Trenz Indonesia
News & Entertainment

Maestro Campursari Didi Kempot di Mata Wartawan Hiburan

"Inyong, mrebes mili. Atiku ambyar sampeyan sedo sugeng tindak Mas. Mugi Gusti Alloh paring surga kagem panjenengan," lirihku.

563

Oleh: Sutrisno Buyil

Sebagai wartawan Majalah Film di tahun 90-an, saya sering ditugasi wawancara personil kelompok Srimulat. Saking seringnya meliput Srimulat, saya jadi akrab dengan Almarhum Asmuni, Basuki, Polo, Eko DJ, Rina Ribut Rawit, Rohana, Nurbuat, Mamiek Prakoso.

Saking akrabnya, Nurbuat, Rohana dan Eko DJ menganggap saya sebagai adiknya. Makanya kapan saja saya mampir ke warung Asmuni di kawasan Slipi, yang sering buat mangkal para personil Srimulat bila tidak ada job, para personil Srimulat selalu menerima saya dengan senang hatii. Setelah era keemasn Srimulat memudar, para personil membentuk grup masing-masing untuk mengais rejeki. Setiap Mamiek Prakosa ganti personil dan ganti nama grup saya selalu dikontak untuk memberitakan di Majalah Film.

Akhirnya, saya berteman baik dengan Mamiek Prakosa, kakak kandung Didi Kempot.  Saya juga sering main ke rumah mbak Rina Ribut Rawit di kawasan Slipi Jakarta Barat, untuk sekedar ngopi. Didi Kempot yang saat itu masih ngamen, sering mampir kerumah personil Srimulat apabila lagi ngamen.

Suatu ketika saya wawancara Mas Mamiek dirumah mbak Rina Ribut Rawit. Lagi seru-serunya wawancara, mas Mamiek minta berhenti wawancara. Ternyata Mamiek mau ngerjain adiknya yang lagi ngamen. Mamiek pun langsung bersembunyi dibalik Jandela. Begitu sang pengamen selesai nyanyi,  Mamiek langsung menyodorkan uang yang jumlahnya lumayan banyak. Didi Kempot pun girang, dan langsung ngeloyor pergi sembari senyum-senyum.  Kemudian Mamiek manggil sang adik. Akhirnya Didi Kempot bergumam, pantesan ngasih duitnya banyak. “Sampeyan toh mas.” Kata Didi Kempot. Kakak beradik itu pun ngekek bareng.

Suatu ketika Mamiek,  ngontak saya untuk main ke tempat kosnya di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur. Mamiek kemudian memamerkan album-album karya Didi Kempot pada saya. Karena hampir tiap minggu saya dikasih CD, album  Didi Kempot oleh Mamiek, saya sempat kasih saran sama Mamiek. “Mas bilangin adikmu jangan kebanteren Nggawe album, kasih kesempatan masyarakat menikmati dulu,” kataku. Mamiek pun tertawa lepas sambil manggut-manggut.

Setelah 30 tahun perjalanan kariernya saya menjadi paham, kalau sebagai seniman Didi Kempot berusaha untuk setiap saat membuat lagu .

“Sebagai pencipta lagu saya mesti berkarya sampai mati, soal lagunya sukses apa tidak urusan belakangan,” ujar Didi Kempot saat bincang dengan penulis di rumah Makan Aljazera saat menghadiri peluncuran album “Connie Nurlita Baru 6 Bulan” (Nagaswara) dengan menggandeng Didi Kempot,  bulan Mei 2019 lalu.

Dan Pelantun tembang Cucak Rowo membuktikan janjinya. Seminggu sebelum meninggal Didi Kempot membuat lagu Ojo Mudik, sebuah lagu manis tentang kampanye ajakan untuk tidak mudik kepada masyarakat saat wabah Pandemi Covid 19 melanda.

