Usai memberikan keterangan pers bersama, kedua Kepala Negara melakukan pertukaran cenderamata. Presiden Jokowi menghadiahkan sebuah bola, sementara Presiden Marci memberikan sebuah jersey tim nasional sepak bola Argentina bertuliskan nama “Jokowi” dan bernomor punggung 10.
Turut hadir dalam Halal bihalal tersebut diantaranya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Wakil Sekretaris Kabinet Ratih Nurdiati, serta para pejabat eselon I dari Kemeterian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet (Setkab), dan juga Kantor Staf Kepresidenan.
Setibanya di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah pada pukul 15.00 WIB, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ke kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Solo. Sebelum ke kediamannya, Presiden sempat menyapa masyarakat di Grha Sabha Buana.
Melalui “Peringatan Nuzulul Quran” ini, lanjut Kepala Negara, Bangsa Indonesia diminta menggali banyak inspirasi, inspirasi untuk meneguhkan persatuan bangsa, inspirasi untuk menahan ego kelompok, ego golongan, dan memperkuat semangat kebangsaan kita.
Hinsa Siburian lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, 28 Oktober 1959. Jabatan militer tertinggi yang pernah diemban oleh lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 1986 ini adalah Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).
Setibanya di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, Provinsi NTT pada pukul 12.16 WITA, Presiden bersama rombongan langsung menuju Kabupaten Belu dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU melalui Bandara AA Bere Tallo Atambua, di wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste.
Maka, sebagai negara yang menganut prinsip-prinsip demokrasi yang baik, menurut Presiden, sudah selayaknya apabila seluruh pihak berpedoman pada mekanisme yang ada, termasuk untuk menyelesaikan perselisihan bila memang diperlukan.
Presiden menegaskan, pemerintah ingin sebuah hal yang konkret. Kepala Negara ingin agar betul-betul pelatihan itu menghasilkan SDM yang kelihatan ter-upgrade skill-nya, sehingga anggaran yang dikeluarkan betul-betul bisa bermanfaat yang konkret.