Trenz Indonesia
News & Entertainment

KOTA CILEGON, Pukulan Beruntun Di Ulang Tahun

709

 

Cilegon, Trenz Corner | Tanggal 27 April 2020, Kota Cilegon ulang tahun ke-21. Tanggal 27 April 2020 pukul 00.00 WIB, Pelabuhan Merak di Kota Cilegon ditutup. Cilegon dan Tanjung Karang bukan kota yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tanggal 1 Mei 2020, tarif penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni (Tanjung Karang) dan sebaliknya, dinaikkan. Semua itu menjadi pukulan beruntun untuk Kota Cilegon.

Kita tahu, Kota Cilegon adalah salah satu kota penting di Provinsi Banten. Kota ini unik. Di satu sisi, kota ini menyimpan jejak sejarah peradaban Islam. Makam-makam Waliullah cukup banyak di Kota Cilegon, sebagai penanda yang bisa kita susuri. Di sisi lain, Kota Cilegon telah menjelma menjadi kota industri.

Kota Cilegon pun menjadi magnet bagi para pencari kerja. Bukan hanya dari berbagai kota di tanah air, tapi juga dari berbagai negara. Itulah yang membuat Kota Cilegon tumbuh menjadi kota multi kultural, karena dihuni oleh penduduk dari beragam etnis. Dengan sendirinya, keberagaman telah menjadi ruh dari keseharian kota ini.

Selain itu, Pelabuhan Merak yang berada di wilayah Kota Cilegon, menjadi pintu gerbang utama Pulau Jawa di bagian barat. Pelabuhan Merak adalah pintu masuk utama orang dan barang dari Pulau Sumatera, melalui Pelabuhan Bakauheni. Lalu-lintas kapal antara Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni cukup padat, nyaris tanpa henti.

Bersamaan dengan ulang tahun Kota Cilegon ke-21 yang jatuh pada 27 April 2020 lalu, pemerintah pusat menutup Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Penutupan tersebut untuk antisipasi mencegah penyebaran virus corona, Covid-19. Kota Cilegon yang melingkupi Pelabuhan Merak dan Kota Tanjung Karang yang melingkupi Pelabuhan Bakauheni, bukanlah wilayah zona merah.

Cilegon dan Tanjung Karang juga bukan kota yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penutupan Merak-Bakauheni dilakukan hingga 31 Mei 2020. Yang boleh melintas hanya kendaraan yang membawa logistik. Beberapa hari setelah penutupan, pada 1 Mei 2020, pihak berwenang menaikkan tarif penyeberangan kapal lintas daerah di Pelabuhan Merak-Bakauheni dan sebaliknya.

Misalnya, penumpang kapal ekonomi tarifnya kini Rp 19.500, sementara untuk sepeda motor roda dua Rp 54.500 dan mobil pribadi Rp 419.000. Beberapa pukulan beruntun terhadap Merak dan Bakauheni, tentulah berdampak langsung pada Kota Cilegon dan Tanjung Karang. Apalagi di musim wabah virus corona ini, yang telah memukul hampir semua sendi-sendi kehidupan warga.

Selamat ulang tahun Kota Cilegon. Semoga semua pukulan ini menjadi pemicu, untuk kembali bangkit dan bangkit. (Isson Khairul) | Foto: Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.