Trenz Indonesia
News & Entertainment

CERDAS LASTRI: Juragan Lastri Walikota Serba Bisa

Oleh: Sutrisno Buyil

Jakarta, Trenz Corner | Sebagai Walikota, Juragan Lastri tidak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga mancanegara. Wajar saja, Kalau DPRD DKI Jakarta saja mau menyambangi kantornya untuk menimba kawruh atau istilah Milenial study banding. Tidak hanya itu kepiawaiannya mengurus kota Surabi, Juragan Lastri sampai diundang Presiden Turkey untuk menjadi salah satu pembicara utama dihadapan pejabat Negara terpandang soal agama Islamnya. Begitu nama juragan Lastri disebut, begitu wajah juragan Lastri muncul di atas panggung, tepuk membahana di Ballroom salah satu gedung termegah di Turkey, bahkan seluruh hadirin berdiri dan memberikan applaus panjang. “Ruar biasa juragan, ingatase Presiden dan pejabat Turkey mengundang dan memberikan apresiasi pada juragan yang begitu dahsyat,” ujar Lastri memuji Juraganya.

Inyong kiye jadi Walikota hanya menjalankankan takdir Allah, untuk itu saya mesti menjawabnya dengan bekerja secara total dan iklas,” kataku merendah.

Inyong salut sama juragan, tidak hanya bisa menyuruh bawahan, tapi langsung memberikan contoh. Dengan langsung menangani masalah,” kata babuku pujianya makin meninggi.

‘Mana ada pejabat, yang mengatur lalu lintas ketika di jalanan yang dilewati macet total. Mana ada juga pejabat, mau terjun ke TKP kebakaran. Mana ada pejabat di mobil dinasnya di isi pacul, sekop serta alat tukang lainnya,” kata Lastri semakin membuat hidungku kembang kempis.

“Kota Surabi yang dulu terkenal nanas dan gersang, sekarang sejuk dan hijau royo-royo,” ujar Lastri lagi.

“Tapi Inyong kesal, kenapa bapake, menolak tawaran jadi menteri, kalau bapake mau. Inyong bisa dipanggil ibu Menteri,” ujar bojoku nimbrung.

“Padahal ada pejabat yang ngurusin daerahnya ngak benar, pagi-pagi be’eng malah ngimpi jadi Presiden,” samber Lastri babuku.

“Kalau sudah menerima amanah, harus diselesaikan dulu. Karena Inyong tidak hanya bertanggung jawab sama masyarakat Surabi, tapi juga Gusti Allah. Makanya saya sempat dimarahi sama DPP partai Inyong. Tapi ora masalah, asal saja Gusti Allah sing marah, bisa berabeh,” jawabku bijak.

“Kalau dicalonin jadi Gabener Ngibukota, bijimane juragan,” pancing baturku.

“Masih terlalu pagi, kepikiran aja belum. Jangan berandai-andai,” selaku.

“Tapi kalau takdir bagaimana juragan,” desak asisten rumah tanggaku.

“Kalau takdir, siapa yang bisa melawan? Kalau takdir saya jadi Gubernur atau Presiden, ya harus diterima. Tapi beri kesempatan Inyong mengabdi pada warga Surabi dulu, soal Gabener dan Preseden, masih subuh. Biar Gusti Allah memberikan takdirnya kepada mereka yang pantas mengemban amanah maha berat itu,” jawabku bijak.

“Ih, nek Inyong sih, mau banget jadi Gabener, itulah juraganku, no ambisi…,” Gumam Lastri sambil nggoreng mendoan.

Pondok Ranggon, 30 Desember 2019

 

Singkatan:
CERDAS: Cerita Pedas.
LASTRI: Nglarasing Ati.

Leave A Reply

Your email address will not be published.