Presiden Jokowi menekankan betapa pentingnya infrastruktur ini, yang dibangun dengan biaya sekitar Rp948 miliar dan memiliki kapasitas 1.100 liter per detik.
Presiden berharap dengan selesainya ruas Cigombong-Cibadak ini, akses dari Jakarta menuju wilayah Sukabumi dapat ditempuh dengan lebih singkat, termasuk ke tempat-tempat wisata.
Presiden menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembuatan bilah-bilah sayap yang terbuat dari kuningan, mulai dari pengelasan, penggunaan laser, hingga proses pewarnaan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat, Brawijaya mengatakan, terdapat teknologi khusus yang diterapkan dalam pembangunan Tol Cisumdawu, yakni tekonologi geofoam EPS yang diterapkan pada pembangunan Seksi 5A di Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.
Sebagai bentuk perayaan kemenangan timnas Indonesia dalam laga tersebut, Presiden pun kemudian mengajak seluruh rombongan yang ikut serta dalam kunjungan kerjanya untuk makan durian bersama.
Presiden Jokowi mengatakan di wilayah Sumut ada 2.600 km jalan nasional di mana 260 km di antaranya mengalami kerusakan. Kemudian dari 3.005 km jalan provinsi, 340 km di antaranya rusak.
Tak hanya di Jambi, kata Presiden, perbaikan jalan juga diperlukan di sejumlah provinsi di tanah air. Perbaikan tersebut, lanjutnya, akan dilakukan secara bersama oleh pemerintah pusat dan daerah.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bahwa meskipun jalan tersebut termasuk jalan kabupaten, namun perbaikannya akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
Setelah meninjau secara langsung kondisi jalan daerah di Lampung, Presiden Jokowi mengatakan dirinya sudah memerintahkan Menteri PUPR untuk segera melakukan lelang pekerjaan.
Presiden menyampaikan, Pura Agung Besakih adalah pura yang sangat disucikan, bukan hanya oleh umat Hindu di Bali tetapi juga umat Hindu di seluruh Nusantara.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian infrastruktur tersebut, yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg) Pratikno, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Wali Kota Bandung Yana Mulyana.