Trenz Indonesia
News & Entertainment

Masuki Tahun 2021, Pelaku Bisnis Harus Segera Lakukan Transformasi Digital

Sebanyak 89,7% Perusahaan menyatakan struktur marketnya telah terdisrupsi kedalam sistem digital, Tren teknologi disruptif akan memastikan bahwa transformasi digital sudah menjadi keharusan bagi setiap bisnis

248

Jakarta, Trenz Edutainment l – NTT Ltd., selaku penyedia layanan teknologi global terdepan dunia, hari Selasa, (1/12), mengumumkan prediksi tren teknologi ‘Future Disrupted: 2021’. Berdasarkan tren teknologi yang diperkirakan akan mendorong suatu perubahan, dikombinasikan dengan pandangan dari para ahli di NTT Ltd., tren tersebut berfungsi sebagai panduan bagi para pebisnis yang ingin menangkap peluang dan manfaat yang dibawa oleh teknologi ini.

Tren teknologi disruptif, yang diperkirakan akan terjadi mulai tahun 2021 dan seterusnya, mencerminkan dampak pandemi COVID-19 pada percepatan transformasi digital yang terjadi di masyarakat. NTT Ltd. yakin ada lima tren utama teknologi disruptif yang menjanjikan untuk membantu bisnis mewujudkan keselamatan dan keamanan, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan mengurangi beban pada lingkungan, yakni:

  1. APN (All-Photonics Networks), akan memperkuat komunikasi global.
  2. Teknologi Cognitive Foundation (CF), akan menghubungkan dan mengontrol segalanya secara terpusat untuk mendukung inisiatif Internet of Things (IoT)
  3. Digital Twin Computing (DTC), akan memungkinkan analisis prediksi dengan mengintegrasikan dunia nyata dan virtual.
  4. Evolusi ‘Citizen Developer’ dan otomatisasi proses robotik, akan membentuk kembali bisnis melalui pembangunan platform-platform berkode rendah/tanpa kode sehingga memungkinkan bagi siapa saja untuk membuat aplikasi bisnis dengan menggunakan data perusahaan.
  5. Komputasi kuantum (Quantum Computing) dan edge, akan mengantarkan pada era baru komputasi.
Nippon Telegraph and Telephone Corporation Ltd.

Ketika tren teknologi disruptif ini sudah ada di depan mata, dalam waktu dekat, tren ini akan mendorong kebutuhan terhadap transformasi digital karena memungkinkan bisnis untuk memberikan pengalaman pelanggan dan karyawan yang superior, lebih terhubung, mulus dan positif. Karena itu, NTT Ltd. memprediksi bahwa transformasi digital pada tahun 2021 akan menjadi suatu keharusan bagi dunia usaha, bukan suatu pilihan lagi.

Seperti yang terungkap dalam 2020 Global Customer Experience Benchmarking Report dari NTT, pengalaman karyawan dan pelanggan yang positif (Employee eXperience EX & Customer eXperience CX) akan menjadi landasan bagi strategi bisnis yang dibangun di masa depan. Hal ini didukung oleh penelitian NTT lebih lanjut, di mana 72% organisasi Asia Pasifik mengutip peningkatan CX sebagai faktor utama yang mendorong transformasi digital mereka.

Dalam mengomentari prediksi tersebut, Andy Cocks, Chief Go-to-Market Practices Officer di NTT Ltd., mengatakan, “Pada tahun 2021, kami memperkirakan bahwa keberhasilan CX akan bergantung pada apakah anda memiliki strategi berbasis data dan terdokumentasi dengan baik. Data pelanggan dalam jumlah besar yang diakses, diambil, dan dikelola oleh sebagian besar organisasi dari berbagai sumber semata-mata akan siap bertambah di tahun mendatang.”

Andy melanjutkan, “Otomatisasi juga akan memainkan peran penting dalam inisiatif pengalaman karyawan. NTT memprediksi untuk melihat kemajuan dan adopsi otomatisasi proses robotik, pembelajaran mesin, dan AI. Pengusaha harus berpikir keras untuk mengoptimalkan kesejahteraan dan keselamatan karyawan. Identitas, data dan analitik, alat kolaboratif, keamanan dan otomatisasi akan menjadi dasar untuk meningkatkan pengalaman karyawan, serta yang terpenting, kesejahteraan karyawan.”

Terakhir, keamanan siber harus mendukung semua yang diterapkan karena dampaknya terhadap loyalitas pelanggan dan kesejahteraan karyawan akan semakin meningkat saat memasuki tahun 2021. NTT’s Intelligent Workplace Report juga menunjukkan bahwa 93,2% organisasi di Asia Pasifik telah sepenuhnya memikirkan kembali keamanan mereka untuk mengakomodasi cara bekerja baru yang diakibatkan oleh pandemi.

Pelatihan tentang aplikasi baru dan cara kerja baru tampaknya tidak menjadi agenda utama (hanya untuk 48,7% dari organisasi di Asia Pasifik), yang menghadirkan risiko tingkat tinggi.

Mengabaikan pembaruan kebijakan keamanan dan menyelesaikan program kesadaran tentang keamanan, dapat berakibat abainya perilaku karyawan untuk turut mendukung dan berpartisipasi dalam menanggulangi masalah keamanan siber.

Hendra Lesmana, CEO NTT Ltd.

Hendra Lesmana, CEO NTT Ltd., menanggapi kekhawatiran publik tentang keamanan data personal maupun perusahaan dari kejahatan siber atau hacker, Hendra menjelaskan, melalui penerapan Quantum Computing maka sistem enkripsi dapat dilakukan dengan cepat karena sistem ini mampu mengelola informasi dengan banyak parameter yg diolah secara bersamaan.

Hendra juga menekankan kepada pengguna agar lebih teliti terhadap setiap transaksi yang dilakukan secara digital, yang pertama, memperhatikan End User License Aggrement (EULA), kemudian yang kedua adalah Sertifikasi terhadap orang, teknologi, dan proses dari transaksi.

“Dalam hal ini NTT akan membantu bukan pada teknologinya tetapi lebih kepada orang dan prosesnya, dimana keduanya harus siap untuk melindungi data konsumen melalui sistem enkripsi yang baik,” tukas Hendra.

“NTT selaku digital business enabler (pendukung bisnis digital – red) akan membantu klien NTT dalam bertransformasi digital termasuk juga membuat mereka lebih peduli terhadap kehadiran teknologi quantum computing yang sudah berada didepan mata, apa yang harus dilakukan untuk bisa memanfaatkan teknologi ini. Baik dari sisi interaksi dengan konsumennya maupun dari sisi perlindungan terhadap serangan siber secara digital,” pungkas Hendra menjelaskan tentang peran serta NTT Ltd. dalam menghadapi hal tersebut.

Untuk membaca lebih lanjut tentang tren yang akan kita lihat di tahun 2021 dan seterusnya, kunjungi halaman web kami Future Disrupted webpage.

***

Leave A Reply

Your email address will not be published.