Indo-Pasifik merupakan konsep kerja sama negara-negara sepanjang Samudra Hindia dan Pasifik dalam hal peningkatan kerja sama dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Sebelumnya dua pertemuan bilateral telah dilaksanakan oleh Presiden Jokowi yakni bertemu Presiden Korea Moon Jae-In dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.
Presiden Jokowi tiba di pasar induk terbesar di Solo itu sekitar pukul 09.57 WIB. Presiden datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, menantu Selvi Ananda, serta cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra.
Tampilan kedai soto Triwindu tergolong cukup sederhana, demikian juga dengan harga makanan yang disajikannya. Hal unik dari kedai yang berdiri sejak 1939 ini adalah deretan kursi-kursi kecil yang menghadap meja panjang.
Presiden memilih kemeja batik coklat ukuran anak-anak lalu mencocokannya dengan ukuran badan Jan Ethes. Sementara Ibu Iriana tampak membelikan batik untuk cucu perempuannya, Sedah Mirah Nasution.
Usai bersilaturahmi selama sekitar 30 menit, Presiden dan Ibu Iriana berpamitan untuk pulang. Sebelum meninggalkan keraton, Presiden dan keluarga Keraton Yogyakarta menyempatkan berfoto bersama.
Sekitar pukul 16.27 WIB Presiden berjalan dari Gedung Induk Istana Kepresidenan Yogyakarta menuju halaman Gedung Seni Sono yang terletak di sebelah selatan Istana. Tampak juga putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka dan cucu pertamanya Jan Ethes.
Setibanya di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah pada pukul 15.00 WIB, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ke kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Solo. Sebelum ke kediamannya, Presiden sempat menyapa masyarakat di Grha Sabha Buana.
Presiden Joko Widodo sendiri, saat AHY, EBY, dan keluarga hendak berpamitan, menyampaikan pesan khusus untuk putra-putra SBY tersebut sekaligus menyampaikan salam untuk SBY.
Tema khotbah dalam Salat Id kali ini ialah “Idulfitri Menebar Maaf Membangun Kebersamaan” yang disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Tafsir dan Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Momentum perayaan Idulfitri kali ini juga diharapkan menjadi sebuah awal untuk berdiri bersama sebagai sebuah bangsa dan membangun bangsa ini ke depannya agar menjadi lebih baik.