VGT Gelar Seminar ?WIM FOR THE FUTURE?: Mendorong Transportasi Darat yang Cerdas, Aman, dan Terintegrasi
Tangerang, Trenzindonesia.com | Upaya mewujudkan transportasi darat cerdas, aman, dan bebas Over Dimension and Overload (ODOL) 2027 terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Visi Global Teknologi (VGT), perusahaan teknologi karya anak bangsa yang mendorong percepatan digitalisasi sistem transportasi nasional melalui inovasi Weigh-In-Motion (WIM-VISI
Dalam seminar bertajuk “WIM for The Future”, VGT memperkenalkan WIM-VISI sebagai solusi penimbangan kendaraan otomatis berbasis digital yang mampu mendeteksi kelebihan muatan tanpa menghentikan kendaraan. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah, pelaku industri logistik, akademisi, hingga pengembang teknologi — yang bersama-sama membahas arah baru sistem transportasi modern Indonesia.
Solusi Digital untuk Tantangan ODOL dan Efisiensi Logistik

Menurut Ir. Hilman Muttaqin, S.T., M.Sc., IPM, pakar implementasi WIM di Indonesia, teknologi WIM-VISI bukan sekadar alat timbang digital, melainkan fondasi dari sistem transportasi cerdas masa depan.
“WIM-VISI bukan hanya alat timbang, melainkan sistem integratif yang membantu memastikan kepatuhan terhadap kebijakan ODOL. Data kendaraan bisa dipantau secara real-time, memberikan transparansi dan efisiensi tinggi bagi semua pihak,” ujar Hilman.
Sistem WIM-VISI mampu menimbang kendaraan saat melaju di jalan dan mengirimkan data muatan langsung ke pusat kontrol. Dengan demikian, penegakan hukum terhadap pelanggaran ODOL dapat dilakukan secara digital, cepat, dan akurat, sekaligus menekan biaya logistik nasional yang selama ini menjadi beban besar sektor transportasi.
Selain meningkatkan keselamatan jalan, teknologi ini juga dapat mencegah kerusakan infrastruktur akibat kendaraan kelebihan muatan dan mendukung penerapan retribusi berbasis data digital yang transparan. WIM-VISI kini telah diterapkan di berbagai sektor strategis seperti logistik, pertambangan, dan pengawasan jalan nasional.
Kolaborasi Nasional Menuju Transportasi Modern

Dalam kesempatan yang sama, Sapta Aji Yudistira, M.M, Co-Founder Visi Global Teknologi (VGT), menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah menuju transportasi bebas ODOL.
“Kami sudah memasang sistem WIM di 11 titik UPPKB seluruh Indonesia, termasuk di Jambi dan di jembatan Hamilton Bukakak. Dari data yang kami kumpulkan, banyak jembatan yang rusak lebih cepat karena dilalui kendaraan dengan muatan berlebih. WIM membantu memberikan bukti konkret dan solusi jangka panjang,” jelas Sapta.
Menurutnya, WIM-VISI menjadi contoh nyata kemandirian teknologi nasional. Seluruh proses perancangan, implementasi, hingga pemeliharaan dilakukan oleh tenaga ahli Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 100%.
“Ini murni karya anak bangsa. Dari teknologi, perangkat, hingga sumber daya manusianya — semuanya buatan Indonesia,” tegas Sapta.
Mewujudkan Visi Transportasi Digital 2027
Melalui pengembangan WIM-VISI, VGT mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta sektor swasta untuk menciptakan sistem transportasi yang transparan, efisien, dan berdaya saing global. Inovasi ini juga sejalan dengan agenda National Logistics Ecosystem (NLE) yang digagas pemerintah dalam rangka memperkuat daya saing ekonomi nasional.
“Kami ingin menjadikan WIM-VISI bagian dari ekosistem logistik digital nasional yang modern dan berkeadilan. Target kami jelas: Indonesia bebas ODOL 2027,” tambah Hilman.
Seminar “WIM for The Future” pun menjadi momentum penting dalam perjalanan menuju transformasi transportasi darat berbasis teknologi digital. Dengan inovasi WIM-VISI, Indonesia diharapkan mampu melangkah menuju era smart mobility yang tak hanya efisien secara ekonomi, tapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.
