Trenz Indonesia
News & Entertainment

Stop Buang Limbah Radioaktif Nuklir ke Laut

Pengamat Maritim Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa

315

JAKARTA, Trenzindonesia | Rencana pemerintah Jepang untuk membuang limbah radioaktif nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke Samudera Pasifik mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan internasional.

Salah satunya adalah pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), DR. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, SSiT, M.Mar.

Stop Buang Limbah Radioaktif Nuklir ke Laut
DR. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, SSiT, M.Mar

Dalam keterangan pers tertulisnya pada Senin (10/7), Capt. Hakeng menyampaikan keprihatinannya terkait rencana tersebut. Sebagai pengamat maritim, ia menilai langkah ini sangat berbahaya karena dapat memiliki dampak negatif yang tidak dapat diukur terhadap kesehatan manusia. Ia juga menyoroti bahwa air laut tidak mengenal batas negara, sehingga negara-negara di seluruh dunia perlu bersama-sama menolak rencana ini.

Capt. Hakeng juga menyebutkan bahwa pembuangan limbah radioaktif nuklir akan berdampak pada negara-negara tetangga dan negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya. Limbah tersebut dapat terbawa oleh aliran air melintasi batas negara dan mengganggu nelayan dalam penangkapan ikan mereka. Ikan yang mereka tangkap berpotensi tercemar oleh limbah nuklir tersebut. Tindakan China yang melarang impor ikan dari Jepang sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan masyarakatnya merupakan reaksi yang wajar.

Capt. Hakeng menekankan bahwa pemerintah Jepang seharusnya memahami prinsip-prinsip yang tercantum dalam UNCLOS 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea 1982). Dalam UNCLOS, negara-negara memiliki kewajiban untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut. Pasal 194 menyebutkan bahwa tindakan untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan pencemaran lingkungan laut harus mencakup segala sumber pencemaran, termasuk bahan-bahan berbahaya yang dilepaskan dari daratan atau melalui udara, atau melalui pembuangan.

Capt. Hakeng dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemerintah Jepang yang menggunakan laut sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Ia mengkhawatirkan dampak yang dapat merusak ekosistem, habitat, dan biota laut, serta menurunkan kualitas lingkungan perairan Samudera Pasifik. Ia menyoroti bahwa kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, ia menegaskan untuk menghentikan pembuangan limbah radioaktif nuklir ke laut.

Dengan penolakan ini, harapannya adalah agar negara-negara lain di dunia tidak mengikuti langkah serupa dan mendorong penerapan prinsip-prinsip perlindungan lingkungan laut yang lebih ketat dan bertanggung jawab. (PAM / Fjr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.