Trenz Indonesia
News & Entertainment

Manfaat Vaksin COVID-19 Booster Kedua untuk Umum

Sentra Vaksin IKA Teladan SMAN 3 Jakarta

213

“Vaksin COVID-19 booster kedua kini bisa diberikan kepada kalangan umum, dan diyakini dosis tambahan ini mampu meningkatkan efek perlindungan dari COVID-19 yang lebih lama. Selain itu, booster kedua atau dosis keempat ini juga bisa mengurangi risiko sakit parah, rawat inap, dan angka kematian.”

JAKARTA, Trenzindonesia | Jelang akhir tahun 2022 lalu, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Pemerintah memutuskan untuk mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).  Hal tersebut tak lepas karena Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dengan baik dan sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonominya.

Meskipun PPKM dicabut, namun masyarakat Indonesia tetap diwajibkan untuk Vaksin Booster kedua. Menurut pihak Kementrian Kesehatan (Kemenkes), pemberian vaksin Covid-19 booster kedua atau dosis keempat kepada masyarakat umum didasari sejumlah pertimbangan.

“Untuk pengendalian penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya lonjakan kasus maka penting untuk mendorong masyarakat tetap melakukan vaksinasi dosis primer dan dosis lanjutan, booster termasuk booster kedua,” jelas dr. Syahril dalam keterangannya kepada media pada 24 Januari 2023 lalu.

Setelah resmi diberikan pada orang lanjut usia pada akhir November 2022 silam, kini Kementerian Kesehatan memastikan bahwa masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas juga sudah bisa mendapatkan vaksin COVID-19 booster kedua mulai 24 Januari 2023. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/380/2023.

Meskipun sekarang ini kasus COVID-19 sudah mulai terkendali dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga sudah dicabut, virus corona nyatanya masih tetap ada. Bahkan di sejumlah negara, terdeteksi varian baru seperti yang diduga lebih cepat menular dan kebal terhadap vaksinasi.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap mewaspadai COVID-19, salah satunya dengan mendapatkan dosis keempat (Booster kedua).

Turut mendukung program penuntasan pandemi Covid 19 di Indonesia, Ikatan Keluarga Alumni Teladan (IKA Teladan) SMAN 3 Jakarta, kembali menggelar kegiatan bertajuk Sentra Vaksinasi Booster.

Dengan melibatkan 150 orang panitia yang terdiri dari  Alumni, siswa/i SMA Negeri 3 Jakarta, Komunitas Pencinta Alam Sabhawana, P3AD (Persatuan Putra Putri TNI Angkatan Darat), Personil KODAM JAYA dan lembaga terkait serta Tenaga Medis, Sentra Vaksinasi Booster akan dilaksanakan di Gedung Barat SMAN 3 Jakarta, Sabtu 18 Maret 2023, mulai pkl. 08.00 – 13.00 WIB.

Kegiatan yang akan menyediakan sekitar 650 vaksin jenis Pfizer ini, merupakan ke lima kalinya diadakan di SMA Negeri 3 Jakarta setelah sebelumnya diperuntukan untuk vaksin 1, 2, booster 1 dan booster tuk lansia. Dan kali ini booster 2 untuk dibawah 60 thn.

Manfaat Vaksin COVID-19 Booster Kedua untuk Umum

Respon masyarakat terhadap kabar ketersediaan vaksin COVID-19 booster kedua mungkin beragam. Beberapa mungkin senang karena dengan adanya dosis keempat ini, mereka berharap bisa terlindungi dari virus corona yang terus bermutasi.

Namun, mungkin tidak sedikit juga orang yang bertanya-tanya sampai kapan harus terus memperbarui vaksinasi. Mereka juga masih mencari tahu sejauh mana booster kedua ini efektif untuk mencegah virus corona dan berapa lama manfaatnya bertahan.

Namun sebaiknya kita semua juga perlu tahu apa saja manfaat vaksin COVID-19 booster kedua untuk kesehatan masyarakat secara umum:

1.Meningkatkan efek perlindungan menjadi lebih lama

Menurut Prakash Nagarkatti, penasihat penelitian senior presiden di University of South Carolina School of Medicine Columbia, booster kedua jelas meningkatkan respons antibodi bila dibandingkan dengan booster yang pertama.

Hal itu membantu meningkatkan efek perlindungan rangkaian vaksin bertahan lebih lama daripada yang dimiliki saat ini.

Selain itu, penelitian terbaru di The New England Journal of Medicine dan The Lancet Infectious Diseases juga menemukan bahwa booster kedua secara kuantitatif bekerja dengan baik.

Pasalnya, antibodi peserta penelitian pun akan memuncak lebih tinggi setelah dosis keempat vaksin mRNA daripada yang mereka lakukan setelah dosis ketiga.

Sementara itu, dalam studi terakhir, peningkatan antibodi yang lebih nyata diamati pada peserta berusia 70 tahun atau lebih, yaitu kelompok usia yang sangat berisiko terkena penyakit parah.

Namun, para peneliti dalam studi The Lancet Infectious Diseases mencatat bahwa bagi beberapa peserta, manfaat suntikan keempat terbatas karena peningkatan kekebalan yang diberikan oleh suntikan ketiga belum berkurang.

Fenomena ini, yang bias disebut sebagai “ceiling effect”, dapat berarti bahwa penguat kedua menawarkan sedikit atau tidak ada perlindungan tambahan pada orang atau populasi tertentu.

2.Efektif untuk mengurangi risiko sakit parah, rawat inap, dan kematian

Data memang berulang kali menunjukkan bahwa berbagai subvarian Omicron bisa menghindari kekebalan yang diinduksi oleh vaksin dan kekebalan alami.

Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa booster kedua mampu mengurangi risiko penyakit parah dan kematian akibat COVID-19 pada populasi yang berisiko.

Salah studi tersebut menemukan bahwa booster kedua hanya memberikan perlindungan 34 persen lebih baik terhadap infeksi daripada yang pertama.

Penguat kedua juga memberikan perlindungan 64 persen lebih baik terhadap rawat inap, 67 persen perlindungan lebih baik terhadap penyakit parah, dan 72 persen perlindungan lebih baik terhadap kematian akibat COVID-19 daripada booster pertama.

 

Jadi, Siapa Saja yang Harus Mendapatkan Vaksin COVID-19 Booster ?

Menurut pedoman World Health Organization (WHO),  orang yang lanjut usia, orang yang mengidap penyakit kronis, dan yang mengidap gangguan kekebalan harus divaksinasi dan mendapatkan booster dua kali untuk melindungi diri mereka sebaik mungkin.

Hal itu karena kelompok orang tersebut rentan mengalami sakit parah akibat COVID-19, sehingga booster kedua bisa sangat bermanfaat bagi mereka.

Selain itu, orang yang memiliki pekerjaan yang rentan terkena penyakit tersebut, seperti tenaga kesehatan, juga perlu mendapatkan vaksin COVID-19 booster kedua.

Selain memperbarui vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan, pernting juga untuk menjaga kesehatan diri agar  tetap prima dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh harian dengan mengonsumsi suplemen vitamin. (Fjr & halodoc.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.