Mengingat pentingnya SDM berkualitas tersebut, Kepala Negara meminta BKKBN untuk menjalankan tugas dengan baik dalam membangun keluarga berkualitas dan menjaga keseimbangan pertumbuhan.
Dengan capaian angka tersebut artinya semua pihak berperan penting dalam program percepatan penurunan stunting demi mencapai target zero stunting pada 2024.
Menkes memaparkan, pihaknya melakukan tiga intervensi spesifik sebelum kelahiran. Pertama, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil serta peningkatan asupan gizi.
Dari segi edukasi gizi dan suplai pangan, perlu upaya peningkatan konsumsi pangan sumber protein seperti telur, ikan, daging, susu, tahu dan tempe, serta peningkatan konsumsi buah yang penting bagi remaja, pasangan pengantin baru dan ibu hamil untuk mencegah stunting sejak dini.
Kepala Negara berharap agar target yang sudah ditetapkannya untuk tahun 2024 tersebut dapat diwujudkan dengan baik oleh BKKBN melalui sejumlah program-programnya.
Presiden Joko Widodo sendiri melihat bahwa peranan BKKBN dalam hal ini sangatlah strategis bagi masa depan bangsa dan negara. Menurutnya kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas keluarga di dalamnya yang merupakan tiang negara.
Pemerintah menaruh perhatian besar bagi upaya pengurangan angka stunting ini. Sebab, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas angkatan kerja Indonesia di masa mendatang.