Trenz Indonesia
News & Entertainment

Soroti Aspek Strategis Tempat Kerja Masa Depan, NTT Ltd. Terbitkan Laporan Intelligent Workplace 2020 Bertajuk ‘Shaping Employee Experiences for a World Transformed’

Laporan Intelligent Workplace Report NTT mengungkapkan bagaimana strategi tempat kerja akan terbentuk dengan mengutamakan kesejahteraan karyawan

229

Jakarta, Trez Edutainment lNippon Communication and Telephone Corporation – NTT Ltd., sebuah perusahaan global penyedia layanan teknologi, saat ini telah mengeluarkan laporan berkait Intelligent Workplace 2020 yang bertajuk Shaping Employee Experiences for a World Transformed.

Intelligent Workplace 2020 menyoroti perihal ekses dari pandemi yang telah menempatkan kesejahteraan karyawan di garis depan dalam agenda perusahaan semasa pandemi. Kebijakan WFH menjadi sebuah tantangan bagi karyawan dengan segala problematikanya.

Persoalan konektivitas dan tempat kerja seperti bandwidth, perasaan terisolasi dan kurangnya ruangan khusus bekerja, kini menjadi salah satu kekhawatiran mereka. Untuk itu, perusahaan harus dapat melihat setiap aspek strategis sebuah tempat kerja untuk mengoptimalkan pengalaman dan kemampuan karyawan, termasuk juga budaya, teknologi dan lokasi bekerja.

Berdasarkan laporan yang telah mensurvei 1.350 partisipan di 19 pasar menunjukkan bahwa 92,1% responden percaya bahwa kebutuhan karyawan akan menjadi inti atau jantung rancangan di tempat kerja masa depan.

Pertemuan dan tatap muka secara langsung masih mendominasi dan menjadi pilihan dalam melakukan pekerjaan kantor selain untuk membangun atmosfer yang positif dilingkungan kerja.

John Lombard, CEO – Asia Pasifik di NTT Ltd. berpendapat, bahwa karyawan yang terhubung dengan kesejahteraan dan pengalaman harus menjadi inti atau jantung dari strategi tempat kerja di masa depan.

“Perusahaan harus membantu karyawannya agar dapat tetap terhubung dan menjaga keamanan data yang mereka miliki akan menjadi kunci untuk menjaga etos kerja serta menjaga produktivitas dan efektivitas. Namun, hal ini harus didukung oleh strategi jangka panjang menuju transformasi digital, dengan peluncuran teknologi baru, kebijakan, dan tentu saja pelatihan sehingga karyawan merasa nyaman dalam penggunaan platform-platform baru,” tukas Lombard.

Saat ini, sepertiga dari semua pelaku bisnis (35,2%) telah mengubah kebijakan Teknologi Informasi (TI) mereka untuk membantu karyawan bekerja dalam model operasional yang baru dan setengahnya (51%) telah mengimplementasikan alat-alat komunikasi dan produktivitas yang baru.

Lebih jauh John Lombard mengatakan, Dalam banyak kasus karyawan telah dibiarkan untuk menggunakan perangkat dan aplikasi pribadi mereka, di mana hal ini dengan cepat dapat meningkatkan risiko pada kerentanan keamanan perangkat dan data pribadi.

Faktanya, hanya 58,6% yang telah meningkatkan kemampuan TI mereka untuk menjaga keamanan data perusahaan dan karyawan itu sendiri agar menjadi lebih terjamin.

Menetapkan Strategi Tempat Kerja Baru Untuk Kantor Masa Depan

Menurut temuan dalam laporan ini, hampir setengah dari pelaku bisnis (46,2%), sudah mempertimbangkan desain kantor secara umum dan cara terbaik untuk menyelaraskannya dengan kebutuhan baru karyawan.

Walaupun demikian, mayoritas setuju bahwa ruang fisik akan memiliki kegunaan yang lebih jelas dan fleksibel untuk menyediakan lebih banyak lingkungan kolaboratif yang memungkinkan.

 

  • Menghubungkan tenaga kerja yang terpisah – pisah: 54,9% akan memasang ruang konferensi video / kolaborasi video untuk menyatukan karyawan yang bekerja dari jarak jauh dan yang bekerja di dalam kantor
  • Memfasilitasi kreativitas dan kolaborasi: 42,3% akan menerapkan ruang kreatif / brainstorming
  • Mendorong inisiatif kerja berbasis aktivitas: lebih dari seperempat (26,5%) akan mengurangi ruang meja kerja individu dengan peningkatan ruang pertemuan sebesar 29,9%

 

Solusi Cerdas Akan Memberdayakan Karyawan

Memotivasi karyawan dalam menggunakan teknologi baru, sangatlah penting untuk secara detail menjelaskan manfaatnya kepada mereka secara individu, terutama jika mereka bekerja dari jarak jauh. Namun, hal ini tak selalu didukung dengan pelatihan yang memadai.

Hanya 41,6% dari bisnis di seluruh dunia, memiliki akses ke analisis tempat kerja untuk membantu mereka memahami dan menilai permasalahan baru (pain points) yang diakibatkan dengan bekerja secara jarak jauh.

Dengan meninjau aplikasi dan fitur yang dipakai melalui analisis tempat kerja, perusahaan dapat mempelajari bagaimana cara memprioritaskan, menyesuaikan dan mengukur dampak pelatihan agar berdampak positif pada penerapan, penggunaan dan produktivitas, yang semuanya berkontribusi pada pengalaman karyawan.

 

Sekarang Bisnis Harus Menetapkan Pondasi Untuk Pengalaman Karyawan Masa Depan

Pranay Anand, Direktur Senior Intelligent Workplace, Asia Pasifik di NTT Ltd.  menyatakan, Bagaimana perusahaan akan menghadapi tantangan yang ditimbulkan Covid-19 dan membentuk kembali strategi tempat kerja mereka, meletakkan dasar bagi masa depan kerja untuk seluruh generasi. Pelaku bisnis harus bereaksi dengan ketangkasan dan tujuan. Sudah saatnya bagi pelaku bisnis untuk bertindak sekarang.’

“Kami melihat, saat ini, perusahaan lebih mendorong perubahan secara real-time bukan lagi bulan, atau bahkan tahun, seperti sebelumnya. Mereka sudah lebih dulu mendalami pengalaman dunia karyawan dan membuat keputusan yang berani, berdasarkan data, dan mengedepankan kemanusiaan, sekarang mereka berada dalam posisi yang lebih kuat dalam menciptakan budaya yang mendukung. Memberdayakan manusia dan membantu mereka menemukan kepuasan yang lebih besar dalam pekerjaan mereka telah memberikan nilai bagi perusahaan,” pungkas Pranay Anand. **

 

[Sumber: Media Relation NTT Ltd.]; [Foto-foto: Dok. SonnyWibz]

Leave A Reply

Your email address will not be published.