Trenz Indonesia
News & Entertainment

Selamat Jalan Agus Asianto, Lelaki Tangguh Yang Bermimpi Bermotor Keliling Asean

Sutrisno Buyil : Ketua Umum FORWAN Indonesia

396

DEPOK, Trenz Corner | Ketika saya menggagas mendirikan Forum Wartwan Hiburan (FORWAN ) Indonesia, Agus Asianto salah satu teman yang bersemangat bareng Agustian (Alm), Fajar,Lolo, Edo, Dody, Irish, Teddy. Dan Agus pula yang bersemangat agar FORWAN Indonesia di deklarasikan pada bulan April, biar berdekatan dengan ulang tahun pernikahannya. Istimewanya, deklarasi berdirinya FORWAN Indonesia pada tanggal 21 April 2014 bertepatan dengan lahirnya Agneta, yang hingga kini menjadi putri semata wayangnya Agus Asianto.

Sebagai bukti semangat mendirikan organisasi Wartawan berbasis sosial, ia yang mencari tempat deklarasi di salah satu club di Citos, Jakarta Selatan. Agus juga bersusah payah membawa tiang bendera dan tempat pataka dari Depok ke Citos.

Agus selalu di depan ketika FORWAN Indonesia menggelar kegiatan sosial, ketika awal Pandemi Corona melanda, FORWAN Indonesia menggelar peduli anggota hingga lima kali, Agus mempersilahkan rumah ibunya yang di Pejompongan untuk dijadikan posko dan tempat penampungan sembako selama berminggu-minggu. Tak hanya mempersilahkan rumah ibunya untuk dijadikan posko FORWAN peduli, bahkan Agus pun, ikut sibuk menata sembako yang bakal dibagikan ke anggota FORWAN Indonesia. Ketika FORWAN Indonesia menggelar acara potong hewan Kurban, Agus dengan ringan tangan membawa puluhan kantong daging kurban untuk dibagikan ke anggota yang bertempat tinggal di Depok dan sekitarnya. Ketika ulang tahun ke 7 FORWAN Indonesia, Agus juga hujan-hujanan demi membawa sembako untuk anak yatim di panti asuhan di Ciracas dan Cibubur. Dia tidak pernah protes ketika panitia kelupaan tidak kasih uang bensin dan rokoknya.

Tidak hanya itu sebelumnya, saat ulang tahun 5 FORWAN Indonesia, ternyata menyisakan puluhan dus minuman ringan. Dengan sigap Agus meminta kalau puluhan dus minuman dibawa kerumah mertuanya di Depok. Alhasil ia tidur bareng minuman kaleng di kamarnya.

Ketika Agus memutuskan berwirausaha dengan membuka kedai Ayam Gosong di wilayah Depok, nilai sosialnya tidak luntur. Setiap anggota FORWAN Indonesia yang datang membawa atribut FORWAN Indonesia, dikasih diskon 50 persen. Kadang saya iseng, pakai kaos FORWAN Jaket FORWAN dan menunjukan KTA FORWAN , dia benar-benar buktikan janji. Di kasih diskon ke saya sampai 75 persen. Karena gak mau dibayar, maka saya suka naruh uang bayar makanan dibawah piring.

Sayang pandemi Covid menghantam sehingga kedai Ayam Gosong nya harus gulung tikar.

Saya paling menentang ketika Agus mau ikut touring keliling Indonesia bertajuk Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI), kenapa? karena 18000 km  dijalani selama berbulan-bulan. Sementara  usia tidak muda lagi. Terelebih, dia tidak bisa mengurangi hobi begadangnya sampai subuh, Agus jarang minum air putih. Habis makan pun, minumnya kopi. Sehari-hari makan selapernya dan lebih banyak mengonsumsi Kopi hingga bergelas-gelas dan rokok Djarum Coklat kesayangannya..

Tapi karena semangatnya, akhirnya saya pasrah, apalagi kalau mendengar slogannya sebagai Lelaki Tangguh.

Agus memang bermimpi memiliki motor trail sebagai ganti motor trailnya yang raib digondol orang. Untuk itu, ia bersemangat untuk menaklukan Indonesia. Kalau dia sukses, harapannya motor trail di depan mata. Saya makin nggak bisa ngomong apa-apa.

