HomeNewsRevisi UU TNI dan Ancaman Geopolitik

Revisi UU TNI dan Ancaman Geopolitik

Published on

MPSI Ingatkan Potensi Intervensi Asing

Jakarta, Trenzindonesia | Gelombang penolakan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) bukan sekadar dinamika demokrasi biasa.

Menurut Direktur Merah Putih Stratejik Institut (MPSI), Noor Azhari, ada indikasi kuat bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi lebih luas yang bertujuan melemahkan kedaulatan negara.

Dalam pernyataan tertulisnya, Noor Azhari menyoroti bahwa penolakan terhadap revisi UU TNI tidak bisa dilihat secara terpisah dari kepentingan geopolitik kawasan. Ketegangan di Laut China Selatan dan dinamika global yang melibatkan kekuatan besar diyakini turut mempengaruhi situasi ini.

“Ada pola sistematis yang bertujuan mengganggu stabilitas nasional, terutama saat Indonesia semakin strategis dalam percaturan politik global,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkap adanya dugaan keterlibatan aktor-aktor transnasional, termasuk jaringan yang berafiliasi dengan George Soros, dalam membentuk opini publik yang melemahkan institusi negara.

“Fenomena ini bukan hal baru. Di banyak negara berkembang, aktor asing kerap mendukung gerakan sipil tertentu untuk menekan kebijakan strategis negara tersebut,” lanjutnya.

📌 Perang Asimetris: Ancaman di Balik Narasi Demokrasi

Noor Azhari mengingatkan bahwa intervensi asing sering kali berlindung di balik narasi demokrasi dan hak asasi manusia. Ia menyebut strategi serupa pernah digunakan dalam konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah sebagai bentuk perang asimetris.

“Kritik dan advokasi demokrasi memang diperlukan, tetapi kita harus bisa membedakan mana yang murni untuk kepentingan bangsa dan mana yang justru menjadi alat dari agenda asing,” tegasnya.

Di tengah berbagai ancaman ini, Noor Azhari menekankan pentingnya persatuan nasional. Ia mengajak semua elemen masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sipil, untuk meningkatkan kewaspadaan nasional.

“Indonesia tidak boleh terjebak dalam skenario yang melemahkan pertahanan nasional. Kita harus tetap solid dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas negara,” tutupnya. (PR/Fjr)

Latest articles

Migi Rihasalay Tampil Elegan Bersama Putri Cantiknya di Anniversary Color Models Inc, Kehadiran Putri Indonesia Jadi Sorotan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Gemerlap dunia mode dan selebriti menyatu dalam perayaan 36th Anniversary Color...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...

Pikachu Goyang Dangdut Bareng Happy Asmara, “Kopi Dangdut” Siap Gegerkan Jakarta

JAKARTA — Penyanyi dangdut-pop Jawa Happy Asmara dipastikan menjadi sorotan utama dalam peluncuran album...

Andrigo Siapkan “Pacar Selingan 2” Setelah Lagu Viral

Nama Andrigo kembali menjadi sorotan publik setelah lagu “Pacar Selingan” viral di berbagai platform...

More like this

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...

Hujan Deras Guyur Bojonggede, Warga Bojong Indah Permai Was-was Banjir Masuk Rumah

BOGOR,Trenzindonesi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin...

MAKI Jatim Gelar Coffee dan Tobacco Fest, Dorong Jember Jadi Episentrum Industri

Jember,Jawa Timur ,Trenzindonesia.com - MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur kembali menggelar Speciality Coffee, Tobacco...