Trenz Indonesia
News & Entertainment

Konten YouTube Merugikan Orang Lain. Rahayu Kertawiguna: Prihatin Yutubers Hanya Mengejar Prank Gold Digger

511

Jakarta, Trenz  Edutainment I #MelawanLupa hari Sabtu 23 April 2005 tayangan berjudul “Me at The Zoo” menjadikan awal tayangan perdana di kanal YouTube yang diunggah oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Ketiga mantan karyawan Paypal ini, juga yang membuat situs web berbasis video, dan Senin 14 Februari 2005 sebagai awal sejarah berdirinya kanal YouTube.

Sementara YouTube yang awalnya sebagai ‘taman’ bermain para kreator film, video klip, dalam perjalanannya kini beribu konten bisa dengan mudah kita untuk menontonnya, juga para Yutubers tanpa kesulitan untuk bisa mengunduh karyanya di kanal YouTube.

Alih-alih kanal YouTube yang semakin digemari anak-anak millenial mencoba keberuntungan dengan menjadi Yutuber. Tentunya untuk menjadikan YouTube sebagai ‘mesin uang’ selain viewers, terpenting sangat membutuhkan jumlah subscribe.

Menyinggung untuk memperoleh subscribe bukanlah suatu hal yang mudah, lewat saluran telepon kepada Trenzindonesia.com, kamis (7/5) siang, CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna mengatakan,  untuk mendapatkan subscriber dalam jumlah banyak bukanlah perkara yang mudah dan sangat dibutuhkan kreatifitas yang tinggi dan kerja keras. “Salah satunya dengan karya original, nyeleneh dan penuh tantangan. Tentunya harus menghindari konten yang bisa menyinggung orang lain. Jangan seperti yang sekarang lagi ramai, oknum Yutubers dari bandung nge-prank kaum transgender, dimana memberikan bingkisan yang berisi batu dan makanan yang diambil dari bak sampah. Inikan sungguh sangat tak terpuji,” papar Rahayu

Kesedihan dan keprihatinan pemilik akun NAGASWARA Official Video I Indonesia Music Channel yang telah ditonton oleh sebanyak 2,9 miliar viewers sejak 24 Februari 2012 ini, Rahayu menceritakan, sangat menyayangkan melihat prilaku Yutubers yang membuat konten sampah, dimana membagikan sembako yang di dalam kardus terisi batu dan sampah, dengan harapan si penerima akan terjebak candaannya. Padahal sejatinya di bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif.

“Saya prihatin dengan perilaku oknum Yutubers yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan subscribe. Banyak karya atau kreativitas tanpa harus melukai dan menyakiti orang lain,” ungkap orang nomor satu di NAGASWARA yang memiliki 84 playlist di akun Youtube NAGASWARA Official Video ini .

Karenanya, Rahayu mengatakan, berharap pemerintah memberi sangsi tegas kepada pengelola YouTube, apabila masih memberi tempat kepada oknum Yutubers yang membuat konten tidak terpuji. Hal tersebut dimaksudkan agar ada efek jera. Sekaligus juga mengajari mereka yang bermain di ranah Youtube untuk menghormati karya cipta orang lain.

“Perilaku tidak terpuji seperti ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, pemerintah harus mulai bertindak tegas terhadap para Yutubers yang tidak bermoral. Dengan meminta kepada pengelola YouTube untuk tidak memberi tempat kepada Yutubers yang tidak kreatif dan malah cenderung menjurus kriminal,” tegas CEO NAGASWARA Music kesal. Selanjutnya Rahayu bilang, “Agar tidak adalagi oknum Yutubers pekok yang cenderung merugikan banyak orang dan pemerintah harus segera menegur pengelola YouTube.”

Kendatipun Rahayu menyadari ada langkah hukum yang harus dihadapi Yutubers dengan konten ‘sampah’ seperti yang diatur dalam KUHPidana Pasal 310 dan UU ITE Pasal 27 ayat (3) ada ancaman pidana bagi orang yang melanggar, bahkan juga diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016, yang berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

“Harusnya Yutubers yang semata hanya mengejar prank gold digger tanpa menyadari korban yang terkena prank sangat dirugikan itu. Yutubers harusnya takut dengan hukum yang ada ya?” ujar Rahayu menyesalkan dan berharap oknum Yutubers berinisial FP yang tengah buron segera tertangkap dan mempertanggung jawabkan di mata hukum.

Kalau sudah begini, dengan Yutubers yang hanya mengejar prank gold digger, dengan konten ‘sampah’ boleh jadi pembuat kanal YouTube, tiga serangkai Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim akan dibuatnya bersedih ya?       

Leave A Reply

Your email address will not be published.