Trenz Indonesia
News & Entertainment

Mung Sriwiyana Kepergian Untuk Selamanya Dari Konser Rakyat Leo Kristi

211

Jakarta, Trenz Music I Rest In Peace, Rabu (12/8), pukul 15.15WIB, Mung a.k.a Mung Sriwiyana, bassist yang ikut mewarnai perjalanan bermusik Konser Rakyat Leo Kristi (KRLK) kini turut menemani Leo Imam Soekarno a.k.a Leo Kristi (wafat 21 Mei 2017, di usia 68 ) dan Naniel Khusnul Yaqin (21 Februari 2020, di usia 68).

Kelahiran KRLK tentu tak lepas dari Mung dan Naniel, karenanya sangat beralasan dua musisi inilah founder dari Konser Rakyat Leo Kristi, sedangkan  para musisi dan penyanyi lainnya bisa datang dan pergi. Sementara Mung yang tetap berada dalam satu ‘perahu’ KRLK. Makanya di kalangan musisi troubadour, antara Leo Kristi dan Mung bagai ikan dengan air.

Soulmate Leo Kristi dan Mung, teaterawan Hare Rumemper menegaskan, khusus Mung begitu nampak kalau leo sulit untuk dipisahkan dan keduanya sebelas-dua belas. “Secara musikal Leo bisa ditinggalkan oleh siapapun dalam kelompoknya, tapi dia tidak bisa ditinggalkan Mung,” imbuh Hare Rumemper yang tak terhitung karya puisi dinyanyikan Franky Sahilatua ini.

Baca juga: Akhir dari Perjalanan Troubadour Indonesia, Leo Imam Soekarno wafat!

Leo – Mung bagai ikan dengan air.

Seperti dikutip dari Ngopibareng.id bahkan Mung mengakui, dirinya punya hubungan yang khusus dengan Leo. “Saya itu sama Leo sering kali dibujuki. Soal apa saja, termasuk soal duit. Tetapi tetap saja saya tidak bisa dipisahkan dengan dia, begitu juga sebaliknya,” kelakar Mung.

Kembali Hare menceritakan, awal tahun delapan puluhan, Leo sempat mendapatkan masalah dalam musik, dan pilihannya meluncur ke rumah Mung. “Waktu itu mereka masih di Jalan Kalisari Surabaya, dan di rumah itulah persoalan musik bisa diselesaikan,” kenang Hare Rumemper mesam-mesem.

Firasat akan kepergian selamanya Mung, mengutip Ngopibarend.id Hare akui secara tak sengaja melihat foto Mung yang terpanjang lewat akun Mung Leokristi dan tampil dalam laman teman yang mukim di Malang, Jawa Timur.

“Dari fotonya Mung, seperti ada yang menyuruhku untuk mencari cari nomor WhatsApp Mung. Begitu mengkontaknya. Saya terkejut yang menerima Anita Christina, istrinya, dan langsung menangis. Sambil menangis dia bilang, Masmu barusan gak ada, meninggal dunia. Innalillah…. saya gak bisa ngomong apa-apa,” lirih Hare Rumemper.

“Saya nelpon mungkin sekitar setengah jam, setelah Mung meninggal. Saya segera informasikan ke Facebook berita duka ini. Lama sekali saya tidak kontak dia, tiba-tiba hari ini saya menghubungi dia, tapi ternyata dia baru saja pergi. Mudah-mudahan husnul khotimah,” kata Hare Rumemper.

Met jalan Cak Mung………

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.