Trenz Indonesia
News & Entertainment

TORCH Gelar “Solusi Tepat Hamil Sehat” Lewat Seminar Virtual Pertama

216

Bogor, Trenz Edutainment I Setiap pasangan menikah tentunya mendambakan momongan. Namun kenyataanya tidak semua pasangan yang baru menikah dengan mudah mendapatkannya. Terlebih pasangan yang sudah lama menikah pun masih banyak yang mengharapkan keturunan.

Faktor penyebab gagal hamil atau keguguran yang terjadi dalam kehidupan suami istri menjadi fokus utama webinar Aquatreat Therapy Indonesia (AQTY). Sebuah pusat konsultasi spesialis TORCH (Toxo.Rubella-CMV & Herpes) di Bogor, Jawa Barat ini memberikan pengetahuan secara daring.

Ir. H. A. Juanda
dr. Amalia Andani, MMRS
drh. Soetrisno, MM

Acara dengan tema “Solusi Tepat Hamil Sehat” bisa disaksikan secara gratis di kanal video berbagi Aquatreat Therapy Indonesia. Acara dimoderatori oleh dr. Amalia Andani, MMRS, webinar kali ini menghadirkan tiga pembicara. Yakni Direktur AQTY, Ir. H. Juanda serta dr. Mulyanusa Amarullah Ritonga, Sp.OG(K), M.Kes dan drh. Soetrisno, MM.

Selama dua jam lamanya, ketiganya membahas tentang permasalahan yang terjadi akibat gagal hamil dan keguguaran berulang. Tentunya acara ini menyatukan persepsi tentang infeksi TORCH dari kacamata medis dan pengobatan herbal AQTY.

Amalia Andani, MMRS yang biasa disapa dengan Lia ini mengatakan bahwa kali ini dan pertama kalinya seminar virtual ini mengundang dua dokter, yaitu dr. Mulyanusa Amarullah Ritonga, Sp.OG(K), M.Kes spesialis kandungan dan drh. Soetrisno, MM. dokter hewan.

dr. Mulya Nusa Amarullah Ritonga, So.OG(K)

“Kenapa kami menghadirkan keduanya karena berkaitang langsung dengan permasalahan yang dialami pasangan menikah. Dokter hewan akan membahas tentang toxoplasma yang berasal dari hewan (kucing),” jelas dokter muda ini.

Sebagai informasi TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Others (HIV, Sifilis) Rubella, Citomegalovirus, Herpes, dan Simplek adalah infeksi yang dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Ir. H. Juanda (Direktur Aquatreat Therapy Indonesia) mengawali perbincangan mengatakan bahwa dia menangani TORCH ini sejak tahun 1996. Saya kena TORCH tahun 1990 ketika saya menikah, istri mengalami janin meninggal di kandungan, dua kali keguguran di usia kandungan 3 dan 2 bulan. Serta pengangkatan janin di usia 5 bulan. Total selama lima tahun mencoba pengobatan secara medis

Lulusan Fakultas Peternakan ini tentu saja mempercayakan penanganan infeksi virus yang dialami dengan pengobatan medis. Namun selama lima tahun menjalani, tingkat TORCH tak menurun sedikit pun. ”Saya mencoba melakukan anjuran dokter dengan cara menelan 8 jenis obat yang harus diminum 5 jam sekali. Melakukan 1,5 tahun uji lab secara rutin namun tidak hilang juga (TORCH). Ternyata setelah mengeluh pada dokter, barulah disebutkan bila TORCH belum ada obatnya,” papar  Ir. H. Juanda yang saat itu mengaku putus asa.

Ditengah keputus asaan, Ir. H. Juanda mendapat ilmu pengetahuan yang berasal dari Sang Pencipta. Sambil berikhtiar dan doa, Juanda menemukan ramuan dari herbal yang ampuh menyembuhkan infeksi TORCH.

Pengalaman inilah yang kemudian Juanda jadikan sebagai awal proses penyembuhan bagi istrinya. ”Selama tiga tahun dari 1996 hingga 1999, alhamdulillah kami terbebas dari TORCH berkat ramuan yang saya temukan,” tambah Juanda yang kemudian ikhtiarnya itu menjadi manfaat bagi banyak orang hingga saat ini.

Gedung AQTY Center

Dari kacamata ilmu kedokteran, dr. Mulyanusa membeberkan dua definisi dari keguguran. Mengutip dari definisi Prof. Ali Baziad, keguguran adalah hilangnya atau matinya janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan 20 minggu atau ketika buah kehamilan beratnya kurang dari 500 gram.

