terhadap pasar digital menjadi faktor penting agar usaha ultra mikro mampu naik kelas.

Ketika pembiayaan tanpa jaminan hadir bersamaan dengan kesempatan belajar dan dukungan berkelanjutan, dampaknya bukan hanya mengubah usaha seseorang. Lebih jauh, hal itu juga mengubah cara mereka memandang diri sendiri.

Dari yang awalnya hanya fokus bertahan hidup, perlahan menjadi berani bermimpi lebih besar.

Bagi perempuan pengusaha ultra mikro, dipercaya sering kali menjadi modal paling mahal nilainya.

Program pemberdayaan ini turut diusung melalui kampanye bertagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM sebagai kelanjutan dari inisiatif sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru yang bertujuan memperluas dampak pemberdayaan sekaligus membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.

Latest articles

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

Migi Rihasalay Tampil Elegan Bersama Putri Cantiknya di Anniversary Color Models Inc, Kehadiran Putri Indonesia Jadi Sorotan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Gemerlap dunia mode dan selebriti menyatu dalam perayaan 36th Anniversary Color...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...

Pikachu Goyang Dangdut Bareng Happy Asmara, “Kopi Dangdut” Siap Gegerkan Jakarta

JAKARTA — Penyanyi dangdut-pop Jawa Happy Asmara dipastikan menjadi sorotan utama dalam peluncuran album...

More like this

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...

Hujan Deras Guyur Bojonggede, Warga Bojong Indah Permai Was-was Banjir Masuk Rumah

BOGOR,Trenzindonesi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin...

MAKI Jatim Gelar Coffee dan Tobacco Fest, Dorong Jember Jadi Episentrum Industri

Jember,Jawa Timur ,Trenzindonesia.com - MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur kembali menggelar Speciality Coffee, Tobacco...