Trenz Indonesia
News & Entertainment

Restu Mahardani Mengklarifikasi Label ProAktif Dan Melakukan Langkah Hukum Terhadap Syakir Daulay

405

Jakarta, Trenz News I Kerjasama antara label musik ProAktif dengan pesinetron dan juga penyanyi Syakir Daulay berujung ke ranah hukum. Pihak label yang telah melahirkan puluhan penyanyi top, mengungkap  sikap Syakir yang telah melanggar kesepakatan, bahkan belakangan cenderung membangun opini seolah olah terzolimi.

Ketidak konsistenan Syakir Daulay itu ditunjukkan setelah lagu Aisyah Istri Rasulullah yang diproduksi Proaktif dan dibawakan oleh Syakir Daulay, menjadi trending no 1 di channel YouTube.

“Kerja sama pada awalnya baik-baik saja, bahkan Syakir memenuhi apa yang menjadi kewajiban dia sebagai penyanyi. Tapi ada aroma ketidak beresan dia tunjukkan, ketika lagu Aisyah Istri Rasulullah menjadi hits dan trending. Dia mulai susah diajak koordinasi. Sikap yang ditunjukkan sangat mengecewakan, diantaranya dengan mengungkit kembali kontrak kerja sama pembelian channel YouTube yang sudah di tanda tangani. Ini kan aneh, kalau mau mempermasalahkan seharusnya sejak awal,” kata Restu Mahardani, Vice President CEO Musik Proaktif, saat dihubungi Trenzindnesia.com, Selasa (5/5) siang.

Awal mula kerja sama, berangkat dari keinginan pihak syakir untuk menyerahkan pengelolaan channel YouTube yang isinya vlog itu ke pihak Proaktif. “Tentu saja, kami tidak begitu saja menerima kerja sama itu. Kami lewat tim, melakukan analisa  secara komprehenship terkait channel Syakir Daulay. Hasil analisa tim digital kami, melihat prospek channel itu tidak visible secara bisnis, pada awalnya kami tidak berani ambil,” kata Restu.

Dia menunjukan hasil analisa argoritma revenue kanal tersebut dalam 6 bulan terakhir  pendapatan perbulannya minim. Tapi dilandasi niat baik dan ingin membantu, akhirnya dicapai kesepakatan dengan pengambil alihan secara full, dimana Syakir tetap mendapatkan royalti sebagai penyanyi atau pengisi audio visual untuk semua platfom digital.

“Kewajiban kita sudah kita laksanakan, diantaranya menyiapkan produksi, hak dia juga sudah kita berikan. Tapi dia mulai mengingkari, dengan mengatakan bahwa channel itu masih milik dia, bahkan dengan dalih mau kembalikan uang, dan lain-lain.  Kita kan jadi bingung dengan sikapnya,” katanya, sambil menambahkan bahwa dalam kerjasama, yang kita pegang adalah itikat baik komitmen yang telah ditanda tangani.

Menurut Restu, sikap Syakir yang di dukung keluarganya, mulai tidak konsisten. Kami  sudah membuka ruang dialoq secara kekeluargaan. Tapi  itu tidak dimanfaatkan secara baik, bahkan cenderung kontra produktif. “Malah dalam postingan di sosmed, cenderung melakukan fitnah, dengan mengatakan kanal YouTube telah dibajak orang,” tegasnya. Lantas tambah Restu, “Kami sudah meminta dia melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas postingannya, tapi tidak dia lakukan. Maka kami menempuh jalur hukum.”

Pilihannya pada Senin (4/5), kuasa hukum untuk label musik ProAktif, Label musik ProAktif, Abdul Fakhridz membawa ke rana hukum, dengan laporan yangterdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor  LP/2640/V/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. “Karena klien kami dirugikan atas status instagram dari Syakir Daulay menyebut akun YouTube miliknya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab” ucap Abdul.

Bahkan Abdul menceritakan, lewat penandatangan kontrak tertanggal 7 Februari 2020 antara Label musik ProAktif dengan Syakir Daulay yangtelah menerima pembelian akun YouTube Syakir  daulay seharga Rp.200 juta. “Rinciannya sebagai uangmuka sebesar Rp.100 juta dan sisanya sebesar Rp.50 juta diterima Syakir, juga Rp.50 juta lagi lewat transfer di terima oleh orangtuanya Pak Hasan,” tegas Abdul,

Karena label musik ProAktif sangat dirugian, Restu akui, telah membuat laporan ke polisi atas pencemaran nama baik. Dan langkah hukum lainnya, sedang disiapkan atas sikap Syakir yang tidak melaksanakan kewajiban (wanprestasi).

“Perlu saya tegaskan, bahwa ProAktif berkiprah di dunia musik ini sudah puluhan tahun. Kami pertaruhkan nama baik. Yang kita jaga adalah komitmen kerja sama,” katanya. Selanjutnya ungkap Restu, “Ini perlu disampaikan untuk menepis opini seolah-olah ProAktif yang menzolimi dia.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.