Trenz Indonesia
News & Entertainment

Pemerintah Provinsi Aceh Belajar Membangun Sektor Wisata dari Banyuwangi, Lombok dan Bali

Forum Silaturahmi Aceh Meusapat Gelar Dialog Pembangunan Pariwisata

301

Jakarta, Trenz Tourism | Belajar kesuksesan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang berhasil menggenjot sektor wisata sebagai pendapatan asli daerah, Pemerintah Aceh mencoba menerapkan keberhasilan tersebut dengan mencoba mengembangkan 15 program unggulan yang saat ini tengah dikembangkan Pemerintah Aceh.

“Dari apa yang dipaparkan Kadispar Kabupaten Banyuwangi banyak yang bisa diterapkan di Aceh, memang tidak bisa semuanya atau Apple to Apple. Mohon ijin kepada Pemkab Banyuwangi, akan ada yang kami terapkan di Aceh.” Ujar PLT Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah. MT ketika menutup acara “Dialog Pembangunan Pariwisata” yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Aceh Meusapat, di kantor Penghubung Aceh di Cikini, Jakarta Pusat Sabtu, (21/12)

Nova menambahkan di Provinsi Aceh setidaknya ada 797 obyek wisata serta 774 situs cagar budaya yang tersebar di 23 Kabupaten. “Kami memiliki destinasi yang tidak kalah dengan daerah lain, untuk itu kami akan menggalinya. Agar bisa dijadikan destinasi unggulan kebanggaan masyarakat Aceh,” ujar Nova bersemangat.

Nova menjelaskan‘ selain pariwisata. Aceh juga memiliki beragam seni budaya yang unik, seperti tarian, adat istiadat, sastra, seni lukis, maupun kegiatan spiritual yang begitu menarik bagi masyarakat dunia. Semua keindahan itu, ujarnya sangat mudah untuk dinikmati, karena aksesibilitas menuju tempat-tempat wisata di Aceh sangat mudah.

“Semua lokasi tujuan wisata itu dapat dikunjungi melalui jalur darat, laut, dan udara. Tersedia pula penerbangan intemasional ke Aceh, seperti dari Penang, Kuala lumpur, dan juga Jeddah. Sekarang sedang dibahas rencana pembukaan jalur penerbangan baru dari Aceh ke India (Port Blair), serta rute Sabang-Phuket-Langkawi,” jelas dia dihadapan ratusan undangan.

Dengan semua kemudahan itu, maka tidak heran jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, misalnya, kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2.5 juta orang atau naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019 ini, kunjungan itu diperkirakan mencapai 3 juta orang.

“Terpilihnya Aceh sebagai “World’s Best Halal Cultural Destination” kian mendorong kami untuk lebih bersemangat membenahi berbagai fasilitas wisata itu. Dengan demikian, wisata Aceh mampu meraih Peringkat terbaik pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2020,” kata dia.

Berdasarkan data Aceh Dalam Angka, sektor pariwisata rata-rata setiap tahun telah mampu memberikan kontribusi berkisar 5 % kepada PDRB Aceh. Dibanding sektor usaha lainnya‘ memang kontribusi pariwisata ini masih berada pada urutan ke 8 (delapan). Dengan meningkatnya perkembangan tersebut, Pemerintah Aceh yakin bahwa kontribusi sektor pariwisata bisa naik hingga ke posisi 4 (empat) besar.

Untuk itu, pihaknya begitu optimis bahwa sektor pariwisata bisa menjadi salah satu penyangga perekonomian Aceh di masa depan.

“Oleh sebab itu, upaya untuk pengembangan sektor pariwisata ini harus segera ditingkatkan. Selain terus melakukan promosi dan perbaikan di berbagai bidang, tentu saja kami juga siap belajar dari pengalaman berbagai daerah yang sudah berhasil dalam mengembangkan industri  pariwisata ini,” jelas dia.

 

Belajar dari Bali, Lombok, dan Banyuwangi

Sektor pariwisata yang bagus, unik dan membawa dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat seperti’ di Bali, Lombok dan Banyuwangi menjadi motivasi untuk Pemerintah Aceh terus membangun berbagai keperluan untuk mendukung pariwisata Aceh.

Misalnya, kata Nova, Pemerintah Aceh ingin juga belajar dari kesuksesan pariwisata Bali dan Lombok. Selain itu, Nova juga ingin belajar dari kisah sukses Kabupaten Banyuwangi yang telah mendapat penghargaan dari Badan Pariwisata PBB sebagai ‘Destinasi Wisata Yang Mengalami Perkembangan Sangat Pesat’.

“Masukan dari para akademisi, pengelola usaha pariwisata dan para traveller juga sangat kami harapkan. Dengan demikian. upaya kita untuk mempopulerkan branding ‘The Light of Aceh‘ atau ‘Cahaya Aceh‘ dapat menuai hasil yang memuaskan,” jelas dia.

Terakhir, Nova mengatakan Pemerintah Aceh akan bertekad menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi dalam memajukan sektor wisata di Tanah Air kita.

“Situasi keamanan Aceh yang sangat kondusif, ditambah lagi maraknya berbagai atraksi budaya yang diselenggarakan masyarakat di berbagai daerah, membuat kami sangat percaya diri untuk membangun sektor pariwisata.” Tegas Nova Iriansyah. (Buyil)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.