Jadi menurut saya, pantas kalau lagu-lagu karya putra Ranto Edi Gudel, telah mencapai sebanyak 760 lagu. Dengan angka sebanyak itu, mestinya Didi Kempot bisa menerima royalti ratusan juta seperti yang diterima Raja Dangdut Rhoma Irama. Bahkan bisa menjadi milyader tanpa harus ‘ngamen’ ke berbagai kota.

Tapi menurut pengakuan Didi kepada sahabat-sahabatnya, royalti yang diterimanya tidak seberapa. Padahal banyak penyamyi yang mengcover lagu-lagunya tanpa ijin dan lagunya banyak dinnyanyikan pengunjung karaoke.

Meski begitu, Didi Kempot tidak pernah menuntut secara hukum para penyanyi yang telah mengcover lagu-lagu fenomenal karyanya.

“Aku ora masalah wong  mengcover lagu saya, tapi mbok ngomong. Kulo nuwun, Ben aku iklas, Nek aku iklas kan iso dadi rejeki sing halal kanggo sing mengcover lagu saya,” kata Didi saat bincang dengan penulis di Hotel Santikan TMII, usai jumpa pers terkait rencana Didi Kempot akan menggelar Konser besar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Juli 2020 mendatang.

Didi kempot mengungkapkan, suatu ketika ada penyanyi yang ingin mengcover lagu karyanya dan si penyanyi mengaku  tidak memiliki cukup uang untuk membayar atas penggunaan lagu karyanya.

“Karena dia kulo nuwun dan jujur nek ora duwe duit, ya, aku ijinkan untuk merekam ulang laguku,” ungkap pemilik tembang hit Cidro, Stasiun Balapan, Pamer Bojo dan masih banyak lagi.

Merujuk pada UU Hak Cipta no. 28/2014 tentang Karya Cipta Ilmiah, Sastra dan Musik serta merujuk pada PP no. 16/ 2020 tentang Pencatatan Karya Cipta dan Hak Terkait, maka negara harus hadir dalam mensosialisasi UU RI dan PP yang berkaitan dengan Karya Intelektual itu.

Bisa dibayangkan, berdasarkan  pengakuan almarhum Didi Kempot ( Des 1966 – 5 Mei 2020) telah menciptakan sekitar 700 – 800 lagu (masih sekitar, berarti belum terdata secara benar ), berarti ini harta karun yang tersimpan di rumah almarhum.

Untuk diketahui, UU Hak Cipta no. 28/2014 mengamanatkan, Pemilik Hak Cipta akan tetap memperoleh royalti atas karya intelektualnya sampai 70 tahun sejak meninggal dunia, dengan menyerahkan royalti atas karya intelektuanya pada ahli warisnya.

Sementara PP No. 16/ 2020 tentang Pencatatan Karya Cipta dan Hak Terkait tentu pada Kementerian Hukum dan HAM. Karena bentuknya hanya ‘pencatatan’ pasti urgensinya cuma berkaitan dengan ‘bukti bahwa pemilik hak cipta telah mencatatkan karya ciptanya pada negara, jika nantinya ada kasus pelanggaran hak cipta atas karya intelektual yang telah dicatatkan –   ini hanya sebagai bukti’. Artinya boleh dicatatkan atau tidak. Selama ini pencatatan karya cipta lagu ke Kemen KumHAM, selalu diminta membayar sejumlah uang, ratusan rupiah. Nah jika jumlah lagu ada 700 – 800 an dari satu orang pencipta lagu, dari mana duit milyaran rupiah disiapkan?

Perpustakaan Nasional RI hadir untuk perlindungan karya cipta ini melalui UU no. 13/2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam yg diundangkan tahun 2018. Karya Lagu dan Karya Cetak disimpan oleh negara sebagai aset seni budaya karya anak bangsa. Free of charge, alias gretonk. (Sumber laman FB Bens Leo)

Angka 76 Magis Buat Didi Kempot

Nggak percaya? Jumlah lagu yang diciptakan Penyuka ikan asin ini kisaran 760 tembang,  dan hasil  Konser Amal Didi Kempot untuk penanganan virus Corona (Covid-19) yang digelat bersama Kompas TV. Hasilnya mencapai 7,6 Milyar.