Sedangkan keguguran berulang adalah keguguran paling tidak sebanyak dua kali atau berturut turut pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau beratnya kurang dari 500 gram. ”Ada sepuluh penyebab keguguran berulang, yaitu dari genetik, usia, kelainan rahim, antifosfolifid syndrome, trombofilia, kualitas sperma, hormonal atau kelainan metablolisme, gaya hidup, infeksi dan idiopatik,” jelasnya melalui sambungan video teleconference.

Penyebab keguguran yang disebabkan infeksi yang berasal dari bakteri seperti toxoplasma (terdapat di kotoran kucing) bisa saja terjadi. ”Seseorang akan terinfeksi toxoplasma bila memakan makanan yang tidak matang, tidak mencuci alat makan atau tangan yang terkontaminasi oocyst, transplantasi organ, transplasental dan inokulasi insidental. Selama kita menjaga kebersihan jangan khawatir bakteri akan masuk ke dalam tubuh kita,” tambahnya lagi.

Menanggapi bahaya toxoplasma pada manusia, drg. Soetrisno menjelaskan bila bakteri ini sangat merugikan. ”Dari sisi psikologis, banyak pasangan yang terancam cerai karena tidak kunjung dikaruniai keturunan. Ini harus diperhatikan bagaimana kita menjaga kebersihan karena bakteri ini berasal dari kotoran kucing,” jelasnya.

Namun Soetrisno meluruskan anggapan tentang toxoplasma adalah virus kucing, tidak benar. ”Banyak orang yang mendengar dari sumber yang salah. Penyebabnya adalah parasit darah, berupa protoza yang hidup dalam sel darah,” tambahnya.

Mengapa pengobatannya sangat mahal dan sulit? ”Sulitnya karena tidak bisa ditembus. Protozoa ini hidup dan berkembang di sel darah. Butuh waktu tepat untuk mengatasinya, obat-obatan medis tidak tembus. Alhamdulillah ramuan dari bapak Juanda ini mampu mengatasinya secara menyeluruh,” aku Soetrisno.

Di akhir perbincangan, ada beberapa tips yang disampaikan ketiga pembicara. Yaitu, biasakan mencuci bersih sayuran dari kotoran tanah. Masaklah daging secara sempurna sehingga spora akan mati dan memeriksa rutin hewan peliharaan dengan higienis.

Penyakit TORCH
Penyakit Torch merupakan kelompok infeksi beberapa jenis virus dan parasite yang semuanya memberikan sindrom manifestasi klinik yang hampir mirip satu dengan lainnya, sehingga sulit dibedakan antara penyebab penyakit beberapa jenis virus tersebut dengan parasite Toxoplasma berdasarkan sindrom gejala penyakit.

Ini semua kemudian disatukan dalam istilah baru yang disebut sebagai infeksi Torch, singkatan dari infeksi oleh parasite Toxoplasma gondii, virus Rubella, CMV (Cytomegalo virus), virus Herpes Simplex (HSV1 – HSV2), dan kemungkinan oleh virus lain yang dampak kliniknya lebih terbatas (misalnya Measles, Varicella, Echovirus, Mumps, virus Vacciana, virus Polio, dan virus Coxsackie-B).

Penyakit Torch yang ditimbulkan oleh Toxoplasma gondii, Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV), dan Virus lainnya ini bisa menyebabkan kelainan dan berbagai keluhan yang menyerang siapa saja, mulai anak-anak sampai orang dewasa, baik pria maupun wanita.

Bagi ibu yang terinfeksi ketika mengandung dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan pada bayinya. Kelainan pertumbuhan tersebut menghasilkan kelainan anak-anak dengan kecacatan fisik (physical deformities) dan cacat mental (mental retardation) yang beraneka ragam sehingga mengurangi kualitas generasi muda masa depan.

Infeksi Torch dapat juga menyerang inti sel serta semua jaringan organ tubuh, termasuk organ sistem saraf pusat dan perifeir yang mengendalikan fungsi-fungsi gerak, pengelihatan, pendengaran, sistem kadiovaskuler serta metabolism tubuh.

Amat disayangkan bahwa penyakit Torch ini kurang dikenal masyarakat sehingga usaha pencegahan dan penyembuhannya belum diketahui sebagian besar masyarakat Indonesia secara maksimal. [Foto-foto: Dok. AQTY].

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.