
Houston, Trenz News | Royal Dutch Shell plc, melalui anak usahanya Shell Offshore Inc (Shell), pada 24 Mei 2019 lalu, baru saja mengumumkan dimulainya tahap produksi di sistem produksi mengapung Appomattox yang dikelola Shell, beberapa bulan lebih awal dari jadwal, membuka babak baru di laut dalam Teluk Meksiko, Amerika Serikat. Appomattox, saat ini memiliki produksi yang diperkirakan sebesar 175.000 barel ekuivalen minyak per hari (boe/d), merupakan penemuan komersial pertama yang kini memasuki tahap produksi di laut dalam Teluk Meksiko, pada formasi Norphlet.
“Keberhasilan Appomattox untuk beroperasi dengan aman, lebih awal dari jadwal dan jauh di bawah anggaran biaya, membuktikan komitmen kami yang terus-menerus menekan biaya lewat peningkatan efisiensi selama pelaksanaan proyek,” ujar Andy Brown, Upstream Director, Royal Dutch Shell. “Appomattox menghasilkan aspek inti jangka panjang yang penting bagi Shell di Norphlet, sehingga kami bisa menggunakannya untuk mengkaji ulang sejumlah ladang migas yang telah ditemukan, serta sejumlah penemuan mendatang.”
Appomattox ialah sebuah kisah tentang efisiensi lewat inovasi. Dengan perencanaan pembangunan yang optimal, desain dan fabrikasi yang lebih baik, eksekusi pengeboran yang piawai, Appomattox telah mewujudkan pengurangan biaya sebesar lebih dari 40% sejak keputusan investasi dibuat pada 2015. Awal kegiatan produksi Appomattox hanyalah permulaan dari kelanjutan upaya untuk memaksimalkan arus sumber daya di Norphlet yang produktif di sekitar Appomattox.
Bisnis Shell di laut dalam yang bertaraf dunia memiliki alur perkembangan dan berbagai peluang eksplorasi yang baik di Brazil, Amerika Serikat, Meksiko, Nigeria, Malaysia, Mauritania, dan Laut Hitam Sebelah Barat. Kegiatan produksi di seluruh dunia berada di jalur tepat untuk mencapai lebih dari 900.000 boe/d pada 2020 dari ladang migas yang telah ditemukan dan mapan. Perusahaan terus menjadi salah satu pemegang hak guna lahan terbesar di laut dalam Amerika Serikat, dan tetap menjadi salah satu penghasil migas lepas pantai yang paling produktif di Teluk Meksiko. Shell merancang dan mengelola sejumlah proyek laut dalam hingga berdaya saing, dan sejak 2014, telah menekan biaya pembangunan unit dan biaya operasional sekitar 45%. (PRNewswire / TrenzIndonesia) | Foto: Dok. PRNewswire