Ketika Jumpa Pers Jelang Billboard Indonesia Music Award 2020, saya dan teman-teman peliput hiburan sempat uring-uringan lantaran nama Didi Kempot tidak masuk daftar calon peraih Trofi. Sebagai rasa kecewa saya, lewat teman Eri wartawan Voicemagz menanyakan perihal tidak masuknya Didi Kempot. Jawaban Adib Hidayat dari Billboard Indonesia maupun dan Dini Putri dari RCTI tidak memuaskan saya dan teman-teman. Saya hanya bisa pasrah.

Entah karena mendapat kritikan Jurnalis hiburan, apa ingin kasih kejutan, akhirnya Billboard Indonesia Music Awards memberikan penghargaan Lifetime Achievement pada Didi Kempot. Sebelum diberikan trofi, Didi Kempot kemudian ditandemin dengan penyanyi pop milenial Isyana Sarasvati untuk melantun kan tembang Pamer Bojo. Hal itu membuay Seluruh penonton di Studio RCTI yang konon bisa menampung 2500 orang langsung pecah. Semua bergoyang mengikuti irama musik, Rizky Febian, asyik tanpa malu-malu berjoget bareng sahabat Ambyar.

Saya yang nonton bareng pengamat Musik Bens Leo sempat komen, “Kalau Mas Didi dikasih tampil lagi tapi pertengahan acara, penonton bakal bubar,” Kata Aya pada Mas Bens Leo.

Benar saja RCTI memberikan penghargaan Lifetime Achievement ketika dibelakangnya masih beberapa kategori penghargaan. Begitu break iklan, sahabat ambyar dan puluhan penonton langsung bubar.  Studio yang semula gegap gempita menjadi senyap.

Beruntung panitia Billboard Indonesia Music Awards berani mengambil keputusan memberikan penghargaan, mau tidak  Didi Kempot mesti tampil menyanyikan beberapa tembang andalannya sebagai pembuktian, kalau sekarang memang eranya Penyanyi asal Ngawi, Jawa Timur itu. Hal itu juga membuat gelaran Billboard Indonesia Music Awards tampil ambyar.

Kenangan Manis

Waktu selesai jumpa pers rencana untuk Konser di GBK medio Juli 2020 mendatang. Didi Kempot tiba-tiba nyamperin saya, setelah saya mengatakan pada Didi Kempot, kalau, saya nenyaksikan ketika Mas Mamiek ‘ngerjai’ waktu ia ngamen di rumah Rina Ribut Rawit.

Almarhum langsung mepet saya memberikan nomor kontak priadinya pada saya. Padahal waktu itu, puluhan wartawan minta nomer kontaknya. Tapi nggak digagas,  alias nggak dikasih.

Dua hari sebelum Didi Kempot meninggal, saya yang lagi kesengsem dengan tembang Pamer Bojo dan Cidro nyetel YouTube via laptop selama dua hari tanpa henti. Hal itu membuat istri saya ngamuk dan nggak mau ngomong sama saya.

Pas dua hari istri membisu, Selasa (5/5/2020) sekitar jam 9 pagi, istri tiba-tiba bangunin saya “Bapake, Didi Kempot Meninggal noh, ” kata istriku.

Saya langsung lompat dari tempat tidur, benar saja Kompas TV, TV One dan i-News lagi breaking news seputar wafatnya sang Godfather of Broken Heart Didi Kempot yang memiliki nama asli Dionisius Prasetyo, meninggal di RS. Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, hari Selas (5/5), sekitar pukul 7.30WIB. Beberapa saat menonton TV. Tanpa terasa, saya mrebes mili. Atiku ambyar sampeyan sedo sugeng tindak Mas. Mugi Gusti Alloh paring surga kagem panjenengan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.