Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kendari Triathlon 2021 Diharapkan Jadi Pemantik Kebangkitan Sport Tourism Tanah Air

304

Kendari, Trenz Tourism | Dalam rangka membangkitkan kembali industri event tanah air khususnya sport tourism, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar ajang olahraga triathlon di Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu upaya

Ajang bertajuk “Kendari Triathlon 2021” ini merupakan inisiasi dan kolaborasi bersama antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan komunitas Indonesia Triathlon Series (ITS) dan Pemerintah Kota Kendari, serta didukung oleh kementerian/lembaga terkait. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata Kendari melalui sport tourism. Kendari sendiri merupakan kabupaten/kota kedua yang menjadi tuan rumah ajang triathlon series, setelah Belitung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berkesempatan membuka ajang “Kendari Triathlon 2021“, sekaligus mengikuti olahraga triathlon ini secara virtual dari Jakarta, (29/5/2021).

“Saya bersyukur dengan tingkat protokol kesehatan yang ketat dan disiplin kita bisa menggelar triathlon series leg Kendari. Saya juga mengikuti triathlon ini secara virtual di Jakarta. Kita langsung saja memulai acaranya dengan ridha dari Allah SWT dan mengucap bismillahirrahmanirrahim mari kita mulai five, four, three, two, one, go go go,” ucapnya.

Dipilihnya Kendari sebagai tuan rumah penyelenggaraan triathlon karena ibu kota provinsi Sulawesi Utara itu termasuk dalam kategori zona hijau COVID-19.

Kendari Triathlon 2021” sendiri diikuti 48 peserta. Terdiri dari 24 peserta yang berasal dari Kendari atau peserta lokal dan 24 peserta non-lokal. Dimulai dengan renang sejauh 750 meter di Kendari Beach, kemudian bersepeda sepanjang 20 km mengitari Teluk Kendari, dan berlari sejauh 5 kilometer di Jalan H. Alala, Kendari Beach.

Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati, menambahkan, event ini tidak akan berjalan maksimal apabila tidak ada dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang memberikan support dalam penyediaan sarana jaringan internet. Kemudian, karena triathlon ini adalah bentuk olahraga prestasi yang dibina oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kemenparekraf mendukung sebagai penyelenggara kegiatan atau event triathlon series 2021.

“Jadi, triathlon ini tidak hanya sebagai olahraga prestasi saja, namun juga mampu menghadirkan sport tourism dan menggeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya. Karena, ketika mereka sampai di Kendari, sebelum atau sesudah acara, para atlet bisa mengunjungi destinasi-destinasi yang ada di sekitar Kota Kendari. Maka dari itu, diharapkan akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal dan mendatangkan wisatawan,” kata Dessy Ruhati.

Dalam menjalankan protokol kesehatan, event ini menggunakan konsep bubble. Konsep bubble digunakan untuk meyakinkan bahwa semua atlit dan pendatang yang masuk ke Kota Kendari dalam keadaan sehat, dengan cara melakukan swab antigen berulang yaitu saat kedatangan dan H-1 sebelum perlombaan dimulai. Setibanya di Kendari, peserta akan langsung menjalani cek kesehatan berupa swab antigen untuk memastikan terbebas dari virus COVID-19. Tentunya protokol kesehatan dasar seperti memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman yang dilakukan secara ketat dan disiplin.

Setelah dinyatakan negatif, peserta akan diberi gelang berwarna putih sebagai penanda, kemudian baru diperbolehkan memasuki kamar hotel yang disediakan dan bisa menikmati destinasi ataupun kuliner yang ada di Kota Kendari saja.

Selain itu, jumlah peserta dibatasi, maksimal hanya boleh diikuti 75 peserta. Peralatan olahraga juga didisinfektan terlebih dahulu. Pada saat swim course dibagi ke dalam 10 waves, yang terdiri dari 3–5 peserta di tiap wave. Pada saat transisi, dari berenang menuju sepeda dan juga lari selalu disediakan hand sanitizer.

Seremonial pemenang juga dilakukan secara mandiri, dimana peserta yang menang akan dipanggil oleh pemandu acara untuk naik ke atas podium lalu mengambil sendiri plakatnya. Kemudian, peserta akan dicek kesehatan lagi untuk memastikan kepulangannya tidak membawa virus COVID-19.

Turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kendari.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, menyampaikan rasa hormat sekaligus bangga atas kepercayaan yang diberikan Kemenprekraf/Baparekraf menjadikan Kendari sebagai salah satu tuan rumah triathlon series 2021. Ia berharap kepercayaan yang diberikan mampu menjadi pembuka Kota Kendari mendapat kepercayaan lebih dari Pemerintah Pusat dalam penyelenggaraan event-event berskala nasional lainnya.

“Insya Allah kami Pemerintah di Kota Kendari dan tentunya didukung oleh Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara bertekad dan berkomitmen untuk siap menyambut event-event nasional diselenggarakan di Kota Kendari,” katanya.

Triathlon Series ini akan diselenggarakan di kota/kabupaten lainnya. Pada bulan Juni mendatang, event lanjutan akan digelar di Kota Palembang, menyusul Borobudur, Danau Toba, Pariaman, Tanjung Pinang, dan Mandalika. (Rel/byl)

Leave A Reply

Your email address will not be published.