Trenz Indonesia
News & Entertainment

Pemberlakuan Jam Malam Di Kota Bogor Mulai terapkan

Bima Arya Sidak Pelanggar Jam Malam

217

 Bogor, Trenz News | Pemerintah Kota Bogor akan memperpanjang masa PSBB pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) mikro atau pembatasan sosial mulai dari tingkat RT/RW. Selain itu, PemKot Bogor juga menerapkan jam malam, usai kembali ditetapkan menjadi zona merah dalam penyebaran virus corona.

PSBB Mikro mulai diterapkan Hari Sabtu (29/08/2020) selama 14 hari kedepan. Sementara Pemberlakuan Jam Malam mengatur batas operasional usaha hingga pukul 18.00 dan pembatasan aktivitas warga hingga pukul 21.00.

Dengan demikian, sejumlah tempat usaha di Kota Bogor harus mentaati protokol kesehatan terkait pembatasan jam operasional.

Walikota Bogor, Bima Arya menyambangi beberapa tempat usaha diantaranya mall Botani Square, cafe sepanjang jalan pandu raya dan cafe yang berada di jalan A.Yani Kota Bogor

Di jalan A.Yani tepatnya di Air Mancur, petugas mendapati sejumlah pengendara yang kedapatan tidak mengenakan Masker. Ketika dihampiri oleh petugas alasan mereka “lupa tidak dibawa”dan dengan sigap petugas TNI AD menanyakan kepada mereka “lupa atau mau bunuh diri sama corona” sambil memberikan masker kepada dua pemuda yang tidak memakai masker, untuk digunakan dan dianjurkan untuk pulang ke rumah masing-masing

Sementara itu, Bima Arya juga menjelaskan peningkatan data penambahan kasus covid-19 di Kota Bogor karena tingginya aktivitas masyarakat, dan kurangnya kesadaran menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi begini, dari data menunjukan bahwa yang terpapar itu karena mobilitas tinggi di luar, hari ini ada 21 kasus positif baru, ini rekor sejak awal covid-19”, tegas Bima.

Berdasarkan data tersebut, ada 7 orang klaster baru, serta penambahan klaster keluarga. Dari hasil konfirmasi kepada pasien, akibat mobilitasi yang tinggi di luar. Sejak 15 Agustus 2020, kasus positif covid-19 di Kota Bogor rata-rata tembus diatas 10 orang. Total dalam kurun waktu tersebut telah ada 189 kasus, sehingga jumlah positif di kota Bogor mencapai 574 kasus.

“Pemberlakuan pembatasan Jam operasional jam 18.00 WIB dan pembatasan jam operasional aktivitas jam 21.00 WIB untuk menekan dan mengurangi aktivitas di luar yang tidak perlu”, lanjut Bima.

Tetapi Warga masyarakat Kota Bogor yang pulang tengah malam untuk mencari nafkah masih di toleransi.

“Situasi nya saat ini tidak aman, Covid-19 lonjakan nya begitu cepat dan sangat tajam. Kami FORKOPIMDA (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Bogor bersepakat untuk beberapa hari kedepan turun ke lapangan fokus sosialisasi sekaligus memastikan semua berjalan dengan baik”, papar Bima.

Bima Arya mengatakan, akan memberikan sosialisasi selama sepekan agar masyarakat tidak kaget dalam penerapan tersebut. “Senin kita berlakukan sanksi dari perwali yang sudah di tandatangani”, tegas Bima

Seperti di ketahui, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) Mikro atau berbasis komunitas setelah kota Bogor memasuki zona merah. Bima menegaskan PSBB mikro diberlakukan di RW yang termasuk zona merah sesuai dengan keputusan Forkopimda, semua aktivitas dikawasan zona merah akan dibatasi dan diawasi

“Bukan lockdown total, cuma ga bisa ngumpul, ga bisa tahlilan dan gak bisa berkerumun”, jelas Bima.

“Kini, terdapat 104 RW dari 797 RW di Kota Bogor yang berstatus zona merah dan dari 68 kelurahan ada 49 Kelurahan yang berstatus zona merah. Karenanya, saya menghimbau kepada masyarakat Kota Bogor untuk mentaati aturan yang di berlakukan dan jangan lupa memakai Masker”, pungkas Bima Arya.(dadi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.