Trenz Indonesia
News & Entertainment

Taman Nasional Tanjung Puting Diusulkan Jadi New Bali Ke 11

Wonderful Sail to Indonesia 2018

726

Trenz Tourism |Wisata layar terpanjang di dunia yakni sekitar 7000 km yang dikemas dalam acara bertajuk  “Wonderful Sail to Indonesia 2018” telah dimulai sejak 24 Juni dan akan berakhir pada November 2018 mendatang. Sekitar 70 yacht dari berbagai negara di dunia  juga ikut berpartisipasi di wisata layar paling prestisius dengan jalur rallyyacht terbaik di dunia yang akan menyinggahi 53 destinasi.

Penyelenggaraan “Wonderful Sail to Indonesia 2018” juga menjadi momentum untuk mempromosikan bahwa Indonesia telah melakukan deregulasi melalui Perpres RI Nomor 79/ 2011, yang diubah dengan Perpres No 180/ 2014, dan disempurnakan menjadi Perpres No 105/ 2015, yang memberikan kemudahan masuknya kunjungan kapal wisata yacht asing ke Indonesia.

Salah satu yang menjadi titik singgah dari peserta rally yacht “Wonderful Sail to Indonesia 2018” adalah pelabuhan Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diwilayah tersebut juga ada Taman Nasional Tanjung Puting.

Keindahan  Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sudah lama mendunia. Kalau kemudian belum se populer Bali, karena faktor promosi nya saja yang belum digenjot.

Untuk itulah, agar keindahan Taman Nasional Tanjung Puting makin dikenal dunia, maka diusulkan menjadi destinasi pariwisata prioritas atau masuk ke dalam ‘Bali Baru (New Bali)’. Taman Nasional Tanjung Puting memiliki keunggulan daya tarik wisatanya berupa hutan tropis sebagai habitat asli orang utan di Indonesia dan menjadi destinasi kelas dunia.

Tanjung Puting sejak lama dikenal wisatawan dunia. Taman Nasional Tanjung Puting satu-satunya yang akan menjadi destinasi prioritas ‘New Bali’ di Kalimantan dengan daya tarik alam hutan tropis sebagai habitat asli orang utan di Indonesia,” kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng) Laksamana Purn. Marsetio yang juga sebagai Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pengembangan dan Pengamanan Wisata Bahari, Ekosistem, Petualangan, dan Obyek Vital Wisata Nasional dalam jumpa pers ‘Wonderful Sail to Indonesia 2018 Kumai’ di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (03/09).

Laksamana Purn. Marsetio didampingi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sekda Prov Kalteng Fahrizal Fitri, Kadis Budpar Pemprov Kalteng Guntur Talajan, dan Kadis Budpar Pemkab Kotawaringin Barat H. Gusti Imansyah pada kesempatan itu menjelaskan, popularitas Tanjung Puting yang mendunia itu menjadi modal utama untuk dijadikan sebagai ‘New Bali’ ke-11.

Selain itu aksesibilitas pun sangat mendukung dengan adanya tiga bandara di Palangkaraya (ibukota provinsi), Pangkalan Bun (Kota Waringin Barat) yang paling dekat kelokasi, dan Kantingan serta Pelabuhan Kumai. Sementara untuk amenitas, bagian penting dari unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas), banyak fasilitas hotel berbintang yang banyak terdapat di Kota Pangkalan Bun.

Dwisuryo Indroyono Soesilo

Sementara itu Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo menjelaskan para ‘yahcter’ dari mancanegara ini sebelumnya singgah di beberapa pulau di Tanah Air dan akan melanjutkan ke titik singgah lain termasuk di Kumai pada 8-11 Oktober mendatang.

“Popularitas Tanjung Puting kita angkat kembali dalam berbagai event di antaranya dalam Wonderful Sail to Indonesia 2018, sebagai branding sail di Indonesia yang terpanjang di dunia dan diikuti sekitar 70 kapal yacht yang akan melintasi perairan di Tanah Air selama 5 bulan,” kata Indroyono.

Indroyono menjelaskan selama 5  bulan belayar para ‘yachter’ akan singgah di pulau-pulau sebagai titik labuh dari mulai ‘entry port’ hingga ‘exit port’ dipersiapkan sekitar 53 destinasi yang akan disinggahi, termasuk Kumai pada 08-11 Oktober 2018 mendatang. “Di setiap destinasi yang disinggahi mereka membelanjakan uangnya untuk menikmati kuliner, membeli cinderamata, menggunakan transportasi lokal, maupun untuk keperluan lainnya,” kata Indroyono.

Ketika singgah di Pelabuhan Kumai mereka menggunakan  perahu klotok khas yang bisa digunakan sebagai tempat menginap (homestay) sambil berjalan menuju Taman Nasional Tanjung Puting,” lanjut Indroyono.

Kedatangan para ‘yachter’ peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 akan membawa dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat setempat serta menjadi sarana promosi yang efektif ke seluruh dunia.

Dengan ditetapkan Tanjung Puting sebagai ‘New Bali’ ke-11 nantinya diharapkan akan melengkapi atraksi yang dimiliki di 10 New Bali yaitu atraksi danau (Danau Toba-Sumut); atraksi pantai/bahari (Belitung-Babel, Tanjung Lesung-Banten, Kepulauan Seribu-DKI Jakarta, Mandalika-Lombok NTB, Pulau Komodo-NTT, Taman Nasional Wakatobi-Sulawesi Tenggara, dan Morotai-Maluku Utara); atraksi gunung (Gunung Bromo-Jatim); atraksi budaya (Candi Borobudur-Jateng), dan nantinya dilengkapi dengan atraksi hutan (Taman Nasional Tanjung Puting-Kalteng). “Usulan New Bali ke-11 ini merupakan satu-satunya yang ada di Pulau Kalimantan, pungkas Marsetio. (Boeyil / TrenzIndonesia) | Foto: Boeyil & Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.