Ada satu lagi mimpi besarnya, kelak usai menjalani JKW-PWI, Agus berniat untuk touring keliling ASEAN.

“Ulang tahun ke 60, akan saya rayakan dengan berkeliling Asean,” katanya bersemangat.

Sayangnya, impian tidak selalu berjalan sesuai yang diharapkan.

Kemudian saya mendapat kabar kalau Agus terpaksa tidak bisa melanjutkan aktivitasnya di program JKW-PWI. Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan sisa perjalananan yang masih 9000 km lagi.

Ketika dilepas saudaranya di bandara Kalimantan, dari gambar video yang disebar di wag, gestur tubuh Agus menunjukan kekecewaan yang mendalam. Tapi mau apalagi, kondisi tubuhnya semakin tidak mendukung. Bahkan Agus sempat terjatuh saat tiba di bandara Soekarno Hatta.

Beberapa hari kemudian, saya yang baru tertimpa musibah akibat kecelakaan motor, memaksakan diri untuk ikut niatan Eddie Karsito yang tak lain adalah Sekjen FORWAN Indonesia untuk membesuk ke tempat Agus Asianto beristirahat guna memulihkan kondisinya.

Agus yang Nampak bersemangat menyambut kehadiran saya dan Eddie Karsito, minta dibantu agar bisa duduk untuk bias ngobrol santai. Bahkan Saya sempat menegur Agus,  karena merokok di kamar ber AC dan ngopinya nggak mau berhenti.

Beberapa hari kemudian saya bersama Fajar Irawan dan Thomas Manggala, kembali menyambanginya. Mirisnya, kondisi Agus semakin drop, lunglai dan tidak berdaya. Kaki kanannya tidak bisa digerakkan, hingga harus dipapah oleh Fajar dan Thomas untuk masuk ke ruang kamar. Saya nggak percaya dengan kondisi Agus, sampai bengong dan deleg-deleg. Sampai nggak mampu berdiri, untuk ikut membantu Fajar dan Thomas memapah Agus.

Seiring perjalanan waktu, kondisi Agus semakin mengkhawatirkan, terlebih setelah hasil CTscan menyatakan Agus mengidap cancer stadium 4 di Paru paru dan otaknya. Bahkan kabarnya Sabtu (5/2/22) sekitar jam 01.00 Frieta istrinya ditemani Fajar yang baru datang untuk melihat kondisi Agus, harus segera membawanya ke RS Sakit karena Agus dalam kondisi sesak. Dua RS besar di daerah Cimanggis udah penuh hingga Agus terpaksa di bawa ke RS Polri Kramatdjati, itupun masih menunggu waktu hingga pagi hari untuk bisa dapat ruang perawatan yang lebih baik.

Karena kondisi saya juga sedang drop, maka saya tidak bisa menemani Agus di rumah sakit Polri.

Sampai di Jum’at malam (11/2/22), Saya yang biasanya tidur diatas jam 12 malam, saat itu setelah nonton sinetron Amanah Wali langsung tidur dan baru bangun pagi sekitar jam 8.30. Buka grup WA, semua isinya ucapan berduka cita atas meninggalnya Agus Asianto yang mulai diberitakan sejak sebelum shubuh, Sabtu (12/02/2022).

Saya langsung mandi dan tancap gas keruma duka, ketika baca doa, Agneta Putri semata wayang Agus minta ijin masuk ke kamar. Saya melihat Putri Kesayangan Agus, langsung mewek. Sampai ditenangin sama Frieta, wanita cantik yang jungkir balik merawat Agus selama sakit hingga dinyatakan meninggal.

Tugas saya dan FORWAN Indonesia tinggal memikirkan harta paling berharga Agus, putri semata wayang yang masih berusia jelang 8 tahun. Bagaimana sekolah dan masa depannya….

Mudah-mudahan FORWAN Indonesia bisa terus berkembang sehingga bisa mencari solusi untuk Agneta kedepan.

Selamat jalan Brader, tenanglah disana, Agneta biar FORWAN Indonesia dan Frieta yang memikirkannya.

Jiwa Sosial dan semangatmu jadi inspirasi keluarga besar FORWAN Indonesia!.

Sutrisno Buyil

Leave A Reply

Your email address will not be published.