Trenz Indonesia
News & Entertainment

RF Fund Management Raih Izin sebagai Pengelola Dana Investasi dari MAS di Singapura

Print
223

Dengan izin yang diberikan MAS, unit bisnis RF Fund Management yang menawarkan Modal Ventura tersebut mengumumkan dukungan baru untuk perekonomian digital yang kelak menggerakkan inovasi investasi di tingkat dunia

SINGAPURA, Trenz PRNewswire | RF Fund Management di Singapura, anak usaha RF International Holdings, telah mengumumkan izin operasional yang diterima dari Monetary Authority of Singapore (MAS). Dengan demikian, RF Fund Management dapat mulai berbisnis sebagai Pengelola Dana Investasi yang Terdaftar pada 3 Februari 2020.

Izin ini menjadi dasar bagi RF Fund Management untuk menggalang dana Private Equity perdananya senilai US$ 50 juta. Dengan fokus besar terhadap Perekonomian Digital, dana tersebut akan ikut meningkatkan nilai tambah Singapura sebagai pusat pengelolaan dana investasi internasional sesuai kerangka kerja Variable Capital Companies (VCC) yang baru dirilis MAS.

“Kami bervisi untuk menciptakan aset investasi yang berkelanjutan dan berskala lintasnegara, serta mendatangkan peluang bagi semua orang. Lewat dana Private Equity, kami akan menjalankan strategi pembuatan model yang inovatif, khususnya dalam mencari, memilih, dan menanamkan investasi pada UKM serta usaha rintisan pilihan. Dengan memberdayakan usaha-usaha tersebut, investor kami akan mampu mewujudkan seluruh potensinya yang sejalan dengan Anggaran Singapura 2020,” kata Eric Neo Say Wei, Group Chief Executive, RF International Holdings dan Non-Executive Director, RF Fund Management.

Untuk mewujudkan transformasi dan pertumbuhan yang signifikan, Kementerian Keuangan Singapura (MoF) telah mengalokasikan S$ 8,3 miliar selama tiga tahun mendatang. Selain itu, dana tambahan senilai S$ 300 juta telah dianggarkan untuk membantu sejumlah usaha rintisan, hanya bagi sektor deep-tech, melalui skema Pemerintah, yakni “Startup SG Equity“.

“Kami mencermati fokus MoF untuk masa depan. Strategi kami bertajuk ‘Redefining the Future‘ memuat niat kami untuk menerapkan sejumlah teknologi Blockchain dalam pengelolaan dana investasi, seperti Distributed Ledger Technology dan Smart Contracts. Untuk itu, kami ingin membuat tolok ukur bagi para pelaku industri di Singapura,” jelas Eric.

Singapura menampung sekitar 3.800 usaha rintisan di sektor teknologi. “Namun, banyak usaha rintisan di sektor teknologi kesulitan merekrut investor strategis. Lewat strategi kami yang bertajuk ‘Redefining the Future,’ kami akan melakukan perubahan melalui teknologi Blockchain, khususnya dalam pengelolaan dana investasi, seperti Distributed Ledger Technology dan Smart Contracts. Kami harapkan ini akan menjadi benchmark bagi para pelaku industri di Singapura,” lanjut Eric.

Dengan menjadi contoh yang baik, induk usaha RF Fund Management, RF International Holdings, telah mendukung ekosistem usaha rintisan digital di Singapura. Upaya RF International Holdings tersebut lebih dari sekadar menyalurkan dana dan permodalan. RF International Holdings juga berperan sebagai investor awal di iSTOX, platform yang didirikan dan dikelola ICHX Tech, serta diregulasi MAS. Lebih lagi, RF International Holdings telah menjalankan investasi strategis senilai US$ 3 juta pada 18 April 2019, dan menjadi pemegang saham eksternal ketiga di ICHX setelah Singapore Exchange dan Heliconia Capital, unit bisnis Temasek.

“Kami terlibat dalam setiap babak pertumbuhan. Mulai dari akuisisi baru dan penetrasi pasar, baik di Tiongkok, Jepang, Singapura, atau negara-negara ASEAN lainnya, mulai dari advokasi hingga realisasi harga yang lebih tinggi, ekosistem unik kami membantu sejumlah UKM dan usaha rintisan untuk mewujudkan ide-idenya. Hal ini dilakukan lewat investasi, bimbingan, serta memanfaatkan perekonomian digital. Kami mengajak semua investor untuk bergabung serta mendorong pertumbuhan UKM dan usaha-usaha rintisan tersebut,” kata Eric. (PR Newswire)

Leave A Reply

Your email address will not be published.